Aniaya M Kece, Apa yang Ingin Ditunjukan Irjen Napoleon Bonaparte? Irjen Napoleon Bonaparte menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Merahputih.com - Bareskrim Polri mengungkap latar belakang atau motif Napoleon Bonaparte alias NB dan tersangka lainnya menganiaya Muhamad Kasman alias Muhammad Kece, di Rutan Bareskrim Polri.

"Dia ingin menunjukkan yang berkuasa di rutan adalah NB," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (30/9).

Baca Juga:

Surat Terbuka Irjen Napoleon Disebut Tak Mampu Pengaruhi Penyidikan

Irjen Napoleon Bonaparte juga akan diproses dalam sidang kode etik profesi polri usai kasus penganiayaan ini berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Andi Rian menyampaikan, penyidik telah menetapkan Napoleon Bonaparte bersama empat orang lainnya sebagai tersangka, setelah sebelumnya melakukan gelar perkara, Selasa (28/9).

Tangkapan layar chanel MuhammadKece. (Foto: Youtube)
Tangkapan layar chanel MuhammadKece. (Foto: Youtube)

Hasil gelar perkara, penyidik telah menetapkan lima tersangka sebagai berikut, NB, DH, DW, H alias C alias RT, dan HP. Kelimanya jadi tersangka karena menganiaya Kece.

"Perannya semua ikut memukul," ujar Andi.

Baca Juga:

Napoleon Bonaparte Diperiksa dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Menurut Andi, Napoleon dan kawan-kawan dijerat Pasal 170 KUHP juncto Pasal 351 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman 5 hingga 7 tahun penjara karena mengakibatkan korban luka-luka.

"Dikenakan Pasal 170 juncto Pasal 351 ayat (1) KUHP," ungkapnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aturan Naik KRL Makin Ketat, Penumpang Wajib Bawa Surat Perintah Perusahaan
Indonesia
Aturan Naik KRL Makin Ketat, Penumpang Wajib Bawa Surat Perintah Perusahaan

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 58 tahun 2021.

Pemerintah Diminta Hentikan Publikasi Data-Data Pasien COVID-19
Indonesia
Pemerintah Diminta Hentikan Publikasi Data-Data Pasien COVID-19

Labor Institute Indonesia juga mendorong pemerintah untuk segera melakukan operasi pasar

Puncak Kasus COVID-19 Akibat Mudik Bakal Terasa di Pertengahan Juni
Indonesia
Puncak Kasus COVID-19 Akibat Mudik Bakal Terasa di Pertengahan Juni

Kementerian Kesehatan memperkirakan laporan puncak kasus COVID-19 usai Lebaran tidak akan setinggi pada agenda liburan sebelumnya.

Tiongkok Bantah Tuduhan Persenjatai Rusia dalam Serangan ke Ukraina
Dunia
Tiongkok Bantah Tuduhan Persenjatai Rusia dalam Serangan ke Ukraina

Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) pada Senin (14/3) menolak tuduhan mempersenjatai Rusia terkait konflik dengan Ukraina.

Mulai 28 April 2022, Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Dilarang
Indonesia
Mulai 28 April 2022, Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Dilarang

Pemerintah akan mulai melarang ekspor bahan baku minyak goreng pada Kamis, 28 April, pukul 00.00 WIB.

Pemberlakuan PPN Sembako Dinilai Berdampak Buruk Bagi Perekonomian Indonesia
Indonesia
Pemberlakuan PPN Sembako Dinilai Berdampak Buruk Bagi Perekonomian Indonesia

"Tetapi juga akan berdampak buruk kepada perekonomian Indonesia secara umum,” ujar Felippa

Demokrat Minta Pemerintah Beri Solusi Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Kedelai
Indonesia
Demokrat Minta Pemerintah Beri Solusi Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Kedelai

Harga kedelai dari yang semula hanya sekitar Rp 8.000 per kilogram, kini sudah menyentuh Rp 12.000.

Demokrat Kritik Eks Tim Sukses Jokowi Jadi Ketua Seleksi Anggota KPU-Bawaslu
Indonesia
Demokrat Kritik Eks Tim Sukses Jokowi Jadi Ketua Seleksi Anggota KPU-Bawaslu

Jika pansel yang terpilih tidak bisa menjaga netralitas tersebut dalam menentukan proses seleksi penyelenggara tentu ini tidak boleh dibiarkan

Pembayaran Ditunda, PHRI Setuju Isolasi di Hotel Dihentikan
Indonesia
Pembayaran Ditunda, PHRI Setuju Isolasi di Hotel Dihentikan

Pembayaran menjadi hal yang sangat sensitif di saat industri hotel dalam situasi yang kurang baik semenjak adanya pandemi COVID-19.

Cerita Warga Afghanistan soal Pemandangan Mengerikan di Bandara Kabul
Indonesia
Cerita Warga Afghanistan soal Pemandangan Mengerikan di Bandara Kabul

Warga Afghanistan yang tiba di Jerman menceritakan pengalaman mengerikan di bandara Kabul sebelum mereka dievakuasi ke tempat aman, dan menyatakan kekhawatiran atas kehidupan orang-orang terkasih yang mereka tinggalkan.