Aniaya Junior hingga Tewas, Lima Taruna PIP Semarang Jadi Tersangka Lima taruna PIP Semarang tersangka penganiyaan yang menewaskan juniornya saat pers rilis di Mapolrestabes Semarang, Jumat. (ANTARA/ I.C.Senjaya)

MerahPutih.com - Lima taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang ditetapkan sebaga tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Zidan Muhammad Faza, taruna yang merupakan junior kelima pelaku.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol.Irwan Anwar menjelaskan, penganiayaan yang menewaskan Zidan terungkap setelah polisi mengungkap adanya kejanggalan terhadap laporan awal penyebab kejadian itu.

Baca Juga

Ini Kata Ahok Soal Kasus Dugaan Penganiayaan Jerat Anaknya

"Jadi penyidik menemukan keganjilan saat menghimpun keterangan pada laporan awal kejadian itu," ujarnya di Semarang, Jumat (10/9).

laporan awal tewasnya Zidan disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan salah seorang pelaku yang bernama Caecar Richardo Bintang Samudra Tampubolon.

Tersangka mengaku memukul korban setelah terlibat kecelakaan hingga akhirnya meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.

Dalam penyidikannya, polisi menemukan sejumlah kejanggalan ketika menghimpun bukti dan keterangan dari para saksi.

Ilustrasi. Foto: BNN/ist.
Ilustrasi penganiayaan. Foto: BNN/ist.

Beberapa kejanggalan tersebut, lanjut dia, warga di sekitar lokasi tentang terjadinya kecelakaan antara korban dan pelaku ternyata menyebut tidak pernah ada peristiwa itu.

Selain itu, polisi juga mendapati rekaman CCTV rumah sakit yang menunjukkan bahwa korban dibawa oleh banyak rekannya untuk mendapatkan perawatan.

Dari berbagai keterangan dan bukti yang diperoleh, korban ternyata dianiaya oleh lima seniornya itu di luar lingkungan kampus.

Kelima senior pelaku penganiayaan yang menewaskan Zidan tersebut masing-masing Caecar Richardo Bintang Samudra Tampubolon, Aris Riyanto, Andre Arsprilla Arief, Albert Jonathan Ompu Sungu, dan Budi Dharmawan.

Dari keterangan pelaku, korban dianiaya di Mess Indo Raya di daerah Genukkrajan, Semarang.

Korban dianiaya ketika para seniornya itu mengumpulkan para adik kelasnya di luar kampus untuk pembinaan.

Dari pemeriksaan, tersangka Caecar menyatakan siap bertanggung jawab atas kejadian itu dengan berpura-pura membuat cerita seolah-olah terjadi kecelakaan yang memicu penganiayaan itu.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menewaskan orang lain. (*)

Baca Juga

Putra Ahok Dilaporkan Kasus Penganiayaan Perempuan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Perusahaan yang Paksa Karyawannya ke Kantor Saat PPKM Darurat Siap-Siap Dipidana
Indonesia
Perusahaan yang Paksa Karyawannya ke Kantor Saat PPKM Darurat Siap-Siap Dipidana

Polisi menemukan sejumlah perusahaan nonesensial yang berada di Jakarta masih mempekerjakan karyawannya

MUI Apresiasi Pertemuan Amien Rais dengan Presiden Jokowi
Indonesia
MUI Apresiasi Pertemuan Amien Rais dengan Presiden Jokowi

Menurut Abbas, momentum tersebut luar biasa mengingat selama ini pendiri Partai Ummat itu kerap mengkritik habis Jokowi.

Sejumlah Perjalanan Kereta Api dari Yogyakarta ke Jakarta Dibatalkan
Indonesia
Sejumlah Perjalanan Kereta Api dari Yogyakarta ke Jakarta Dibatalkan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 membatalkan sejumlah perjalanan kereta api dari Yogyakarta menuju DKI Jakarta akibat banjir di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

PLN Siapkan Daya 74,7 MW Sebagai Cadangan Saat PON Papua
Indonesia
PLN Siapkan Daya 74,7 MW Sebagai Cadangan Saat PON Papua

Selama periode siaga pada 18 September-15 Oktober 2021, PLN akan menyiagakan 1.574 personel di 45 lokasi pertandingan

Polisi Buka Kemungkinan Buka-Tutup Jalan Ring 1 dan 2 di Bandung Saat 'Weekday'
Indonesia
Polisi Buka Kemungkinan Buka-Tutup Jalan Ring 1 dan 2 di Bandung Saat 'Weekday'

Adapun penutupan jalan pada akhir pekan itu, dilakukan dua kali

3,5 Juta Pekerja Bakal Divaksin Lewat Program Imunisasi Mandiri
Indonesia
3,5 Juta Pekerja Bakal Divaksin Lewat Program Imunisasi Mandiri

"Kami, diberikan tanggung jawab untuk membantu 20 juta vaksin dari total yang pemerintah berikan yaitu 175 juta vaksin," kata Anindya.

Pemprov DKI Hapus Denda Progresif Pelanggar Prokes
Indonesia
Pemprov DKI Hapus Denda Progresif Pelanggar Prokes

Pelanggar prokes akan didenda Rp250 ribu

Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Mendaftar di Semua Sekolah Kota Bandung
Indonesia
Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Mendaftar di Semua Sekolah Kota Bandung

Bagi calon peserta jalur afirmasi PDBK yang akan mendaftar ke sekolah tujuan perlu dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung.

MUI Serahkan Bantuan Rp19,3 Miliar untuk Pembangunan RS Indonesia Hebron
Indonesia
MUI Serahkan Bantuan Rp19,3 Miliar untuk Pembangunan RS Indonesia Hebron

MUI menyerahkan bantuan kemanusiaan tahap pertama sebesar Rp19,3 miliar kepada Duta Besar Negara Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun.

Nasional Tembus 1 Juta Kasus, DKI Hari Ini Sumbang 2.314 Orang Positif
Indonesia
Nasional Tembus 1 Juta Kasus, DKI Hari Ini Sumbang 2.314 Orang Positif

Dengan positivity rate 15,5 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 2.314 jiwa.