Teknologi
Kebijakan Baru YouTube Turunkan Jumlah Video Hoaks Fitur kebijakan YouTube ampuh menekan angka berita hoaks (Foto: pixabay/tymonozymblewski)

SEBUAH penelitian baru menemukan kebijakan yang diterapkan YouTube untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks rupanya berdampak signifikan pada jumlah video misinformasi di Facebook dan Twitter.

Seperti yang dilansir dari laman Engadget, temuan tersebut berasal dari sebuah laporan tim peneliti Pusat Media Sosial dan Politik di Universitas New York.

Baca Juga:

YouTube Siapkan Dana Segar Untuk Saingi TikTok

Pada gelaran pemilu Amerika Serikat 3 Novembe 2020, peneliti tersebut mencatat bahwa adanya peningkatan yang luar biasa video hoaks di YouTube yang dibagikan di Twitter. Bahkan, pada bulan yang sama video hoaks mewakili sekitar sepertiga dari seluruh video terkait pemilu, yan dibagikan di platform.

Banyaknya hoaks membuat YouTube mengmbil langkah tegas (Foto: pixabay/stocksnap)

Kemudian, paska tanggal 8 Desember 2020 satu bulan seetalh pemilu AS, YouTube mengumumkan bahwa akan menghapus video yang menuduh penipuan pemilu, serta video yang memanipulasi hasil pemungutan suara. Saat itu, ada penurunan signifikan tentang klaim pemilu yang menyesatkan di Twitter.

Pada jangka waktu tersebut, jumlah video hoaks alias berita bohong terkait pemilu yang dibadikan di Twitter dari YouTube, turun menjadi dibawah 20 persen.

Jumlah tersebut kian menurun setelah kerusuhan di Capitol Amerika Serikat, saat YouTube mengatakan akan memblokir saluran apapun yang menyebarkan hoaks tentang hasil pemilu.

Kala itu, Presiden AS Joe Biden melakukan sumpah jabatan di 20 Januari 2021. Hanya sekitar 5 persen dari seluruh video hoaks pemilu di Twitter, yang berasal dari YouTube.

Menariknya, peneliti juga melihat tren yang sama terjadi pada Facebook. Karena sebelum keputusan kebijakan YouTube 8 Desember 2020, ada setidaknya 18 persen dari seluruh video yang dibagikan pada platform tersebut tentang hoaks pemilu. Lalu menjelang pelantikan Presiden AS, jumlah tersebut turun menjadi 4 persen.

Kebijakan YouTube sukses menekan angka hoaks (Foto: pixabay/unsplash kon karampelas)

Sebelum keputusan kebijakan YouTube pada 8 Desember 2020, ada sekitar 18% dari semua video yang dibagikan di platform terkait dengan teori palsu pemilu. Menjelang hari pelantikan Presiden AS, jumlah itu turun menjadi 4%.

Baca Juga:

Rusia akan Larang Facebook, Twitter, dan YouTube

Tim peneliti di Universitas New York mengumpulkan sampel acak 10 persen dari semua tweet setiap harinya, kemudian mengisolasi yang terhubung ke video YouTube. Tim menemukan hal yang sama pada Facebook dengan menggunakan alat CrowdTangle perusahaan.

Temuan menarik itu menyoroti peran besar yang dimainkan YouTube, dalam bagaimana informasi dibagikan pada saat ini. Sebagai salah satu platform video paling terkenal di Internet, YouTube mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk membentuk opini politik. Karena, kebijakan yang diambil bisa sangat baik atau sangat merugikan.

Kepada The Times, seorang peneliti di Center for Social Media and Politics, Megan Brown, menuturkan, ini merupakan bagian besar dari ekosistem informasi. Disaat platform YouTube menjadi lebih sehat, maka yang lain juga melakukannya. (Ryn)

Baca Juga:

YouTube Telah Keluarkan Lebih dari Rp422 Triliun untuk Kreator

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rencana Eksentrik Bill Gates: Menutup Matahari
Hiburan & Gaya Hidup
Rencana Eksentrik Bill Gates: Menutup Matahari

Agar planet Bumi menjadi lebih dingin.

Pilihan Sepatu yang Cocok Dipadukan dengan Celana Wide Leg
Fashion
Pilihan Sepatu yang Cocok Dipadukan dengan Celana Wide Leg

Menemukan sepatu yang cocok untuk dipadukan denan celana model wide-leg, menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang.

Single Pamungkas ‘Babang Tamvan’ dari Kangen Band
ShowBiz
Single Pamungkas ‘Babang Tamvan’ dari Kangen Band

Kali ini mereka kembali mempersembahkan salah satu karya terbaiknya yang terinspirasi dari perjalanan hidup seorang Andhika Mahesa.

Jadi 'Salmon' demi Sushi Gratis
Fun
Jadi 'Salmon' demi Sushi Gratis

Mereka yang bernama Salmon dapat menerima makanan gratis.

5 Kegiatan Seru di Chinatown Singapura
Fun
5 Kegiatan Seru di Chinatown Singapura

Chinatown Singapura punya banyak lokasi untuk dikunjungi.

Film Dokumenter Pink Berjudul 'All I Know So Far' akan Segera Rilis
ShowBiz
Film Dokumenter Pink Berjudul 'All I Know So Far' akan Segera Rilis

Film dokumenter 'All I Know So Far' akan rilis pada 21 Mei 2021.

Ria Ricis Dapat Kado Pernikahan dari dr. Oky Pratama
ShowBiz
Ria Ricis Dapat Kado Pernikahan dari dr. Oky Pratama

Hadiah tersebut bernilai miliaran rupiah.

Clairo Rilis ‘Blouse’ Single Pembuka untuk Album Terbaru
ShowBiz
Clairo Rilis ‘Blouse’ Single Pembuka untuk Album Terbaru

Lagu pembuka Blouse ini menjadi sajian terbaru dari Clairo yang bisa terbilang cukup kompleks.

Zoom Dibuat Berbayar, Legislator Rusia Serukan Pemblokiran
Fun
Zoom Dibuat Berbayar, Legislator Rusia Serukan Pemblokiran

Distributor platform konferensi video tersebut ingin menjual langganan ke institusi pemerintah di sana.

Bagaimana Kedai Kopi Bertahan di Masa Pandemi?
Fun
Bagaimana Kedai Kopi Bertahan di Masa Pandemi?

Kedai kopi menyesuaikan pola bisnis untuk tetap bertahan.