Angka Sebaran COVID-19 Turun, Jatim Siap Pembelajaran Tatap Muka Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/Alexandra_Koch)

MerahPutih.com - Beberapa sekolah di Surabaya sudah memulai menerapkan pembelajaran tatap muka dengan mengindahkan protokol kesehatan.

Hal tersebut memungkinkan karena kurva penyebaran COVID-19 menurun drastis. Namun pada penerapan pembelajaran tatap muka tersebut, harus memberlakukan batasan jumlah kehadiran siswa.

SMK Dr Sutomo Surabaya menjadi salah satu sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka dengan memberlakukan pembatasan tertentu.

Baca Juga:

AMSI Jatim Gandeng Google Cek Fakta Hoaks Debat Publik Pilkada Surabaya 2020

Juliantono Hadi, Kepala Sekolah SMK Dr Soetomo menyampaikan, sekolahnya sudah menerapkan pembelajaran tatap muka mulai September lalu.

"Penerapan sistem pembelajaran tatap muka ini untuk mensolusikan kejenuhan para siswa yang kerap belajar melalui online dan menatap laptop setiap harinya. Dengan cara ini kami mengakomodir kejenuhan tersebut," papar Juliantono saat Forum Group Discussion "Pesan Ibu Di Sekolah" yang digelar Harian Surya via Zoom, Sabtu (21/11).

Ia menambahkan, di bulan November ini, siswa masuk tiga kali dalam seminggu dengan durasi tiga jam.

"Jadi dengan sistem seperti itu tidak ada jam istirahat. Usai siswa melalui jam belajar, siswa diwajibkan langsung pulang ke rumah," tandas Juliantono.

Hal yang sama juga disampaikan Yohana Kepala Sekolah SMK Mater Ambilis Surabaya bahwa di sekolahnya pun mulai menerapkan pembelajaran tatap muka mulai November.

"Sekolah kami sekolah kejuruan, dan untuk menerapkan pembelajaran saring ini masih kurang efektif. Apalagi kami sekolah kejuruan di bidang perhotelan, jadi untuk kadar prakteknya harus sedikit dominan," paparnya.

Forum Group Discussion "Pesan Ibu Di Sekolah" yang digelar Harian Surya via zoom, Sabtu (21/11). (Foto: MP/Andika Eldon)
Forum Group Discussion "Pesan Ibu Di Sekolah" yang digelar Harian Surya via zoom, Sabtu (21/11). (Foto: MP/Andika Eldon)

Bahkan, lanjutnya, para guru SMK Mater Ambilis diberlakukan pembatasan waktu dengan para siswa.

"Siswa berkonsultasi dengan para guru diberi batasan waktu 15 menit di setiap harinya. Dan itu pun bergantian," terang Sr Yohana.

Selain itu, untuk penerapan prokes, pihaknya memberlakukan cuci tangan sebelum masuk kelas, pengukuran suhu badan, kewajiban memakai masker di dalam kelas dan yang terbaru adalah pengecekan penciuman untuk setiap siswa.

"Untuk cek penciuman bau pada siswa ini merupakan solusi efektif mendeteksi gejala COVID-19 lebih dini. Sebab, anak muda memang banyak yang nampak sehat, namun yang dikhawatirkan adalah mereka yang berstatus orang tanpa gejala (OTG)," ucapnya.

Jumlah siswa dibatasi 15 orang di setiap kelas. Praktek di dapur hanya 12 siswa. Mereka wajib ganti baju sebagai aturan.

"Hal ini kita lakukan karena salah satunya letak sekolah kami terdekat dengan lokasi zona merah, langkah ini jadi solusinya," tegas Sr Yohana.

Di sisi lain, Makhyan Jibril Al Faraby, tenaga ahli Satgas COVID-19 Jatim mengutarakan, penanganan corona masih belajar sambil berjalan. Belum ada standar baku untuk menekan angka penyebaran.

"Jadi langkah penekanan penyebaran COVID-19 di dunia ini ibarat learning by doing. Kita semua belajar dari pengalaman untuk menekan sebaran virus corona ini," tutur Makhyan.

Dari beberapa metode penekanan penyebaran tersebut, lanjutnya, baik melalui penerapan prokes hingga operasi yustisi di Jatim ini ternyata berhasil menekan perkembangan COVID-19 secara signifikan.

"Di Jatim sendiri kadar perkembangan COVID-19 ini makin mengecil hingga 4,3 persen, sedangkan secara nasional duduk di angka 12 persen," bebernya.

Menurutnya, menanamkan kesasaran ini memang butuh waktu. Edukasinya pun harus kontinyu.

"Salah satu penurunan kasus COVID-19 di Jatim ini lantaran edukasi yang mengandung instruksi. Halnya, dengan kampanye selebaran atau meida informasi yang mengandung instruksi itu efektif," katanya.

Baca Juga:

Irjen Pol Nico Afinta Diangkat Sebagai Kapolda Jatim

Terkait pembelajaran tatap muka, Makhyan mengungkapkan, di Jatim ini sudah diperbolehkan. Sebab diketahui, kurva penyebaran COVID-19 menurun drastis, namun tetap dengan prokes.

"Untuk pembelajaran tatap muka, setiap sekolah setidaknya membuka kapasitas siswa masuk 25 persen dahulu dari jumlah total. Jika kurva membaik, boleh 50 persen dan seterusnya namun tetap pelan dan waspada," imbuhnya.

Makhyan juga menyampaikan bahwa mulai tahun 2021 Mendiknas juga memperbolehkan untuk sekolah menerapkan belajar tatap muka.

"Semoga dalam dekat ini penyebaran COVID-19 akan menurun drastis diiringi tingkat kesembuhan yang meningkat, agar semua aspek kehidupan negara ini kembali seperti sedia kala," pungkas Makhyan. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca Juga:

Terkait UMP Jatim, Muncul Paham Berseberangan di Tubuh SPSI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: TMII Diambil Pemerintah dan Bakal Dijual ke Tiongkok
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: TMII Diambil Pemerintah dan Bakal Dijual ke Tiongkok

Akun Facebook Dina Mariana (fb.com/100065166220453) pada 10 April 2021 mengunggah gambar tangkapan layar artikel berita Kompas yang berjudul “Ambil Alih Pengelolaan TMII, Pemerintah Bakal Serahkan ke Pihak Lain”.

TNI Kebut Vaksinasi di Perbatasan RI-Papua Nugini
Indonesia
TNI Kebut Vaksinasi di Perbatasan RI-Papua Nugini

Kodim 1711/BVD sebagai satuan komando kewilayahan sudah mengambil langkah dan upaya konkret melalui jajaran koramil untuk mendukung pemerintah daerah dalam rangka mempercepat penanganan penyebaran virus Corona di wilayah Boven Digoel.

AP II Bikin Posko Verifikasi Penumpang Pesawat Saat Larangan Mudik
Indonesia
AP II Bikin Posko Verifikasi Penumpang Pesawat Saat Larangan Mudik

Penumpang yang boleh melakukan perjalanan dengan pesawat pada periode itu adalah pelaku perjalanan dengan tujuan khusus.

Satpol PP DKI Minta FPI Turunkan Baliho Rizieq Shihab
Indonesia
Satpol PP DKI Minta FPI Turunkan Baliho Rizieq Shihab

Apabila tak secepatnya dicopot, ancam Arifin, pihaknya bersama aparat TNI bakal menurunkan baliho yang masih terpasang di ibu kota.

Nelayan Lihat Benda Jatuh dan Dengar Dua Kali Ledakan di Dekat Pulau Lancang
Indonesia
Nelayan Lihat Benda Jatuh dan Dengar Dua Kali Ledakan di Dekat Pulau Lancang

Mendapat laporan tersebut, beberapa pihak langsung bergerak ke perairan Pulau Lancang

[Hoaks atau Fakta]: Pembatalan Haji Karena Indonesia Belum Bayar Tagihan
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Pembatalan Haji Karena Indonesia Belum Bayar Tagihan

Dikabarkan, pemerintah Arab Saudi belum mengundang Pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang penyelenggaraan ibadah haji 2021.

[HOAKS atau FAKTA]: Siswa SMA di Papua Tewas Ditembak Aparat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa SMA di Papua Tewas Ditembak Aparat

Dalam unggahan tersebut juga memuat sebuah video yang berisikan kondisi korban yang terbaring dan keluarga korban yang mengelilinginya.

[Hoaks atau Fakta]: 10 Juta Perempuan Jomlo, Rusia Wajibkan Poligami
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: 10 Juta Perempuan Jomlo, Rusia Wajibkan Poligami

Klaim yang menyebutkan tentang pewajiban poligami oleh Pemerintah Rusia, berasal dari usulan salah seorang politisi negara tersebut pada 2006 lalu.

[HOAKS atau FAKTA]: Ada Halte Berbentuk Palu Arit di Cileungsi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Halte Berbentuk Palu Arit di Cileungsi

Akun Facebook Chasper membagikan gambar hasil tangkapan layar yang memperlihatkan sebuah halte dengan bentuk menyerupai logo palu arit di Cileungsi, Jawa Barat.

UMKM Juga Bisa Daftar Vaksin Gotong Royong
Indonesia
UMKM Juga Bisa Daftar Vaksin Gotong Royong

Pemerintah menggulirkan program Vaksinasi Gotong Royong untuk perusahaan yang ingin memvaksin karyawan.