Anggun C Sasmi Tetap Rendah Hati di Tengah Popularitasnya yang Mendunia Anggun Cipta Sasmi. (Foto: Instagram/anggun_official)

MESKI telah "go international", pelantun lagu "Snow on the Sahara", Anggun Cipta Sasmi, tetap rendah hati. Ia juga masih peduli pada perkembangan musik Tanah Air.

Saat dimintai pendapatnya tentang para pendatang baru di kancah musik Tanah Air, ia masih dapat memberi penilaian. Bahkan, ia juga mengenal nama-nama pendatang baru seperti Raisa dan Isyana.

"Mereka bagus. Mereka talented sekali. Cantik, lagi. Suaranya ada 'something'-nya," ujar Anggun.

Bagi Anggun, hal pertama yang selalu ia perhatikan dari penyanyi ialah warna suara. "Bukan melulu tentang teknik karena teknik semua orang bisa belajar. Warna suara itu seperti finger print. Jadi itu yang membedakan antara penyanyi satu dengan penyanyi lain," tambahnya.

Meski begitu, pelantun "Mimpi" tersebut tidak menyarankan Raisa dan Isyana berkarier di kancah internasional serta mengikuti caranya hijrah ke luar negeri. Selain rendah hati, Anggun juga menghargai perbedaan. Baginya, setiap orang memiliki impian berbeda. Jadi, impiannya Anggun belum tentu sama dengan dua pendatang baru itu. Begitu pula dengan cara menggapai impian.

Anggun juga menekankan agar setiap orang dapat menghargai proses karier orang lain. Berkarier di Indonesia, menurutnya, bukan hal mudah. Ia tahu betul kerja keras seorang penyanyi agar dapat berhasil di industri musik Indonesia.

Go international

Penyanyi kelahiran Jakarta ini telah malang melintang di industri musik Tanah Air sejak 1980. Ia meninggalkan Indonesia pada 1994 dan pindah ke Prancis. Walaupun telah populer di negaranya, Anggun rela membangun karier internasional dari bawah.

Perjuangannya untuk "go international" tidak mudah. Namun, Anggun berhasil merekam album internasional pertamanya yang berjudul "Snow on the Sahara" yang dirilis pada 1997.

"Coba-coba kenalan dengan pemain bas pemain gitar. Bikin lagu sama mereka," kenang Anggun.

Saat ini, menurut Anggun, "go internasional" tidak lagi sama seperti dirinya dulu. Dengan menggunakan teknologi, mengunggah video di YouTube, orang sekarang lebih cepat dikenal. Seperti Justin Bieber dulu.

"Sekarang bedanya kalau sudah punya materi lagu tinggal diunggah di SoundCloud. Terus didengar orang, label. Tiba-tiba labelnya berminat, malah mereka yang telepon," kata Anggun.

"Sekarang sebenarnya tinggal menggunakan teknologi, dan dengan kerja keras dan ide yang bagus bisa membuat kamu dilirik sama orang," lanjut dia.

Album Terbaru

Sukses dengan album berbahasa Inggris pertamanya, "Snow on the Sahara", Anggun merilis empat album lainnya yang berbahasa Inggris dan Prancis. Album terakhirnya ialah Echoes atau Echos dalam bahasa Prancis, yang dirilis pada 2011.

Baru-baru ini Anggun mengungkapkan pula kalau ia akan kembali merilis album berbahasa Inggris terbaru akhir 2017 ini.

"Lirik-liriknya enggak melulu tentang aku, tapi lebih tentang sekeliling," ujar Anggun.

Saat menulis lirik lagu, Anggun mengaku mendapatkan ide dari mana saja. Tak terkecuali dari pengalaman pribadinya, terutama saat ia melancong. (*)

Sumber: ANTARA

Dapatkan juga informasi lain tentang Anggun Cipta Sasmi pada artikel 7 Fakta Tentang Anggun C Sasmi.



Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH