Anggota Polri dan TNI Terlibat Kasus Pencurian Kabel Telkom di Solo Plt Kapolresta Surakarta Kombes Pol Alfian Nurrizal. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Sejumlah anggota Polri dan TNI diduga terlibat kasus pencurian kabel PT Telkom di Solo, Jawa Tengah. Kejadian itu terjadi di kawasan Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Plt Kapolresta Surakarta Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (27/10), pada pukul 01.00 WIB.

Akibat kejadian itu, sejumlah anggota Polri dan TNI ditangkap.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Panglima TNI Turun Tangan Dalam Kasus Ferdy Sambo

"Penangkapan dilakukan beserta sekelompok sindikat pencurian kabel dari Bekasi, saat melakukan aksinya di Solo," kata Alfian di Mapolresta Surakarta, Selasa (4/10).

Alfian mengatakan, total ada 11 tersangka dalam kasus pencurian ini. Untuk perinciannya tiga orang oknum polisi, satu oknum TNI, dan sisanya warga sipil.

Ketiga anggota polisi tersebut, lanjut dia, masing-masing berinisial MP, U dan AS, dan tersangka warga sipil berinisial masing-masing DD, L, S, M, G , E dan L. Sedangkan untuk anggota TNI saat ini menjalani pemeriksaan dari Denpom IV/4 Solo.

"Sindikat ini kita ketahui telah dua kali melakukan aksi pencurian di kawasan Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo," katanya.

Baca Juga:

Peringatan HUT ke-77 TNI Pamerkan Ranpur Teranyar

Ia menjelaskan untuk peran oknum Polri, melakukan tindakan persiapan untuk kegiatan mengambil kegiatan kabel Telkom. Dari hasil penyidikan, untuk kasus yang pertama kerugian yang ditaksir Rp 50 juta.

"Kami masih kembangkan siapa yang penadah barang curian itu," kata Alfian.

Ia mengatakan, barang bukti yang diamankan ada sebuah empat kendaraan roda empat, tujuh buah linggis, empat buah pasak, tiga buah palu, satu buah kapak, satu buah cangkul dan rantai besi.

Tersangka kita kenakan Pasal 363 KUHP junto 55 tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya maksimal 7 tahun. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

HUT Ke-77 TNI Digelar di Istana Merdeka

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Perpres BBM Perlu Perbaiki Distribusi Bahan Bakar Bersubsidi
Indonesia
Perpres BBM Perlu Perbaiki Distribusi Bahan Bakar Bersubsidi

Pemerintah akan merevisi Perpres No.191/2014 yang mengatur BBM bersubsidi, diharapkan distribusi BBM bersubsidi kian membaik, sehingga tepat sasaran.

PSI Sebut Formula E di Jakarta Perlu Pawang Anggaran
Indonesia
PSI Sebut Formula E di Jakarta Perlu Pawang Anggaran

Ada persamaan antara perhelatan MotoGP dan Formula E yang rencananya akan digelar di Ancol, Jakarta.

Pertamina Kembali Turunkan Pertamax, Berikut Daftar Harga BBM Terbaru
Indonesia
Pertamina Kembali Turunkan Pertamax, Berikut Daftar Harga BBM Terbaru

PT Pertamina kembali menurunkan harga BBM Pertamax dan Solar nonsubsidi.

Tingkatkan Jumlah Kursi, PPP Sasar Pemilih Perempuan
Indonesia
Tingkatkan Jumlah Kursi, PPP Sasar Pemilih Perempuan

Dalam waktu dekat pengurus DPP akan mendata nama calon legeslatif (caleg) dan kemudian mengevaluasi para caleg yang siap bertarung pada Pemilu 2024 mendatang.

Terima Surat Panggilan DPP PDIP, FX Rudy: Saya Tidak Takut
Indonesia
Terima Surat Panggilan DPP PDIP, FX Rudy: Saya Tidak Takut

FX Rudy mengaku surat panggilan DPP PDIP itu diterimanya pada Selasa (24/10).

Bareskrim Polri akan Memeriksa Kembali Petinggi ACT Hari Ini
Indonesia
Bareskrim Polri akan Memeriksa Kembali Petinggi ACT Hari Ini

Pada hari ini, Selasa (12/7),Bareskrim Polri kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap pengurus dan petinggi ACT.

Megawati Ungkap Alasan Bung Karno Dirikan Lemhannas
Indonesia
Megawati Ungkap Alasan Bung Karno Dirikan Lemhannas

"Saya tanya, "untuk apa bapak, Lemhannas itu?"," tanya Megawati kepada Bung Karno saat itu.

Jokowi Puji Megawati Tidak Grasah-grusuh soal Capres 2024
Indonesia
Jokowi Puji Megawati Tidak Grasah-grusuh soal Capres 2024

"Bu Mega dalam memutuskan betul-betul sangat hati-hati, betul-betul tenang dan tidak grasah grusuh seperti yang lain lainnya," kata Jokowi.

KPK Duga Ada Pihak yang Minta Lukas Enembe Hindari Proses Hukum
Indonesia
KPK Duga Ada Pihak yang Minta Lukas Enembe Hindari Proses Hukum

Ada pihak-pihak yang sengaja membuat opini agar Gubernur Papua Lukas Enembe menghindari proses hukum.

Indonesia-Malaysia Perkuat Teknologi Pertahanan
Indonesia
Indonesia-Malaysia Perkuat Teknologi Pertahanan

Indonesia dan Malaysia harus selalu kompak dan maju bersama untuk perdamaian dunia dan kerja sama yang baik antarnegara