Anggota Polres Wonogiri Ditembak, Ternyata Melakukan Pemerasan pada Warga 15 Kali Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Polresta Surakarta, Jawa Tengah terus mendalami kasus pemerasan yang melibatkan, anggota Polres Wonogiri Bripda PS dan komplotannya.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan komplotan ini telah belasan kali melakukan pemerasan dengan nominal jutaan hingga puluhan juta pada para korbannya.

Baca Juga:

10 Persiapan Wajib Mudik Versi Jenderal Polisi Bintang Dua

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak pihaknya terus mendalami kasus pemerasan yang dilakukan salah satu oknum anggota Polri tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan sementara ini komplotan Bripda PS telah melakukan pemerasan sebanyak 15 belas kali pada warga.

"Lokasi pemerasan di wilayah Soloraya, yakni Boyolali, Klaten, dan Solo. Untuk di luar Soloraya hanya di Semarang," kata Ade, Minggu (24/4)

Dikatakannya, untuk besaran uang yang diminta nominal yang beragam mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Komplotan tersebut sengaja menyasar pengguna hotel melati yang terindikasi melakukan perselingkungan dan sejenisnya.

Baca Juga:

Polisi Usahakan Terapkan Keadilan Restoratif Pada Kasus Pedagang di Bogor Ngadu ke Jokowi

"Jadi para tersangka melakukan pemerasan dengan mendokumentasikan dan kemudian diperas oleh para pelaku. Jika tidak memberi uang yang diminta, pelaku mengancam menyebarkan foto-foto korban," ucap dia.

Ia mengatakan hingga saat ini, kondisi tersangka Bripda PS dan komplotannya dalam kondisi baik dan dalam pengawasan Polresta Surakarta. Total ada empat tersangka warga sipil ditahan.

"Sebanyak empat tersangka yang merupakan warga sipil ditahan di Rutan Klas 1 Surakarta. Untuk Bripda PS jalani perawatan akibat kena luka tembak," katanya.

Ade pun menghimbau jika ada yang merasa menjadi korban pemerasan kelompok ini segera melapor.

Para pelaku sendiri akan dijerat dengan Pasal 368 tentang pemerasan atau Pasal 369 tentang pengancaman atau Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Ford Mustang Mach-E GT Jadi Mobil Patroli Kepolisian Kota New York

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Merapi Alami 120 Kali Gempa Guguran
Indonesia
Merapi Alami 120 Kali Gempa Guguran

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Anggota HIPMI Jaya Angkatan 2022 Capai Rekor Terbanyak
Indonesia
Anggota HIPMI Jaya Angkatan 2022 Capai Rekor Terbanyak

Ada 401 peserta dalam pengukuhan anggota baru Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya angkatan 2022 masa bakti 2021-2024.

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Jadi Pemimpin Satgas Penanganan Krisis Global
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Jadi Pemimpin Satgas Penanganan Krisis Global

Akun TikTok dengan nama pengguna “chikacentil_2551” mengunggah sebuah video yang berisi narasi bahwa Presiden Jokowi dipilih oleh PBB menjadi pemimpin satgas penanganan krisis global.

Naik Terus, Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 2.881 Hari Ini
Indonesia
Naik Terus, Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 2.881 Hari Ini

Bahkan, pada Kamis (7/7) tercatat mengalami kenaikan sebanyak 2.881 kasus baru Corona.

Ali Ngabalin Lapor Polisi Kasus Pencatutan Namanya
Indonesia
Ali Ngabalin Lapor Polisi Kasus Pencatutan Namanya

Ia disebut meminta sumbangan Rp 800 juta kepada Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis.

PKS Ingatkan Pertamina Jangan Main-Main soal Kilang Minyak
Indonesia
PKS Ingatkan Pertamina Jangan Main-Main soal Kilang Minyak

Sudah dua kali dalam satu tahun kilang minyak milik Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terbakar.

Soal Posisi Jokowi di Formula E, Ini Penjelasan Ketua Pelaksana
Indonesia
Soal Posisi Jokowi di Formula E, Ini Penjelasan Ketua Pelaksana

Ia pun menjelaskan soal posisi Jokowi dalam penyelenggaraan Formula E.

Komisi V DPR Minta PT KAI Tambah Perjalanan KA ke Jateng
Indonesia
Komisi V DPR Minta PT KAI Tambah Perjalanan KA ke Jateng

Anggota Komisi V Sadewo meminta pada PT KAI menambah perjalanan kereta api saat Lebaran khususnya wilayah Jawa Tengah.

Ketua DPRD Kota Bekasi Akui Dapat Uang Rp 200 Juta dari Anak Buah Rahmat Effendi
Indonesia
Ketua DPRD Kota Bekasi Akui Dapat Uang Rp 200 Juta dari Anak Buah Rahmat Effendi

Usai diperiksa KPK, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku diserahkan uang senilai Rp 200 juta oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi.

42 Proyek Infrastruktur Dapat Jaminan PT PII
Indonesia
42 Proyek Infrastruktur Dapat Jaminan PT PII

"Sebarannya relatif tersebar di seluruh wilayah Indonesia," ujar Wahid.