Anggota KPU Viryan Aziz Mengaku Positif COVID-19 Anggota KPU RI Viryan Aziz. (ANTARA/Boyke Ledy Watra)

Merahputih.com - Anggota KPU Viryan Aziz mengaku dirinya positif terinfeksi COVID-19. Hal itu diketahui setelah dirinya menerima hasil dari tes usap. "Saya baru menerima hasil 'swab' dan positif COVID-19," ujar Viryan Aziz, Kamis (31/12).

Baca Juga:

Pemkot Jakpus Gelar Dua Titik Rapid Test pada Malam Tahun Baru

Untuk sementara, dirinya menjalani isolasi mandiri di rumah dinasnya sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Viryan menjelaskan pada 26 Desember 2020 dia menjalankan tugas ke Merauke. Kemudian, dalam perjalanan tersebut dia merasa kurang enak badan.

"Tiba di bandara Merauke saya di tes cepat oleh dokter setempat dan hasilnya nonreaktif, dilakukan cek darah diketahui HB rendah dan yang lain normal," ucapnya.

Aktivitas di Merauke dikurangi oleh karena kondisi kesehatannya dan selanjutnya Viryan kembali ke Jakarta pada 29 Desember 2010.

"Kondisi sudah agak baikan. Tiba di rumah suhu tubuh saya berkisar 36-38 derajat, sehingga saya putuskan kemarin malam saya 'swab', hasilnya tadi keluar positif," ungkapnya.

Komisioner KPU Viryan Azis diperiksa KPK terkait suap Wahyu Setiawan dari Harun Masiku
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Azis. Foto: MP/Asropih

Viryan juga menginformasikan kondisinya saat ini. Suhu tubuh masih sekitar 38 derajat dan masih terasa pusing-pusing.

Sebelumnya Ketua KPU Arief Budiman dan anggota Pramono Ubaid Tanthowi yang dinyatakan positif COVID-19 pada September 2020.

Keduanya lalu telah dinyatakan sembuh atau negatif hasil dari pemeriksaan tes usap atau "swab test".

Anggota KPU Ilham Saputra ketika itu mengatakan keduanya telah melaksanakan tes usap, cek darah, dan foto atau scan thorax terakhir pada Jumat, 23 Oktober 2020 di tempat yang berbeda.

"Dari tes usap hari itu, pada Sabtu (24/10) telah diketahui bahwa saudara Pramono telah dinyatakan negatif. Sementara saudara Arief Budiman baru diketahui hasilnya pada hari ini, Senin (26/10) dan hasilnya negatif," kata Ilham dikutip Antara.

Baca Juga:

Menhub Budi Tinjau Pelaksanaan Rapid Test Antigen di Terminal Kampung Rambutan

Kemudian keduanya lanjut dia telah melakukan isolasi selama kurang lebih 35 hari pascadinyatakan terpapar COVID-19.

"Dalam rapat pleno pada hari ini, keduanya telah menyampaikan laporan mengenai perkembangan kesehatan mereka," ujarnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Akibat COVID-19, Kegiatan DPRD DKI Dibatasi
Indonesia
Akibat COVID-19, Kegiatan DPRD DKI Dibatasi

Selama dua pekan itu juga, seluruh bagian gedung akan disterilisasi disinfektan.

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Ternate, Masyarakat Panik dan Keluar Rumah
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Ternate, Masyarakat Panik dan Keluar Rumah

Guncangan tersebut membuat masyarakat setempat panik dan keluar rumah.

Ini Kata Bima Arya Soal Pemanggilannya oleh Jokowi
Indonesia
Ini Kata Bima Arya Soal Pemanggilannya oleh Jokowi

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan dirinya dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Bogor pada Rabu (21/7) sore.

Arus Balik, Pemudik Wajib Bawa Surat Hasil Tes Swab Antigen
Indonesia
Arus Balik, Pemudik Wajib Bawa Surat Hasil Tes Swab Antigen

Operasi Ketupat Jaya ini adalah operasi kemanusiaan

Wapres Maruf Amin Peringatkan Tracing COVID-19 Diperkuat
Indonesia
Wapres Maruf Amin Peringatkan Tracing COVID-19 Diperkuat

Laporan disampaikan secara daring maupun luring

Pemprov DKI Baru Terima Vaksin Gotong Royong 500 Ribu Dosis
Indonesia
Pemprov DKI Baru Terima Vaksin Gotong Royong 500 Ribu Dosis

Ketua DPD Gerindra DKI ini pun mengapresiasi program vaksin gotong royong

Jokowi: RCEP Komitmen Perdamaian, Stabilitas dan Kesejahteraan di Kawasan
Indonesia
Jokowi: RCEP Komitmen Perdamaian, Stabilitas dan Kesejahteraan di Kawasan

Presiden mengatakan, semua negara merasakan bahwa proses perundingan RCEP ini bukanlah sesuatu yang mudah.

Sindir Rizieq, Pangdam Jaya: Kalau Ucapannya Tidak Baik, Tak Pantas Disebut Habib
Indonesia
Sindir Rizieq, Pangdam Jaya: Kalau Ucapannya Tidak Baik, Tak Pantas Disebut Habib

Dudung pun merasa prihatin perihal beberapa isi ceramah seorang tokoh agama yang dinilai tak pantas dilontarkan.