Anggota Komisi IV Soroti Aktivitas Perambahan Hutan Berlebihan Pemicu Beragam Bencana Warga memancing ikan yang akibat banjir lepas ke aliran Sungai Martapura dari Jembatan Pangeran Antasari di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jumat (22/1/2021).(ANTARA/Sukarli)

Merahputih.com - Anggota Komisi IV DPR Hermanto menyoroti adanya aktivitas eksplorasi dan perambahan hutan yang berlebihan oleh sejumlah pihak yang berkontribusi terhadap beragam bencana seperti banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan.

Akar dari permasalahan ini adalah perbuatan pribadi atau korporasi yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kewajibannya, tetapi ingin menikmati hak-hak yang dimiliki.

"Kalau kita tidak memperhatikan bagaimana menjaga lingkungan, hal ini bisa menyebabkan eksplorasi hutan yang berlebih-lebihan yang mengakibatkan terjadinya longsor dan banjir," kata Hermanto dalam keterangannya, Minggu (24/1).

Baca Juga:

Di Tengah Guyuran Hujan, Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Kalsel

Masih ada kasus terkait sektor kehutanan seperti membangun di kawasan air, tidak memperbaiki tebingan, dan tidak memperhatikan ekosistem kawasan hutan di beragam daerah.

Selain itu, adanya kepemilikan lahan di hutan yang sangat eksploratif, yang jumlah penguasaannya sangat luas dan kemudian dieksplorasi sedemikian rupa, juga mengakibatkan eskalasi deforestasi dan mencari manfaat untuk kepentingan korporasi tanpa melakukan reklamasi (reboisasi).

Hermanto mengatakan harus ada kebijakan dan penjelasan yang mendalam mengenai sebab terjadinya peristiwa banjir ini.

"Kita harus melihat sebabnya apa, inilah yang seharusnya kita dalami sehingga informasi terkait faktor, variabel, kendala, dan solusi banjir ini dapat diidentifikasi," katanya.

Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tidak juga surut meski hujan sudah enam hari tidak turun. (ANTARA/Firman)
Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tidak juga surut meski hujan sudah enam hari tidak turun. (ANTARA/Firman)

Menurut dia, persoalan bencana ini sangat multidimensi, aspeknya sangat besar dan luas sehingga tidak bisa dihadapi dengan cara-cara yang reaktif serta harus ada sebuah kebijakan yang komprehensif.

Sebagai penutup, Hermanto mengingatkan pemerintah untuk mengajak rakyat melakukan penanaman kembali pada hutan dan daerah aliran sungai, serta mengingatkan untuk tidak membuat bangunan-bangunan pada pinggir sungai serta tebing yang dapat menyebabkan banjir terulang lagi.

Penyempitan kawasan hutan telah meningkatkan risiko banjir di Kalimantan Selatan menurut hasil analisis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengenai penyebab banjir yang melanda wilayah provinsi itu pada 12-13 Januari 2021.

Analisis LAPAN menunjukkan adanya kontribusi penyusutan hutan 10 tahun terakhir terhadap peningkatan risiko banjir di wilayah Kalimantan Selatan.

Data tutupan lahan menunjukkan bahwa dari tahun 2010 sampai 2020 terjadi penyusutan luas hutan primer, hutan sekunder, sawah, dan semak belukar masing-masing 13 ribu hektare (ha), 116 ribu ha, 146 ribu ha, dan 47 ribu ha di Kalimantan Selatan.

Baca Juga:

Istana Benarkan Mobil Rombongan Presiden Jokowi Terobos Banjir di Kalsel

Sedangkan, sebagaimana dikutip Antara, area perkebunan di wilayah itu menurut data perubahan tutupan lahan luasnya bertambah hingga 219 ribu ha.

"Perubahan penutup lahan dalam 10 tahun ini dapat memberikan gambaran kemungkinan terjadinya banjir di DAS Barito, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu masukan untuk mendukung upaya mitigasi bencana banjir di kemudian hari," kata Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN M Rokhis Khomaruddin. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiongkok Laporkan 32 Kasus Baru Corona, 25 di Ibu Kota Beijing
Dunia
Tiongkok Laporkan 32 Kasus Baru Corona, 25 di Ibu Kota Beijing

Tiongkok tidak mendata pasien tanpa gejala sebagai kasus terkonfirmasi COVID-19.

JK: Kesannya Bertanya Saja Tidak Boleh, Apalagi Mengkritik
Indonesia
JK: Kesannya Bertanya Saja Tidak Boleh, Apalagi Mengkritik

JK mengapresiasi tanggapan yang disampaikan Fadjroel

Presiden Jokowi Berkurban Seekor Sapi Seberat 1,3 Ton untuk Warga Kalteng
Indonesia
Presiden Jokowi Berkurban Seekor Sapi Seberat 1,3 Ton untuk Warga Kalteng

sapi jenis limousin dengan berat sekitar 1,3 ton dan harganya sekitar Rp75 juta

Bamsoet Minta Pemerintah Perluas Jalur Khusus Bersepeda
Indonesia
Bamsoet Minta Pemerintah Perluas Jalur Khusus Bersepeda

Banyak sekali manfaat yang bisa didapat dengan bersepeda

Ini Ancaman Hukuman yang Menanti Rizieq Shihab Cs
Indonesia
Ini Ancaman Hukuman yang Menanti Rizieq Shihab Cs

Rizieq Shihab terancam hukuman penjara setelah dijadikan tersangka dalam kasus pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab.

Ide JHL Group Berikan Penghargaan 'Pahlawan Kemanusiaan' untuk Nakes Dinilai Bentuk Perhatian
Indonesia
Ide JHL Group Berikan Penghargaan 'Pahlawan Kemanusiaan' untuk Nakes Dinilai Bentuk Perhatian

"Memang tepat diberi penghargaan nakes yang meninggal saat menangani pandemi;" jelas Trubus

Strategi Sektor Sumber Daya Energi Hadapi Pandemi COVID-19 Berkepanjangan
Indonesia
Strategi Sektor Sumber Daya Energi Hadapi Pandemi COVID-19 Berkepanjangan

Kementerian ESDM melihat ada gejala penurunan harga komoditas mineral dan batu bara.

Harapan Ketum PBNU di Hari Natal
Indonesia
Harapan Ketum PBNU di Hari Natal

Di hari kelahiran Yesus Kristus, Said mengharapkan bangsa Indonesia dapat hidup secara damai ke depannya.

BPTJ Pastikan Angkutan Jabodetabek tak ada yang Setop Beroperasi Selama PSBB
Indonesia
BPTJ Pastikan Angkutan Jabodetabek tak ada yang Setop Beroperasi Selama PSBB

"Kesepakatan jam operasional mulai pukul 06.00-18.00 WIB,” ungkap Polana

Tak Gentar Dipolisikan, Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 untuk Kepentingan Bangsa
Indonesia
Tak Gentar Dipolisikan, Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 untuk Kepentingan Bangsa

Dia mengungkapkan semua yang dibicarakan dalam video tersebut sudah terbukti berhasil.