Anggota Komisi III DPR Sesalkan Aksi Pembakaran Mapolsek Ciracas Anggota DPR Ahmad Sahroni (Foto: screenshot youtube.com)

MerahPutih.Com - Kasus pembakaran Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur oleh massa tak dikenal mendapat sorotan dari Komisi III DPR. Anggota Komisi III, Ahmad Sahroni menyayangkan aksi perusakan dan pembakaran Mapolsek Ciracas yang diduga dilatari pengroyokan anggota TNI di kawasan Cibubur beberapa hari sebelumnya.

"Saya sangat menyayangkan terjadinya peristiwa pengrusakan Mapolsek Ciracas yang disebut-sebut berlatarbelakang pengeroyokan anggota TNI," kata Sahroni, di Jakarta, Rabu (12/12).

Namun demikian, Ahmad Sahroni mengapresiasi respon cepat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto untuk meredam peristiwa, agar tidak semakin membesar.

"Langkah Kapolda dan Pangdam yang langsung mendatangi lokasi saya nilai upaya positif untuk meredam semakin memanasnya gejolak yang terjadi Rabu dinihari," tuturnya.

Politisi Partai NasDem pun menekankan semua pihak untuk menahan diri terkait peristiwa yang terjadi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polri seperti dijanjikan Kapolda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis
Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Idham Aziz. (MP/Asropih Opih)

Begitu juga untuk proses hukum pengeroyokan anggota TNI oleh sejumlah juru parkir yang disebut-sebut melatarbelakangi peristiwa pengrusakan Polsek Ciracas, harus menjadi perhatian serius Polri.

Ahmad Sahroni sebagaimana dilansir Antara juga meminta semua pihak untuk menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan bersama antara Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.

"Mengenai identitas pengrusak, termasuk apakah ada kaitannya dengan peristiwa pengeroyokan anggota TNI oleh juru parkir sebaiknya menunggu hasil resmi penyelidikan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. Jangan menduga-duga dulu," imbaunya.

Kapolsek Ciracas Jakarta Timur
Kapolsek Ciracas, Kompol Agus Widar (kanan) (tribratanews.restrojaktim.com)

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis usai mengunjungi Polsek Ciracas yang dirusak, mengungkapkan aksi anarkis massa diduga karena mencari tahu soal keberadaan pelaku pemukulan rekannya.

"Kita tidak tahu massa dari mana. Itu massa yang kurang puas atas penanganan kasus yang terjadi sehari sebelumnya. Kemudian, dampak dari ketidakpuasan itu, sebagian massa itu, yang kurang-lebih 200 orang merangsek masuk untuk mengecek apakah benar tahanan yang memukul rekan mereka sudah ditahan," kata Idham.

Kapolda membeberkan, meski Kapolsek Ciracas dan Kapolres Jakarta Timur sudah memberi penjelasan tengah memburu pelaku pemukulan, namun massa masih merasa tidak puas hingga melakukan tindakan anarkis dan merusak sejumlah kendaraan.

Penyelidikan bersama ini meyakinkan POM TNI dan Polda Metro Jaya dilakukan untuk melihat keterkaitan antara pengeroyokan anggota TNI beberapa hari lalu dengan pembakaran Polsek Ciracas.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Hujan Deras, Malam Ini Delapan Kelurahan di Jakarta Barat Siaga III



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH