Anggota ISIS Asal Belgia Kabur dari Tahanan Tentara Belgia berjaga di depan hotel Radisson Blu menyusul serangan fatal di Paris. (Foto: (REUTERS/Youssef Boudlal/djo/15)

MerahPutih.com - Dua anggota ISIS asal Belgia kabur dari tahanan di Suriah Utara dalam serangan Turki melawan pasukan Kurdi di wilayah tersebut. Demikian menurut Kepala Badan Keamanan Belgia dikutip Antara.

Paul Van Tigchelt, Kepala OCAD, mengatakan kepada komisi parlemen bahwa dua pria dan tiga perempuan, baik dari Belgia atau pun yang terkait dengan Belgia, tidak lagi berada di tahanan di salah satu kamp, tempat mereka ditahan di bawah kendali Kurdi sejak kekalahan ISIS oleh pasukan koalisi pimpinan AS pada 2017.

Baca Juga:

Berbaiat ke ISIS, Aulia Berniat Bom Tempat Hiburan Malam

Pejabat Kurdi menyebutkan hampir 800 warga asing berafiliasi dengan ISIS, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, kabur dari kamp Ain Issa di Suriah timur laut setelah serangan Turki dimulai pekan lalu. Ada juga kekhawatiran bahwa para gerilyawan yang ditahan di penjara di daerah kekuasaan Kurdi di Suriah utara dapat lolos.

 Tentara gerilyawan Suriah dukungan Turki mengibarkan bendera oposisi Suriah di kota perbatasan Tal Abyad, Suriah, Senin (14/10/2019). (REUTERS/Khalil Ashawi)
Tentara gerilyawan Suriah dukungan Turki mengibarkan bendera oposisi Suriah di kota perbatasan Tal Abyad, Suriah, Senin (14/10/2019). (REUTERS/Khalil Ashawi)


"Tidak mungkin FTF dapat menjangkau benua Eropa dengan tidak ketahuan atau tidak dikendalikan," kata Van Tigchelt, mengacu akronim "petempur teroris asing", di mana sekitar 55 warga asing di Suriah memilik hubungan dengan Belgia.

Baca Juga:

Wiranto Ditusuk Simpatisan ISIS, Agum Gumelar 'Sentil' Kerja Intelijen

"Ini tidak mungkin, tetapi Anda harus memperjelas bahwa ini bukan tidak mungkin. Dan tidak mungkin selama - misalnya - kesepakatan yang dipegang Turki dengan Uni Eropa berlaku."

Tentara gerilyawan Suriah dukungan Turki mengibarkan bendera oposisi Suriah di kota perbatasan Tal Abyad, Suriah, Senin (14/10/2019). (REUTERS/Khalil Ashawi)
Tentara gerilyawan Suriah dukungan Turki mengibarkan bendera oposisi Suriah di kota perbatasan Tal Abyad, Suriah, Senin (14/10/2019). (REUTERS/Khalil Ashawi)


Uni Eropa dan Turki menghasilkan kesepakatan pada 2016, di mana Turki sepakat untuk membawa pulang migran, menindak perdagangan manusia dan memperbaiki kondisi para pengungsi dengan imbalan bantuan senilai 6 miliar euro dan liberalisasi visa. (*)

Baca Juga:

Tangkap Terduga Teroris di Bekasi, Densus Sita Buku ISIS dan Panduan Jihad


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH