Anggota DPR Ungkit Tuntutan 1 Tahun Bui Apa Sebanding Cacat Seumur Hidup Novel Dua eks anggota Brimob (baju oranye) yang menjadi terdakwa kasus teror penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman menilai tuntutan hukuman satu tahun penjara terhadap dua terdakwa kasus penyerang penyidik KPK Novel Baswedan terlalu ringan. Legislator itu bahkan mengungkit penderitaan Novel yang harus kehilangan fungsi satu matanya akibat ulah pelaku.

"Tuntutan tersebut sangat ringan jika dilihat dari penderitaan yang timbul pada Mas Novel, yakni cacat seumur hidup," kata Habiburokhman kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/6).

Baca Juga:

Tuntutan Ringan Peneror Novel Baswedan Bukti Ada Kepentingan Mafia Korupsi

Politikus Gerindra ini membandingkan tuntutan hukuman pada kasus Novel Baswedan dengan sejumlah kasus penyiraman air keras lain yang ditangani pengadilan negeri lainnya. Dia mencontohkan kasus penyiraman air keras di PN Denpasar yang dituntut 3,5 tahun.

Bahkan, kata dia, ada kasus di PN Bengkulu dan PN Pekalongan yang sama-sama dituntut 10 tahun bui. Menurut dia, tuntutan hukuman terhadap dua penyerang Novel Baswedan semestinya lebih berat dari ketiga kasus tersebut.

"Saya tidak akan mengintervensi jalanya persidangan, tapi logisnya ada pertimbangan agar tuntutan terhadap penyiram Novel lebih berat dari ketiga kasus di atas," tutur Habiburokhman.

novel baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan berbincang dengan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Juru Bicara Gerindra itu pun berharap agar hakim dapat membuat keputusan yang lebih adil sesuai dengan fakta persidangan yang ada. Sebagai anggota Komisi Bidang Hukum DPR dirinya juga akan mempertanyakan perihal tuntutan ringan terhadap Novel ini kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin saat rapat kerja bersama DPR.

"Kita tidak ingin pemberantasan korupsi melemah karena negara tidak bisa maksimal melakukan perlindungan terhadap aparat pemberantas korupsi," tutup anggota dewan itu.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menjelaskan bahwa dua orang penyerang penyidik KPK Novel Baswedan hanya dituntut 1 tahun penjara karena sudah meminta maaf dan menyesali perbuatan.

JPU Kejari Jakarta Utara menuntut 1 tahun penjara terhadap Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette selaku dua orang terdakwa penyerang penyidik KPK Novel Baswedan. Keduanya dinilai terbukti melakukan penganiayaan terencana yang mengakibatkan luka-luka berat. Keduanya dinilai terbukti melakukan dakwaan subsider dari pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Knu)

Baca Juga:

Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
JK Tegaskan Konflik Papua Bisa Diselesaikan
Indonesia
JK Tegaskan Konflik Papua Bisa Diselesaikan

"Berbeda halnya dengan kelompok bersenjata di Papua, ada banyak faksi di sana dan garis komando-nya tidak jelas. Antara satu kabupaten atau kampung lainnya tidak terhubung garis komando," kata JK.

ICW Nilai KPK Era Firli tidak Mau Tangkap Harun Masiku dan Nurhadi
Indonesia
ICW Nilai KPK Era Firli tidak Mau Tangkap Harun Masiku dan Nurhadi

"Waktu pencarian sudah terlalu panjang dan berlarut-larut. Tidak salah jika publik menilai bahwa KPK bukan tidak mampu menangkap mereka, akan tetapi memang tidak mau," tegas Kurnia.

Update COVID-19 DKI 10 April: Total Sembuh 82 Orang, Positif Tambah 178 Kasus
Indonesia
Update COVID-19 DKI 10 April: Total Sembuh 82 Orang, Positif Tambah 178 Kasus

Hingga kini, wilayah Pegadungan masih menjadi kelurahan terbanyak ditemukan pasien corona

Vaksin COVID-19 Diperkirakan Mulai Tersedia Akhir Oktober di Tiongkok
Indonesia
Vaksin COVID-19 Diperkirakan Mulai Tersedia Akhir Oktober di Tiongkok

Vaksin COVID-19 diperkirakan mulai tersedia paling cepat pada akhir bulan Oktober mendatang di Tiongkok.

IDI Minta Pemerintah Buka Identitas Pasien Corona
Indonesia
IDI Minta Pemerintah Buka Identitas Pasien Corona

Seperti beberapa kepala daerah yang positif juga membuka status kesehatannya

Mahfud MD Ungkap Detik-detik Operasi Senyap Skenario Penangkapan Djoko Tjandra
Indonesia
Mahfud MD Ungkap Detik-detik Operasi Senyap Skenario Penangkapan Djoko Tjandra

Ia mengakui, Kabareskrim sempat datang ke kantornya untuk berdiskusi soal langkah penangkapan.

10 Nakes RSUD dan Puskesmas di Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
10 Nakes RSUD dan Puskesmas di Solo Terpapar COVID-19

"Temuan ini berdasarkan hasil tracing pasien nakes sebelumnya. Kami lakukan tes swab ternyata positif," kata Ning

Sehari Tambah 1.693, Total Kasus Positif COVID-19 Indonesia Capai 128 Ribu
Indonesia
Sehari Tambah 1.693, Total Kasus Positif COVID-19 Indonesia Capai 128 Ribu

Untuk pasien meninggal pada hari ini berjumlah 59 orang dan total akumulatif ada 5.824 orang.

Korek GM Waskita Beton, KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Proyek Fiktif
Indonesia
Korek GM Waskita Beton, KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Proyek Fiktif

KPK sudah memeriksa General Manager Akuntansi PT Waskita Beton Prescast, Dwi Anggoro Setiawan.

Rumah Ibadah di Jakarta Besok Bisa Dipergunakan, Tapi Ada Syaratnya
Indonesia
Rumah Ibadah di Jakarta Besok Bisa Dipergunakan, Tapi Ada Syaratnya

Anies berhadap agar pengelola tempat ibadah bisa mematuhi aturan yang ada