Anggota DPR Minta Menkes Terbuka Soal Jumlah Alat dan Pasien Dites Corona Warga memeriksakan kesehatan di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa (3/3/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

MerahPutih.com - Anggota Komisi IX DPR Dewi Aryani meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terbuka soal jumlah alat tes dan pasien yang sudah dites karena diduga terjangkit virus corona (COVID-19).

"Menkes sebaiknya jujur ada berapa jumlah alatnya dan berapa jumlah pasien yang sudah dites dalam beberapa waktu ini," kata Dewi di Jakarta, Selasa (10/3).

Baca Juga:

Kasus Ke-27 Virus Corona Masih Misterius, Diduga Penularan Lokal

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu membandingkan dengan Singapura, Korea, dan lain-lain yang sudah melakukan tes kepada puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

"Masak Indonesia hanya melakukan tes kepada sebanyak 300-an orang saja. Tidak masuk akal dengan luasan wilayah dan pintu masuk ke negara ini yang begitu banyak dan beragam. Something is just not right," ujar Dewi seperti dikutip Antara.

Anggota Komisi IX (Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan) DPR RI Dewi Aryani. (ANTARA/dokumentasi pribadi)
Anggota Komisi IX (Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan) DPR RI Dewi Aryani. (ANTARA/dokumentasi pribadi)

Berdasar temuan di lapangan, lanjut Dewi, prosedur dan proses yang dilakukan dalam melakukan tes terhadap pasien memakan waktu 3-5 hari. Semua tes swab pasien dikirim ke Kemenkes untuk diuji dan hasilnya dikembalikan lagi ke rumah sakit rujukan dengan rentang waktu antara 3 hingga 5 hari.

Baca Juga:

Kisah Pelajar Indonesia Berjuang Menghadapi Corona di Tiongkok

"Itu pun masih di wilayah Pulau Jawa. Bagaimana jika rumah sakit rujukan berada di luar Pulau Jawa dengan lokasi yang jauh dari pusat kota dan bandara?" ujar Dewi.

Oleh karena itu, Dewi meminta pemerintah lebih terbuka dan jika memang dibutuhkan hendaknya segera melakukan langkah cepat untuk menambah alat dan menambah jumlah orang yang dites.

"Bukan untuk membuat panik, tapi lakukan secara proporsional merata di semua provinsi. Jangan anggap sepele dan santai menyikapi hal ini," tandas Dewi. (*)

Baca Juga:

Virus Corona 'Tumbangkan' Penjualan iPhone dan Android

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
'Kecoak Laut Raksasa' Ditemukan di Laut Dalam Selat Sunda
Indonesia
'Kecoak Laut Raksasa' Ditemukan di Laut Dalam Selat Sunda

Penemuan jenis baru Bathynomus raksasa ini telah dipublikasikan pada jurnal ZooKeys tanggal 8 Juli 2020.

KTT G20 Digelar Virtual Bulan Depan
Indonesia
KTT G20 Digelar Virtual Bulan Depan

G20 juga telah menyuntikkan dana sebesar 11 triliun dolar AS

Komunitas Pers Anggap Maklumat Polri Terkait FPI Berlebihan
Indonesia
Komunitas Pers Anggap Maklumat Polri Terkait FPI Berlebihan

Komunitas Pers menyebut Maklumat Kapolri berkaitan dengan FPI berlebihan. Hal itu tidak sejalan dengan hak masyarakat untuk mendapat dan menyebarkan informasi.

Sekolah di Zona Kuning Dipertimbangkan Dibuka, Peserta Didik Dibatasi Hanya 30 Persen
Indonesia
Sekolah di Zona Kuning Dipertimbangkan Dibuka, Peserta Didik Dibatasi Hanya 30 Persen

Doni yang juga jenderal bintang ini pun sudah menguraikan ketentuan jika sekolah di zona kuning dibuka.

 Romo Magnis Ajak Masyarakat Bangun Sikap Solidaritas di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Romo Magnis Ajak Masyarakat Bangun Sikap Solidaritas di Tengah Pandemi COVID-19

Yang barang kali lebih membuat kita terancam adalah kebangkrutan ekonomi, terutama orang kecil yang kehilangan pekerjaan. Ada ancaman kemiskinan,” ujar Romo Magnis

Legislator Apresiasi Usul JHL Nakes Dapat Penghargaan Pahlawan Kemanusiaan
Indonesia
Legislator Apresiasi Usul JHL Nakes Dapat Penghargaan Pahlawan Kemanusiaan

Jadi ini yang paling urgent dan menolong pekerja tenaga kesehatan kita

RS Darurat COVID-19 Rawat 71 Pasien dan 31 Dipulangkan
Indonesia
RS Darurat COVID-19 Rawat 71 Pasien dan 31 Dipulangkan

Rumah sakit rujukan bisa dengan fokus menangani pasien-pasien dengan gejala berat

Rekor Kasus Harian COVID-19 Pecah, Jokowi 'Semprit' 2 Provinsi
Indonesia
Rekor Kasus Harian COVID-19 Pecah, Jokowi 'Semprit' 2 Provinsi

Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati.

Kasus Positif Corona di Tanah Air Bertambah 106
Indonesia
Kasus Positif Corona di Tanah Air Bertambah 106

Pemerintah kembali mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 pada Sabtu (4/4).

Pengamat: Jokowi Butuh Menteri Berani Seperti Jonan
Indonesia
Pengamat: Jokowi Butuh Menteri Berani Seperti Jonan

Jokowi diharapkan segera melakukan perombakan kabinet