Anggota DPR Minta BRIN Fasilitasi Uji Kinerja Inovasi Nikuba

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 06 Juli 2023
Anggota DPR Minta BRIN Fasilitasi Uji Kinerja Inovasi Nikuba
Periset BRIN sedang melakukan penelitian di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

MerahPutih.com - Inovasi Aryanto Misel yang berhasil menciptakan inovasi berupa alat pengubah air menjadi bahan bakar kendaraan yang diberi nama Nikuba (Niku Banyu) sedang ramai jadi perbincangan. Kabarnya, Nikuba dilirik penyedia energi bagi perusahaan otomotif asal Italia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diminta memfasilitasi dan melakukan uji kinerja (peformance test) atas karya Aryanto Misel.

"Kalau memang terbukti (proof of concept), maka akan baik sekali kalau pemerintah terus memfasilitasi temuan ini, sehingga benar-benar dapat dikomersialisasi dalam skala industri," kata anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto dalam keterangannya, Kamis (6/7).

Baca Juga:

BRIN Jamin Kelola Aset LBM Eijkman Sesuai Ketentuan

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan jangan sampai inovasi anak bangsa tidak dihargai di negeri sendiri.

"Jangan belum apa-apa sudah dipandang sebelah mata oleh BRIN," ujarnya, dikutip Antara.

Karena itu, Mulyanto meminta BRIN untuk turun tangan memverifikasi sekaligus memvalidasi inovasi Nikuba yang disebut dilirik petinggi otomotif di Italia seperti Lamborghini dan Ducati.

Tidak hanya itu, menurut dia, BRIN juga harus mendorong munculnya inovasi anak bangsa lainnya melalui berbagai program. Sehingga jiwa kreativitas masyarakat khususnya anak muda tetap tumbuh.

"Terlebih lagi di era disrupsi seperti sekarang ini. Dan BRIN punya peran untuk itu," imbuhnya.

Baca Juga:

Pemerintah Didesak Bentuk Kembali Badan Riset yang Sudah Dilebur Jadi BRIN

Meski demikian, ia berharap berbagai temuan ilmiah termasuk inovasi rakyat tersebut tidak boleh dipolitisasi agar penilaian publik tidak bias. Jangan seperti kasus politisasi inovasi “Blue Energi” dan Esemka. Keduanya merupakan pelajaran berharga yang tidak boleh diulangi.

"Sepengetahuan saya BPPT (sekarang sudah melebur ke dalam BRIN) memiliki kemampuan untuk melakukan uji kinerja disertai dengan perhitungan keseimbangan energi. Jadi kalau BRIN nya aktif dan inovatornya juga terbuka, semestinya soal-soal seperti ini bisa diselesaikan dengan baik," tutup dia. (Pon)

Baca Juga:

Megawati Minta BRIN Fokus Penelitian yang Bermanfaat bagi Banyak Orang

#BRIN #Inovasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Bagikan