Anggota DPR Ini Nilai Perlu Dibangun Museum Kekejaman Komunis di Eks Markas PKI Anggota DPR RI H Syaifullah Tamliha (Antarakalsel/Fathur/Ist)

Merahputih.com - Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha menilai, pemberontakan PKI harus diterima sebagai fakta sejarah dan tidak boleh terulang kembali, Maka masyarakat perlu mengetahui tentang kekejaman yang pernah terjadi.

"Bahkan jika perlu dibangun museum kekejaman PKI dengan menggunakan bekas kantor CC PKI yang terletak di Jalan Kramat Raya Jakarta berseberangan dengan kantor PBNU," ungkap Syaifullah dalam keteranganya, Rabu (30/9).

Baca Juga:

PDIP Sebut Tudingan Gatot Nurmantyo Berpotensi Pecah Belah Bangsa

Menurutnya, kewaspadaan akan kembali munculnya PKI dan paham komunis di Indonesia masih perlu dilakukan selama TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 masih belum dicabut.

Menurut Syaifullah, TNI yang berfungsi sebagai lembaga pertahanan tetap harus memantau kemungkinan munculnya paham komunis.

Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha (kanan) (Antaranews)

"Sebab masalah ideologi bukan hanya masalah keamanan, namun juga pertahanan yang menjadi kewenangan TNI," jelas Syaifullah.

Ia menambahkan, penayangan film dokumenter G 30 S/PKI tetap diperlukan untuk mengetahui fakta sejarah tentang pemberontakan dan kekejaman PKI.

Baca Juga:

PDIP: Pergantian Gatot Tak Ada Hubungan Dengan Perintah Nobar Film G30S/PKI

Ini merupakan film dokumenter yang dibuat berdasarkan saksi peristiwa seperti kesaksian putri dari Jenderal Ahmad Yani dan lainnya serta fakta di persidangan yang dipimpin oleh Ali Said.

"Tidak perlu membuat film dengan versi lain yang berpotensi adanya pengurangan atas sejarah yang sudah terjadi," ungkap dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Disparbud DKI Jakarta Anggarkan Rp 29 Miliar untuk Promosi dan Seni Budaya
Indonesia
Disparbud DKI Jakarta Anggarkan Rp 29 Miliar untuk Promosi dan Seni Budaya

Anggaran Rp 29,38 miliar itu diproyeksikan untuk lima wilayah kota administrasi Jakarta

Bukan Beli Pesawat Baru, Jokowi Bakal Sewa ke AS
Indonesia
Bukan Beli Pesawat Baru, Jokowi Bakal Sewa ke AS

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Istana membeli pesawat kepresidenan baru.

Update COVID-19 Indonesia: 3.512 Kasus Positif, 283 Sembuh, 306 Meninggal
Indonesia
FORTIBER Sepenuh Hati Galang Solidaritas Hadang COVID-19
Indonesia
FORTIBER Sepenuh Hati Galang Solidaritas Hadang COVID-19

FORTIBER sendiri adalah sebuah organisasi yang berdiri pada tanggal 28 Agustus 2016.

HUT-75, KAI Luncurkan Logo Baru
Indonesia
HUT-75, KAI Luncurkan Logo Baru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan logo baru di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 pada Senin (28/9).

PKS Minta Masyarakat Awasi Anggaran Rp110 Triliun untuk Penanggulangan COVID-19
Indonesia
PKS Minta Masyarakat Awasi Anggaran Rp110 Triliun untuk Penanggulangan COVID-19

"Aspek ini perlu kita “kuliti” secara bersama karena dana sebesar itu beririsan langsung dengan masyarakat,” kata Mardani

Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, Begini Reaksi Ahmad Dhani
Indonesia
Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, Begini Reaksi Ahmad Dhani

Musisi Ahmad Dhani akan terus memantau dinamika politik nasional saat ini.

Warga Natuna Diimbau tak Panik Kedatangan WNI dari Wuhan
Indonesia
Warga Natuna Diimbau tak Panik Kedatangan WNI dari Wuhan

"Baik melalui tempat transit di Batam, maupun saat tiba di tempat observasi di Kepulauan Natuna hingga kembali ke keluarga masing-masing," ujar Christina.

DPRD DKI Bahas APBD di Puncak, CBA: Siapa Tahu Terselip Program Selundupan
Indonesia
Vaksin COVID-19 Diperkirakan Mulai Tersedia Akhir Oktober di Tiongkok
Indonesia
Vaksin COVID-19 Diperkirakan Mulai Tersedia Akhir Oktober di Tiongkok

Vaksin COVID-19 diperkirakan mulai tersedia paling cepat pada akhir bulan Oktober mendatang di Tiongkok.