Anggota DPR Desak KY Periksa Putusan Bebas Bandar Narkoba Ilustrasi penegakan hukum (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

MerahPutih.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memvonis bebas bandar narkoba jenis sabu bernama Saleh.

Anggota DPR Agustiar Sabran meminta Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung (MA), agar menyelidiki putusan bebas terhadap Saleh.

Baca Juga

Polisi Amankan Sembilan Pengunjuk Rasa Positif Narkoba di Makassar

"Keputusan majelis hakim membebaskan terdakwa bandar sabu itu, tentunya mencederai semangat pemberantasan narkotika yang digaungkan pemerintah pusat maupun daerah selama ini," kata Sabran di Palangka Raya, Senin (30/5).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai putusan hakim tidak sesuai dengan ketegasan pemerintah atas pemberantasan narkoba yang telah gencar dilakukan. Paradigma masyarakat terhadap peradilan di Indonesia, masih menggambarkan adanya hal negatif terhadap hakim yang memvonis bebas para bandar sabu.

"Sesuai fakta di lapangan beberapa waktu lalu sudah jelas, maka dari itu jangan sampai hal-hal seperti ini terulang kembali di daerah kita, cukup satu kali ini saja terjadi," tegas Sabran dikutip Antara.

Wakil rakyat berasal dari Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila ini mendorong jaksa penuntut umum melakukan kasasi. Sebab kasasi merupakan salah satu upaya hukum yang dapat diminta oleh salah satu atau kedua belah pihak yang berperkara terhadap suatu putusan Pengadilan Tinggi.

Baca Juga

Kabar Penangkapan Anggota Dewan dalam Perkara Narkoba Dipastikan Tak Benar

Para pihak dapat mengajukan kasasi bila merasa tidak puas dengan isi putusan Pengadilan Tinggi kepada Mahkamah Agung. Kemudian KY dapat menyelidiki untuk memastikan ada tidaknya hakim yang bermain atas putusan bebas bandar sabu tersebut.

"Tujuannya agar diketahui apakah vonis bebas itu, karena sesuatu hal atau memang putusan dikarenakan bukti dan dakwaan yang lemah," kata Agustiar yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah.

Kakak kandung dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran itu juga mengharapkan, bahwa peranan penting dalam memberantas narkoba tentunya harus ada kerja sama dengan sejumlah unsur lainnya, termasuk generasi muda di daerah itu.

Bagi Kepolisian dan Jaksa Penuntut Umum jangan pernah memberikan pasal yang rendah terhadap para pengedar, pemakai dan bandar narkoba di Kalteng.

Hal ini bentuk salah satu memerangi persoalan narkoba dan memberikan efek jera kepada para pelakunya termasuk bandar narkoba yang selama ini, diduga kuat masih terus mengedarkan barang haram itu ke sejumlah daerah yang ada di provinsi ini. (*)

Baca Juga

Anggota DPR Agung Widyantoro Tepis Kabar Ditangkap Polisi karena Narkoba

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rusia Klaim Hancurkan Sistem Rudal Antipesawat Ukraina Pasokan Salah Satu Negara
Dunia
Rusia Klaim Hancurkan Sistem Rudal Antipesawat Ukraina Pasokan Salah Satu Negara

Rusia meluncurkan rudal penjelajah Kalibr pada Minggu (10/4) untuk menyerang empat peluncur S-300 yang disembunyikan di hanggar pinggiran kota Dnipro, Ukraina.

DPR Minta Pemerintah Pastikan Validitas Penerima Vaksin Booster
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Pastikan Validitas Penerima Vaksin Booster

Vaksinasi booster atau vaksinasi dosis ketiga mulai dilaksanakan pada 12 Januari 2022.

32 WNI Memilih Tetap Tinggal di Ukraina
Indonesia
32 WNI Memilih Tetap Tinggal di Ukraina

Pemerintah Indonesia telah mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) Ukraina.

Ini Aturan Baru Bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri
Indonesia
Ini Aturan Baru Bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Surat edaran (SE) yang ditandatangani oleh Ketua Satgas COVID-19 Letjen Suharyanto itu bernomor 15 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi COVID-19. SE ini berlaku efektif mulai Rabu (23/3) kemarin.

Eks Pegawai KPK Tata Khoiriyah Tolak Tawaran Jadi ASN Polri
Indonesia
Eks Pegawai KPK Tata Khoiriyah Tolak Tawaran Jadi ASN Polri

Tata Khoiriyah merupakan salah satu mantan pegawai KPK yang menolak tawaran untuk menjadi ASN di Korps Bhayangkara.

Ganjar Disarankan Jadi Ketua Timses Jika Duet Anies-Puan Terealisasi
Indonesia
Ganjar Disarankan Jadi Ketua Timses Jika Duet Anies-Puan Terealisasi

"Akan sangat baik bila Ganjar stay di PDIP, dan kemudian bila Anies dan Puan jadi pasangan, Ganjar Pranowo bisa jadi tim suksesnya itu akan sangat kuat sekali,” imbuhnya.

Wilayah Jawa-Bali PPKM Level 1, Kemendagri Dorong Percepatan Booster
Indonesia
Wilayah Jawa-Bali PPKM Level 1, Kemendagri Dorong Percepatan Booster

Oleh karena itu, ia meminta vaksinasi booster dipercepat. Begitu pula dengan pemakaian aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu upaya melakukan tracing.

Tiga Panggung Strategis Capres 2024 Versi Survei Poltracking Indonesia
Indonesia
Tiga Panggung Strategis Capres 2024 Versi Survei Poltracking Indonesia

Nama Menhan Prabowo Subianto dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto masih beririsan

Sumbangan Masjid Jadi Dalih Suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Indonesia
Sumbangan Masjid Jadi Dalih Suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan dalih suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

DPR: Tata Niaga Nikel Harus Dibenahi
Indonesia
DPR: Tata Niaga Nikel Harus Dibenahi

“Semoga Pak Jokowi konsisten dengan ucapannya. Namun, demi keadilan, tata niaga nikel juga harus dibenahi agar tidak hanya menguntungkan pihak tertentu saja,” kata Amin