Anggaran Pemulihan Sumatera Ditambah, DPR Minta Rehabilitasi Dipercepat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 19 Februari 2026
Anggaran Pemulihan Sumatera Ditambah, DPR Minta Rehabilitasi Dipercepat

Ilustrasi. ANTARA/HO-Kemenhut

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kesepakatan penambahan anggaran pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera mendapat sorotan dari DPR RI. Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan, mendesak pemerintah agar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi segera direalisasikan.

Wilayah terdampak meliputi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang sebelumnya dilanda banjir besar pada November 2025.

“Kesepakatan penambahan anggaran ini merupakan kabar baik. Namun, harus segera direalisasikan secara tepat dan cepat agar masyarakat korban bencana bisa kembali hidup dengan nyaman, apalagi masuk Ramadan dan Idulfitri,” ujar Irmawan di Jakarta, Kamis (19/2).

Baca juga:

Rehabilitasi dan Rekonstruksinya Dampak Bencana di Sumatera Butuh Dana Rp 24,55 Triliun di 2026

Irmawan menekankan bahwa tambahan anggaran tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan semata. Ia meminta realisasi dilakukan secara cepat dan terukur mengingat dampak bencana masih dirasakan masyarakat hingga kini.

Menurutnya, percepatan pembangunan hunian sementara, perbaikan fasilitas umum, serta sarana pendidikan menjadi kebutuhan mendesak sebelum memasuki momentum hari besar keagamaan.

“Kami berharap agar dengan penambahan anggaran ini bisa membuat percepatan pembangunan fasilitas umum dan hunian sementara karena masih ada ratusan warga yang hidup di pengungsian apa adanya,” ujarnya.

Baca juga:

Aceh Ajukan Rp 153 Triliun Untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Berdasarkan data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, bencana di tiga provinsi tersebut menelan 1.205 korban jiwa, 139 orang hilang, dan hampir 13.000 orang masih bertahan di pengungsian.

Kerusakan tercatat di 52 kabupaten/kota, mencakup ribuan fasilitas publik serta lahan pertanian yang terdampak.

Di Aceh sendiri, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, baru sekitar 56 persen wilayah yang dinyatakan pulih sepenuhnya.

Irmawan juga menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan logistik harus menjadi prioritas.

“Kebutuhan dasar tidak boleh terabaikan. Negara harus benar-benar hadir dan memastikan masyarakat korban bencana memperoleh hak-haknya. Kami berharap saat Lebaran tiba, mereka bisa merayakan dengan tenang, bukan lagi dalam kesedihan,” tegasnya. (Pon)

#Rehabilitasi #Bencana Alam #Bantuan Bencana Alam #Komisi V DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Indonesia
Komisi V DPR Mulai Bahas Revisi UU LLAJ, ODOL hingga Transportasi Daring Jadi Sorotan
Komisi V DPR mulai membahas revisi UU LLAJ. ODOL, transportasi daring, kendaraan listrik, ETLE, ERP hingga kendaraan otonom menjadi sorotan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Komisi V DPR Mulai Bahas Revisi UU LLAJ, ODOL hingga Transportasi Daring Jadi Sorotan
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Bagikan