Anggapan pada 'Fast Food' yang Terlanjur Dipercaya Orang Fast food yang dibenci dan dikangeni. (Foto: Unsplash/Jesson Mata)

MAKANAN cepat saji atau fast food bukan rahasia lagi kalau dianggap musuh bagi beberapa orang. Alasan kesehatan menduduki posisi pertama, Banyak yang menganggap bahwa makanan cepat saji ini bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Adanya anggapan yang terlanjur dianggap sebagai kebenaran bagi semua orang. Dari beberapa sumber disarikan beberapa anggapan yang terlanjur dipercaya.


Baca Juga:

Jangan Sepelekan Hidangan Pencuci Mulut


1. Salad sehat

makan
Salad memang makanan sehat asal tanpa campuran saus. (Foto: Unsplash/I E)

Menu yang satu ini terdapat di hampir semua restoran cepat saja. Mengapa begitu populer? Karena salad tetap dianggap lebih sehat. Jangan salah! Salad yang dijual restoran cepat saji juga banyak mengandung lemak dan gula dari saus, keju, atau daging yang ada di dalamnya. Kalau mau sehat lebih baik jangan menuangkan sausnya pada salad.


2. Fast food lebih murah?

makan
Benarkah makan di resto fast foood lebih murah? (Foto: Pexels/George Becker)

Banyak yang mengatakan bahwa makanan cepat saji tergolong lebih murah. Tetapi rata-rata orang membeli makanan cepat saji bisa menghabiskan uang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu sekali makan untuk berdua. Namun kembali lagi pada pribadi masing-masing. Bila berhemat dengan membeli bahan makanan dan memasaknya sendiri dan dapat dikonsumsi lebih dari 2 orang, mengapa tidak?

Baca Juga:

Hati-hati, Makanan dan Minuman Bikin Kamu Jadi Pelupa

3. Fast food VS non fast food

makan
Resto fast food dan resto reguler saling klaim lebih baik. (Foto: Unsplash/call me hangry FR)

Menghabiskan malam akhir pekan bersama keluarga dengan makan di luar umumnya akan mengarah pada restoran reguler. Alasannya adalah lebih sehat. Padahal tidak juga! Banyak juga restoran yang menyediakan makanan dengan kalori lebih banyak dibandingkan dengan makanan biasa atau bisa saja jadi kelebihan makan.

Ada juga saran yang diberikan oleh dokter atau ahli untuk lebih sering makan masakan rumah yang mutu dan kualitasnya terjamin. Kebersihan dari masakan juga terpercaya sehingga asupan gizi juga bisa terpenuhi dengan baik. Demi menjaga kesehatan, akan lebih baik apabila mengurangi konsumsi makanan cepat saji. Tidak ada yang melarang untuk memakannya, namun makanlah dalam porsi yang sesuai. (lio)


Baca Juga:

Makanan Sehat Ini Sebenarnya Bisa Menjadi Buruk Untuk Kamu. Loh Kok?



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH