Andibachtiar Yusuf, Dari Jurnalis Menjadi Sutradara Andibachtiar Yusuf (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

TERKADANG jurusan yang kita ambil saat kuliah tidak sama dengan profesi yang akan kita dapat nanti. Seperti Andibachtiar Yusuf, seorang sutradara yang baru-baru ini sedang menggarap film terbarunya, "Love For Sale". Meskipun kini menjadi sutradara, sebelumnya ia pernah menjajal dunia jurnalistik. Saat di bangku kuliah, pria kelahiran 1974 ini juga mengambil jurusan jurnalistik.

"Dulu gua kuliahnya di UNPAD jurusannya jurnalistik," paparnya belum lama ini kepada merahputih.com.

Dia pun sudah menjadi wartawan di beberapa media dari masih menjadi mahasiswa. Kemudian, Ia juga pernah menjadi kontributor di CNN Indonesia. Kurang lebih ia menggeluti jurnalistik selama 5 tahun.

Tidak sampai disitu saja, perjalanan hidupnya menjadi sebuah sutradara juga sempat diwarnai oleh profesi lainnya. Kemudian ia mencoba bekeja di sebuah agensi iklan. Di sanalah dasar menjadi sutradara tanpa sengaja ia pelajari.

"Nah waktu di iklan gua belajar dikit tuh masalah lighting sama kamera," tambahnya.

Tidak lama setelah itu barulah ia mulai mengerjakan beberapa film pendek bersama teman-temannya. Hingga saat ini ia sudah menyutradarai delapan film. Tiga diantaranya merupakan film dokumenter. Film terbarunya "Love For Sale" adalah film ke delapan yang ia garap.

Lebih lanjut, Yusuf sebenarnya datang dari keluarga berbeda latar belakang dengannya. Baik sang ayah dan Ibu adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebagai anak pertama, ia memiliki 2 orang adik perempuan. Adik kedua Yusuf juga seorang PNS dan yang paling kecil bekerja di perusahaan Swasta.

Kini Yusuf telah menjadi sutradara yang berbakat. Terlebih film terbarunya nanti, "Love For Sale", juga memiliki pemeran utama yang berkelas seperti Gading Marten. Alasan menjadi sutradara tak lain karena memang ia menyukai perfilman.

"Ya jadi sutradara karena suka aja sama film," tutupnya sambil tertawa.

Baca juga artikel Love for Sale, Film tentang Jomlo Akut



Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH