Andi Arief tak akan Cabut Cicitan soal Jenderal Kardus, Malah Gandeng Pengacara Demokrat dan Gerindra Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Foto: Kricom

Merahputih.com - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengaku mendapat ancaman dari pihak tertentu sehingga mangkir dari panggilan Bawaslu RI.

Andi Arief sedianya berjanji memenuhi panggilan Bawaslu, Jumat (24/8) untuk memberikan kesaksian terkait cuitannya yang menyebut Cawapres Sandiaga Uno memberi mahar politik kepada PKS dan PAN agar terpilih menjadi Cawapres Prabowo Subianto.

Terkait hal itu, Andi pun memilih tidak menghadiri panggilan Bawaslu. Namun dia menegaskan tidak akan menghapus Cuitannya yang dianggap luar biasa.

"Saya tidak menghindar dan tidak juga mencabut dua tuit saya yang kemudian menjadi alasan pelapor yang saya tidak kenal untuk membawa problem ini ke Bawaslu," kata Andi Arief melalui keterangan persnya, Jumat (24/8).

Untuk memberikan keterangan kepada Bawaslu, Andi pun meminta bantuan kuasa hukum untuk mewakilinya.

"Saya telah meminta bantuan dua sahabat saya pengacara muda yang juga pengurus partai yaitu Jansen Sitindaon (Demokrat) dan Habiburohman (Gerindra) untuk menjelaskan atas ketidakhadiran saya serta menanyakan langsung perkembangan masalah ini selanjutnya karena sudah Undangan yang ketiga buat saya," ucap dia.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat Andi Arief . Foto: ANTARA

Andi berharap dengan adanya penjelasan itu mudah-mudahan masalah ini cepat selesai dan Sandiaga Uno khususnya tidak terbebani dengan proses di Bawaslu, sehingga bisa berkonsentrasi untuk kemenangan Pilpres bersama Prabowo dan partai-partai koalisi.

"Saya tidak pernah berniat menggagalkan pencawapresan Sandi Uno, saya hanya berkeinginan untuk mencegah Pak Prabowo berbuat salah pada 8 Aguatus 2018 lalu atas informasi yang saya dengar langsung dari 3 pimpinan partai Demokrat. Bagi saya itu kategorinya bukan informasi biasa," ungkapnya.

Sebelumnya, melalui akun Twitter pribadinya Andi Arief menyebut Sandiaga Uno memberikan uang mahar agar terpilih menjadi Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres mendatang.

"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS," demikian ucap Andi melalui Twitter nya. (fdi)

Kredit : fadhli


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH