Andi Arief Belum Minta Maaf Soal Mahar Rp 500 M, PKS Lanjutkan Proses Hukum Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat Andi Arief . Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan tetap melaporkan dan memperkarakan tudingan poltisi Partai Demokrat Andi Arif yang menyebut Sandiaga Uno membayar PKS dan PAN masing-masing Rp500 miliar.

"Tudingan Andi Arif itu tidak benar. Itu fitnah," kata Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid, pada diskusi "Polemik: Melodramatik Capres-Cawapres" di Cikini, Jakarta, Sabtu (11/8).

Menurut Kholid, PKS mengingatkan Andi Arif untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik, karena itu menyangkut citra partai politik lain.

uru Bicara PKS, Muhammad Kholid

"Meskipun PKS dan Partai Demokrat dalam koalisi yang sama dan secara institusi sudah selesai, tapi jika Andi Arif secara pribadi tidak minta maaf, PKS akan tetap memprosesnya secara hukum," katanya seperti dilansir Antara.

Kholid menambahkan, menurut Partai Demokrat bahwa pernyataan Andi Arif adalah pernyataan pribadinya, PKS dapat menerimanya, tapi Andi Arif harus meminta maaf kepada publik.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo menegaskan, bahwa pernyataan Andi Arif soal mahar adalah pernyataan pribadi. Menurut dia, Partai Demokrat dan PKS secara institusi tidak ada masalah. Apalagi, Partai Demokrat dan PKS sama-sama berada dalam koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief

"Kalau PKS ingin memperkarakannya atas nama pribadi Andi Arif, silakan saja," katanya.

Sebelumnya, Andi Arif menyebut Prabowo Subianto tidak memilih Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden (cawapres), karena Sandiaga Uno membayar PAN dan PKS masing -masing Rp500 miliar, untuk menjadi cawapres. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH