Ancaman Bagi Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

MerahPutih.com - Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin mengajukan agar Wajib Pajak (WP) yang tidak mengurus pajak kendaraan bermotor (PKB) minimal dua tahun agar dihapus datanya sehingga menjadi kendaraan tak bertuan. Hal ini agar ada efek jera bagi pengendara yang menunggak pajak

“Dua tahun tidak bayar (pajak kendaraan) kita akan mengajukan agar datanya dihapus,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/11).

Baca Juga

Berikut 4 Cara Mudah Cek Pajak Kendaraan Anda

Pihaknya juga tidak segan menyita aset kendaraan para pemilik apabila mereka tetap tak kooperatif dalam pembayaran pajak. Hal ini sebagai bentuk penindakan hukum.

"Maka langkah selanjutnya kita akan melakukan law enforcement. Kita bisa melakukan penyitaan terhadap aset yang dimiliki penunggak pajak," ujarnya lagi.

Menurutnya, wajib pajak memanfaatkan pemutihan denda PKB yang akan berakhir pada 31 Desember 2019 nanti. Pasalnya, petugas akan door to door mendatangi kediaman WP untuk menagih pajak

“Sebaiknya masyarakat memanfaatkan adanya pemutihan pajak kendaraan,” jelasnya

Selama pelaksaan pemutihan denda PKB dan BBN KB terjadi kenaikan sekitar 12,5 persen

Ilustrasi warga bayar pajak kendaraan di Samsat. Foto: net

“Contohnya kita masih 10 persen, di Tangerang sudah 12,5 persen. Orang-orang Tangerang beli mobilnya di Jakarta,” ungkapnya.

“Yang kedua dalam rangka regulasi agar Jakarta tidak macet. Semua mobil beli di Jakarta, jalanan bisa nggak jalan. Memang kita butuh, tapi, tidak hanya untuk pajaknya saja. Dalam rangka regulasi mengatur kendaraan yang beredar di DKI Jakarta,” jelas dia.

Faisal Syafruddin mengatakan masih ada 1500 pemilik unit mobil mewah yang menunggak membayar pajak kendaraan mereka tahun ini.

Baca Juga

DPRD Bersama Anies Setujui Kenaikan Tarif BBNKB 2,5 Persen

Alasannya, lanjut dia, ada yang memang karena pemiliknya terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Tapi, tak bisa dipungkiri alasan karena mereka menghindari bayar pajak sangat banyak ditemui.

Pihaknya dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sepakat kategori kendaraan mewah adalah yang kendaraannya berharga diatas Rp1 miliar. Biasanya pajak mobil dengan harga demikian rata-rata Rp100 juta.

"Tergantung, mobilnya apa. Kalau dia mobilnya Ferrari, Lamborgini, bisa Rp100 jutaan. Memang kita menyisir mobil-mobil eksklusif, rata-rata pajaknya Rp100 jutaan," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan sosok pemilik mobil mewah yang menunggak pajak itu beragam. Ada dari kalangan artis hingga pejabat.

Sementara itu, Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazulrahman mengatakan, pihaknya mendukung langkah door to door tersebut.

Baca Juga

Ribuan Mobil Mewah di Atas Rp1 Miliar Nunggak Pajak

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan fase sampai 30 Desember dimana diberikan keringanan sampai 50 persen untuk bea balik nama kedua sehingga biaya BBN diberikan keringanan diskon 50 persen,” katanya.

Dengan ini diharapkan masyarakat bebenah dan harus balik nama terhadap kendarannya.

"Sehingga kedepan tidak ada lagi masalah yang timbul seperti dikejar-kejar pajak, untuk membayar kewajiban denda tilang,” pungkas mantan Kapolsek Kelapa Gading ini. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH