Ancaman Amerika Serikat Perkuat Posisi Maduro Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) berbiara dalam pertemuan dengan pendukungnya di Karakas, Venezuela, Minggu (30/7). (ANTARA FOTO/Miraflores Palace/Handout via REUTERS)

MerahPutih.com - Ancaman penyerangan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Venezuela justru berpeluang menyelamatkan kedudukan Presiden Nicolas Maduro yang sebenarnya sudah berada di ujung tanduk.

Maduro sering memanfaatkan ancaman serangan Amerika Serikat untuk membenarkan kebijakan kerasnya.

Maduro meneruskan revolusi sosialis dengan subsidi besar-besaran yang dimulai pendahulunya Hugo Chavez, sekitar 20 tahun lalu. Keduanya juga selalu berpidato tentang ancaman kekuasaan Amerika Serikat yang dituding berencana merampok minyak Venezuela.

Jumat (11/8) malam, Trump mengatakan bisa saja memilih tindakan militer untuk menghentikan krisis sosial Venezuela serta penanganan terlalu keras terhadap musuh politik pemerintahan.

"Ucapannya justru menguntungkan Maduro sekaligus memperkuat posisi nasionalisnya," kata Luis Alberto Reodriguez, pengacara, yang sore itu duduk di kafe sambil menghisap cerutu Kuba di kawasan elit Karakas.

"Ini selalu menjadi bagian dari retorika Maduro dan Chavez. Mereka diuntungkan," kata dia.

"Pemerintah akan menggunakan ancaman itu untuk menyatukan rakyat dan menyerang oposisi," kata pria berusia 44 tahun itu.

Pengikut Maduro, yang sering menghina kelompok oposisi sebagai boneka Washington, langsung menanggapi pernyataan Trump.

"Urus saja masalahmu sendiri, Tuan Trump," kata anak sang presiden, yang juga bernama Nicolas Maduro saat berpidato di depan Dewan Konstituante, sebuah lembaga yang baru dipilih bulan lalu untuk menyusun undang-undang dasar baru.

"Jika Venezuela diserang, maka senapan kami akan tiba ke New York, tuan Trump. Dan kami akan mengambil alih Washington," kata dia.

Sementara itu, unjuk rasa menentang Maduro kembali digelar pada Sabtu, dengan diwarnai sedikit bentrokan pengunjuk rasa dengan pasukan keamanan.

Sejauh ini, sudah lebih dari 120 orang yang tewas akibat gelombang kerusuhan yang melanda Venezuela sejak April lalu, di tengah kolapsnya perekonomian dengan inflasi lebih dari 100 persen, dan diperparah oleh kelangkaan bahan makanan serta obat-obatan. (*)

Sumber: ANTARA



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE