Pengakuan Hermawan, Sang Pengancam Penggal Jokowi Tersangka pengancam penggal Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto

MerahPutih.com - Tersangka pengancam penggal Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto mengaku pada polisi saat kejadian tengah emosi sampai akhirnya berkata demikian.

"Soal pemeriksaan HS saya sampaikan hampir sama saat saya sampaikan saat interogasinya. Jadi, motif yang dilakukan dia ya dia pertama katakan dia secara emosi menyampaikan ucapan tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/5)

ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono
ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono

Meski begitu, polisi taku mau serta-merta percaya pada pengakuan Herman. Argo menyebut polisi akan meminta ahli membaca wajah Herman saat kejadian guna memastikan apakah benar Herman berkata demikian karena emosional sesaat.

"Tapi nanti akan kita pelajari disitu. Nanti kan ada saksi ahli yang akan melihat itu posisi dia berucap, posisi dia melihat kamera itu ahli yang menilai," katanya.

Selain Herman, polisi sendiri sudah menciduk perekam dan penyebar perkataan Hermawan. Dia adalah perempuan bernama Ina Yuniarti yang juga jadi tersangka dalam kasus ini.

Sebelumnya, jagat media sosial Twitter digegerkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan para pendemo berteriak 'penggal kepala Jokowi', saat menggelar aksi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jumat lalu, 10 Mei 2019.

Dalam video yang viral tersebut, Hermawan Susanto diduga melakukan ujaran bernada ancaman pembunuhan pada simbol negara, yakni Presiden, saat berada di tengah aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu.

HS
HS, pelaku pengancaman penggal Jokowi, Foto: Net

Dia dijerat dengan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE, dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH