Analisis BMKG Terkait Gempa 5,4 M Banten Ilustrasi Foto Gempa Bumi. foto: Istockphoto

MerahPutih.com - Rangkas Bitung, Banten, diguncang gempa 5,4 magnitudo pada Selasa (7/7) pukul 11.44 WIB. Pusat gempa berada di 6,70 LS dan 106,15 BT dan kedalaman 87 km

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menghujam di bawah lempeng Eurasia.

Baca Juga

Banten Diguncang Gempa 5,4 Magnitudo, Terasa hingga Jakarta

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik," jelas dia, Selasa (7/7).

Ia mengatakan, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," jelas dia

Gempa Banten, Selasa (7/7). Foto: BMKG
Gempa Banten, Selasa (7/7). Foto: BMKG

Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Ia meminta kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca Juga

Digoyang Gempa Magnitudo 6,1, Ini Kesaksian Warga Jepara

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," tutup dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kata KPK Soal Dugaan Keterlibatan Puan Maharani di Kasus Suap Bansos
Indonesia
Kata KPK Soal Dugaan Keterlibatan Puan Maharani di Kasus Suap Bansos

KPK memastikan akan terus mendalami dan mengembangkan kasus suap pengadaan bansos COVID-19 yang menjerat bekas Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Pelanggar PSBB Terbanyak di Tanah Abang
Indonesia
Pelanggar PSBB Terbanyak di Tanah Abang

Bila dihitung, total hasil dari sanksi denda pelanggar PSBB, yang diterima Satpol PP Jakarta Pusat selama sepekan Rp21 juta.

Update COVID-19 Jumat (11/9) 210.940 Positif, 150.217 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (11/9) 210.940 Positif, 150.217 Sembuh

Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia kini mencapai 210.940 orang, terhitung sejak kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Prof Muhammad: DKPP, KPU dan Bawaslu Masih Satu Garis Perjuangan
Indonesia
Prof Muhammad: DKPP, KPU dan Bawaslu Masih Satu Garis Perjuangan

Prof Muhammad menegaskan bahwa DKPP, KPU, dan Bawaslu masih dalam satu koridor yang sama dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia.

Jokowi Akan Beri Penghargaan Bintang Mahaputera ke Gatot Nurmantyo
Indonesia
Jokowi Akan Beri Penghargaan Bintang Mahaputera ke Gatot Nurmantyo

Sementara para tokoh yang akan mendapatkan anugerah gelar Pahlawan Nasional yakni SM Amin dan Soekanto

[HOAKS atau FAKTA] Pria Berpenis Besar Lebih Rentan Tertular COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pria Berpenis Besar Lebih Rentan Tertular COVID-19

Melalui situs resmi WHO, orang yang lebih berisiko terkena corona adalah orang dengan usia 60 tahun ke atas

Jalur Rel Terendam Banjir, Rute Kereta Api Rute Semarang-Solo Dialihkan
Indonesia
Jalur Rel Terendam Banjir, Rute Kereta Api Rute Semarang-Solo Dialihkan

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro menjelaskan, hujan deras merendam jalur rel sepanjang 400 meter dengan ketinggian 10 cm.

Akui Pakai Ganja, Dwi Sasono: Saya Bukan Pengedar
Indonesia
Akui Pakai Ganja, Dwi Sasono: Saya Bukan Pengedar

"Betul saya pemakai, saya ketergantungan, saya salah, saya," jelas Dwi

Di Depan Anak Buah Erick Thohir, Anies Klaim Penanganan Corona di DKI Berjalan Baik
Indonesia
Di Depan Anak Buah Erick Thohir, Anies Klaim Penanganan Corona di DKI Berjalan Baik

Kehadiran Jenderal Andika dan Komjen Gatot untuk berdiskusi mengenai langkah-langkah yang dilakukan Pemprov DKI dalam penanganan COVID-19.

Hakordia dan Pilkada Jadi Momentum Bangun Kesadaran Budaya Antikorupsi
Indonesia
Hakordia dan Pilkada Jadi Momentum Bangun Kesadaran Budaya Antikorupsi

Merujuk data tahun 2018, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebanyak 30 kali