Analisis: Mourinho dan Sebuah Tim Mesin yang Nihil Kreatifitas

MerahPutih.com - Manchester United lagi-lagi menorehkan hasil buruk dalam lanjutan Premier League. Saat bertandang ke markas St James Park, markas Newcastle United, tim asuhan Jose Mourinho itu menelan kekalahan 0-1. Kekalahan itu membuat Setan Merah kini tertinggal 16 poin dari Manchester City yang masih nyaman di puncak klasemen.

Bukan hanya itu, Manchester United saat ini bahkan terancam tersalip oleh Liverpool yang hanya berselisih dua poin. Ya, Red Devils sudah menuai hasil buruk dalam dua tiga laga terakhir.

Uniknya, hasil buruk ini terjadi setelah Man Utd mendatangkan Alexis Sanchez dari Arsenal. Sejatinya, manager Jose Mourinho tak akan kesulitan mencetak gol dengan menumpuknya talenta di sektor penyerangan.

Tapi pada kenyataannya hingga saat ini Mourinho seperti masih mencari formula yang paling tepat dan seimbang di barisan depan timnya. Entah mengapa Mourinho masih belum menemukan formula meski memiliki bahan seperti Sanchez, Paul Pogba, Anthony Martial, Romelu Lukaku, hingga Marcus Rashford, tak ketinggalan Jesse Lingard.

Usai pasukannya dikalahkan Tottenham Hotspur, Mourinho mengkritik Alexis Sanchez yang dikatakannya terlalu sering turun ke bawah untuk mendapatkan bola. Meski jika melihat perjalanan kariernya, Sanchez memang sangat senang melancarkan serangan dari lini kedua. Tapi hal itu tak berlaku untuk Mourinho.

Bagi arsitek asal Portugal itu, ketika dia menempatkan Sanchez di depan atau tepatnya di belakang penyerang, sang pemain harus berada di posisi tersebut. Hal serupa pada laga kontra Newcastle saat Mourinho memposisikan Sanchez di sisi kiri.

Memang, kubu Man Utd bisa mengatakan mereka tak beruntung karena banyak peluang yang sejatinya menghasikan gol. Namun sepanjang laga serangan Manchester United masih saja kesulitan menyusun serangan yang mengalir.

Satu hal yang terlihat dalam laga; tak bebasnya ruang gerak dari Alexis Sanchez. Selama ini yang menjadi keunggulan Alexis Sanchez adalah kemampuannya bermain di mana saja alias versatilitas serta kreativitasnya. Sanchez akan lebih berguna jika tak melulu menjadi pemain di sisi kiri atau kanan.

Dalam wawancara dengan Thierry Henry di Sky Sports, secara jelas Sanchez mengungkapkan dirinya lebih memilih bermain di posisi nomor 10. Ya, di situlah Sanchez akan tampil optimal.

Hal serupa juga berlaku untuk Paul Pogba. Jose Mourinho bersikeras memainkan Pogba sebagai gelandang box to box. Padahal dia akan lebih bersinar jika bermain lebih ke depan, seperti saat bersama Juventus. Dalam laga kontra Newcastle, Pogba terlihat canggung dan berlari-lari tanpa jelas akan melakukan apa.

Di paruh pertama musim ini, banyak yang menilai Manchester United miskin kreativitas. Karena itu mereka memutuskan mendatangkan Alexis Sanchez. Meski begitu, sebenarnya MU sudah memiliki sumber kreativitas pada diri Henrikh Mkhitaryan, yang justru ditukar dengan Sanchez.

Melihat rekam jejaknya, Mourinho menang terkesan tak menyukai pemain kreatif. Atau sebut saja Mourinho merupakan tipe pelatih yang menihilkan kreativitas dan mengandalkan kerja keras serta kekompakan tim. Mourinho sepertinya menganggap timnya seperti mesin yang terdiri dari beberapa komponen yang sudah memiliki tempat adn fungsi tersendiri.

Mkhitaryan pemain kreatif yang menjadi melempem dan bermasalah saat bersama Mourinho. Sebelumnya Juan Mata pernah bermasalah dengan Mourinho saat di Chelsea. Bahkan salah satu penyebab Mata hengkang ke MU kabarnya adalah Mourinho.

Kisah serupa terjadi pada Kevin De Bruyne yang lebih sering dipinjamkan. Uniknya, De Bruyne bersinar di klub yang meminjamnya. Suatu ketika De Bruyne mengatakan saat berada di bawah Mourinho, dia kehilangan kenikmatan dalam sepak bola.

Ketika menangani Real Madrid, Mourinho sangat sering mengkritik Mesut Ozil yang dinilainya kurang gigih. Pun dengan Joe Cole di Chelsea. Bagaimana dengan Eden Hazard? Setali tiga uang. Mourinho bahkan menyebut Hazard sebagai tipe pemain yang tak mau berkorban untuk tim.

Nama-nama di atas memiliki satu kesamaan: mereka semua adalah para pemain yang berposisi sebagai pengatur serang. Mereka semua pemain yang memiliki kreativitas tinggi yang akan menonjol jika diberikan kebebasan. Dan satu lagi, kecuali Mata, semua pemain yang dinilai minus oleh Mourinho saat ini menjadi andalan klub masing-masing. Bahkan beberapa di antaranya menjadi bintang, macam Kevin De Bruyne dan Eden Hazard.

Kini, menarik ditunggu apa yang akan dilakukan Mourinho kepada Alexis Sanchez, Juan Mata, atau Paul Pogba, para pemain kreatif Setan Merah. Apakah kreativitas mereka akan dinihilkan Mourinho atau sebaliknya akan dimaksimalkan. (Oleh: Yusuf Abdillah/BolaSkor)

Pemain Kreatif yang Bermasalah dengan Jose Mourinho

1. Kevin De Bruyne - Chelsea
2. Pedro Leon - Real Madrid
3. Juan Cuadrado - Chelsea
4. Kaka - Real Madrid
5. Romelu Lukaku - Chelsea
6. Juan Mata - Chelsea
7. Ricarrdo Quaresma - Inter Milan
8. Mohamed Salah - Chelsea
9. Joe Cole - Chelsea
10. Eden Hazard - Chelsea
11. Henrikh Mkhitaryan - Manchester United
12. Mesut Ozil - Real Madrid



Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH