Anak Zulhas Buka Suara soal Dana Hibah Rp 900 Juta ke Yayasan BPI Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dana hibah sebesar Rp 900 juta kepada Yayasan Bunda Pintar Indonesia (BPI).

Terkait dana hibah itu, Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani buka suara. Ia menegaskan, anggaran itu bukan untuk kepentingan pribadi. Tapi untuk keperluan para pengajar di tingkat PAUD.

Baca Juga

Bogor Otak-Atik Siapkan Penggunaan Hibah Rp 345,7 Miliar Aset Eks BLBI

"Hibah semata-mata untuk kepentingan guru-guru PAUD, dan anak usia dini, bukan untuk saya ataupun individu-individu lainnya," kata Zita dalam akun Instagramnya, @zitaanjani, Jumat (26/11)

Ia pun menceritakan bahwa BPI lahir dari keprihatinannya atas pendidikan anak usia dini. Saat itu, ia merasa minimnya perhatian serta dukungan dan metode didikan terhadap anak-anak pada usia dini.

Maka dari itu, putri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) ini bersama dengan guru-guru PAUD lainnya sepakat untuk membentuk perkumpulan bernama Bunda Pintar Indonesia, yang mana merupakan perkumpulan non-profit atau nirlaba.

"Yang tentunya bersifat nirlaba (tidak berorientasi profit), sukarela, dan sosial, untuk menciptakan ekosistem Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas sebagai salah satu jenjang pendidikan paling awal bagi anak-anak untuk mencapai kecerdasan bangsa," terangnya.

View this post on Instagram

A post shared by Zita Anjani (@zitaanjani)

Sejak terbentuk pada 2014 lalu, Zita mengakui bahwa dirinya sempat menjadi pembina BPI tersebut. Namun ketika terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota DPRD DKI, ia memutuskan mundur dari kepengurusan perkumpulan tersebut sejak 2019.

"Semua itu saya lakukan semata-mata karena ingin fokus menjadi anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, saya ingin tunaikan semua hajat politik saya dengan penuh martabat, integritas, dan profesional," papar Zita.

Baca Juga

Tersebar sampai AS, Harta Calon Panglima TNI Didominasi Rumah Hibah tanpa Akta

Saat itu, perkumpulan BPI sudah tercatat dalam Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, Zita ini menegaskan dirinya juga telah mundur dari usaha-usaha lainnya yang ia miliki.

"Semua itu saya lakukan semata-mata karena ingin fokus menjadi anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, saya ingin tunaikan semua hajat politik saya dengan penuh martabat, integritas, dan profesional," ungkapnya.

Meski begitu, dilihat dalam laman resmi DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani masih tercatat sebagai Pembina Organisasi Nonprofit Bunda Pintar Indonesia.

Sebagai informasi, Dinas Sosial DKI mengajukan anggaran dana hibah kepada sejumlah badan dan lembaga untuk tahun depan. Yang menjadi sorotan, terdapat satu lembaga yakni Yayasan Bunda Pintar Indonesia (BPI) yang menerima dana hibah mencapai Rp 900 juta.

Nominal pemberian dana hibah ini menjadi yang kedua tertinggi setelah hibah Karang Taruna Provinsi DKI senilai Rp 1 miliar.

Sementara, bila dibandingkan dengan sejumlah yayasan nirlaba lain yang masuk dalam anggaran Dinas Sosial, rata-rata hanya menerima dana hibah antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta. (Asp)

Baca Juga

Ketua MUI DKI Komentari Tudingan Pembentukan Pasukan Siber Pakai Dana Hibah

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Baru Terungkap, Anies Pernah Ditawari Capres Dua Kali di Pemilu 2019
Indonesia
Baru Terungkap, Anies Pernah Ditawari Capres Dua Kali di Pemilu 2019

Baru diungkap di hadapan awak media, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku pernah ditawari untuk ikut menjadi calon wakil presiden (cawapres) hingga dua kali saat pemilihan presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Periksa Pramugari, KPK Dalami Penggunaan Private Jet First Class Lukas Enembe
Indonesia
Periksa Pramugari, KPK Dalami Penggunaan Private Jet First Class Lukas Enembe

Penyidik mendalami hal itu saat memeriksa pramugari PT RDG bernama Tamara Anggraeny, Senin (3/10) di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/10).

KPK Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi LNG di Pertamina
Indonesia
KPK Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi LNG di Pertamina

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyidikan terkait perkara dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina tahun 2011-2021.

Hotel di Solo Turut Kampanye Earth Hour
Indonesia
Hotel di Solo Turut Kampanye Earth Hour

Earth Hour diperingati tiap tahun dengan tujuan menjaga lingkungan dan mengatasi dampak perubahan iklim di dunia.

59,6 Juta Warga Indonesia Sudah Disuntik Dosis Penguat
Indonesia
59,6 Juta Warga Indonesia Sudah Disuntik Dosis Penguat

Jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis ketiga atau penguat mencapai 59,6 juta jiwa hingga 23 Agustus 2022, pukul 12.00 WIB.

M Taufik Jelaskan Perkara Doakan Anies Jadi Presiden Berujung Pencopotan
Indonesia
M Taufik Jelaskan Perkara Doakan Anies Jadi Presiden Berujung Pencopotan

Keputusan Gerindra sudah bulat melengserkan Mohamad Taufik sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Kementerian PUPR Didesak Perbaiki Jalan dan Jembatan di Wilayah Penyangga IKN
Indonesia
Kementerian PUPR Didesak Perbaiki Jalan dan Jembatan di Wilayah Penyangga IKN

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin, mendesak Kementerian PUPR untuk segera memperhatikan perbaikan infrastruktur di daerah penyangga IKN Nusantara. Mengingat daerah penyangga menurutnya merupakan daerah yang tidak terpisahkan dari IKN.

CdM Jamin Kontingen Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam Terlayani dengan Baik
Indonesia
CdM Jamin Kontingen Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam Terlayani dengan Baik

Chef de Mission (CdM) mendapatkan amanat dari pemerintah untuk mengurusi kontingen Indonesia dalam perhelatan SEA Games 2021 Hanoi Vietnam.

Cari Pendanaan Proyek ke UEA, Gibran Ajukan Cuti ke Kemendagri
Indonesia
Cari Pendanaan Proyek ke UEA, Gibran Ajukan Cuti ke Kemendagri

Izin cuti itu akan dimanfaatkan putra sulung Presiden Jokowi untuk presentasi beberapa program yang bakal didanai dari UEA.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Kritis Karena Terkena Kutukan dari Ahok
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Kritis Karena Terkena Kutukan dari Ahok

Beredar postingan di YouTube oleh akun bernama POLITIK INDONESIA, memposting video dengan thumbnail yang menyatakan bahwa Anies Baswedan sedang kritis karena kutukan Ahok.