Anak yang Terpapar COVID-19 Miliki Risiko Kematian Tinggi Jika Diiringi dengan Komorbid Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac dosis pertama ke seorang tenaga kesehatan saat vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Merahputih.com - Studi Tim Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta melaporkan bahwa pasien anak yang terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 memiliki risiko kematian yang tinggi bila diiringi dengan komorbid.

"Umumnya memiliki lebih dari satu komorbid. Kebanyakan yang dominan adalah pasien dengan gagal ginjal, kemudian pasien dengan keganasan,” ujar Peneliti Utama Tim RSCM, Rismala Dewi, dalam keterangan tertulis, Minggu (6/6).

Baca Juga:

Mengenal Vaksin COVID-19 Merah Putih dengan Pendekatan DNA

Penelitian tersebut dilakukan pada periode Maret-Oktober 2020 dengan meneliti 490 pasien anak yang dirawat karena COVID-19. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa 40 persen pasien anak memiliki tingkat risiko kematian yang tinggi.

Hasil penelitian ini juga telah diterbitkan dalam International Journal of Infectious Diseases dengan judul 'Mortality in children with positive SARS-CoV-2 polymerase chain reaction test: Lessons learned from a tertiary referral hospital in Indonesia’.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Cissy Kartasasmita mengatakan risiko anak untuk terinfeksi dan sakit akibat COVID-19 sangat rendah. "Ini berdasarkan referensi jurnal medis terpercaya yang ada," kata dokter spesialis anak itu.

Kalaupun tertular, pasien anak cenderung tidak bergejala ataupun pada umumnya ringan. Cissy mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan kalau pasien anak ada yang bergejala berat, masuk ruang perawatan intensif, hingga meninggal dunia akibat COVID-19.

“Biasanya karena memiliki penyakit lain sebelumnya seperti komorbid atau kurang gizi. Angka kematian di negara lain sebenarnya cukup rendah meski dalam hasil studi di Indonesia kita tinggi,” ujarnya.

Pernyataan Cissy mengacu pada jurnal medis berjudul Children and Adolescents With SARS-CoV-2 Infection, menunjukkan bahwa saat terinfeksi COVID-19, anak anak tidak menunjukkan gejala (asymptomatic) atau bergejala ringan.

Vaksinasi di Jawa Barat. (Foto: Pemprov Jabar)
Vaksinasi di Jawa Barat. (Foto: Pemprov Jabar)

Jurnal tersebut menunjukkan dari 203 pasien anak yang tertular COVID-19, 54,7 persen tidak memperlihatkan gejala, hanya 26,1 persen saja yang perlu perawatan akibat COVD-19, dan yang paling banyak dirawat adalah bayi berusia kurang dari satu tahun yaitu 19,5 persen dari total kasus.

Cissy menambahkan orang dewasa berperan penting dalam penularan virus kepada anak-anak, sementara anak-anak menularkan ke sesamanya dalam level yang moderat. Kecenderungan level penularan yang tinggi juga tergantung dari usia mereka.

"Jurnal medis lain dari RSUD Mataram, NTB dengan judul Characteristics and Outcomes of Children with COVID-19 in West Nusa Tenggara Province, Indonesia menyebutkan bahwa fatalitas kasus COVID-19 pada anak karena terlambatnya datang ke pelayanan kesehatan, adanya penyakit lain, dan akses ke pelayanan kesehatan yang sulit," katanya.

Meski data-data menunjukkan kasus COVID-19 pada anak biasanya tidak bergejala, kata Cissy, namun orang tua perlu terus menjaga anak-anak mereka agar tidak tertular COVID-19.

Baca Juga:

Duh! Vaksinasi Tenaga Kesehatan di DKI Masih di Bawah 50 Persen

Khawatirnya apabila anak-anak dengan penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, TBC, asma, memperburuk kondisinya apabila tertular COVID-19, kata Cissy.

Cissy juga menekankan pentingnya mempertahankan daya tahan tubuh anak-anak dengan mencukupi kebutuhan makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, olahraga secara teratur dan cek serta lengkapi imunisasinya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Bantah Tidak Berikan Perawatan terhadap Rizieq Shihab
Indonesia
Polda Metro Bantah Tidak Berikan Perawatan terhadap Rizieq Shihab

Polda Metro Jaya membantah informasi yang menyebutkan tidak menyediakan perawatan medis kepada Rizieq Shihab selama menjalani penahanan.

BPK Sebut Anies Lakukan Pemborosan Pembelian Masker Rp 5 Miliar
Indonesia
BPK Sebut Anies Lakukan Pemborosan Pembelian Masker Rp 5 Miliar

BPK menemukan adanya pemborosan yang dilakukan pemerintahan Gubernur Anies Baswedan atas pengadaan pembelian masker N95 senilai Rp 5 miliar.

Pemprov DKI Terima Aset Tanah dan Bangunan Rp153 Miliar
Indonesia
Pemprov DKI Terima Aset Tanah dan Bangunan Rp153 Miliar

Penyerahan aset itu merupakan tindak lanjut atas kewajiban perusahaan

Eks Ketua WP KPK: Pelaku Korupsi jadi Buron Diduga untuk Lindungi Aktor Intelektual
Indonesia
Eks Ketua WP KPK: Pelaku Korupsi jadi Buron Diduga untuk Lindungi Aktor Intelektual

Padahal, jika tersangka korupsi kooperatif akan mendapat seluruh haknya

Ramai Spanduk Anies For Presiden 2024, Wagub Riza Bilang Wujud Demokrasi
Indonesia
Ramai Spanduk Anies For Presiden 2024, Wagub Riza Bilang Wujud Demokrasi

Aksi itu sebagai bentuk demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Pengacara Rizieq Tidak Kenal Teroris di Condet yang Miliki Atribut FPI
Indonesia
Pengacara Rizieq Tidak Kenal Teroris di Condet yang Miliki Atribut FPI

Pengacara Rizieq Shihab, Azis Yanuar mengaku tidak mengenal dengan terduga teroris yang ditangkap oleh aparat kepolisian di Condet, Jakarta Timur pada Senin (29/3) kemarin.

Bicarakan Amaliyah Hingga Cara Rakit Bom, Enam Anggota Grup WA 'Batalion Iman' Diciduk Densus
Indonesia
Bicarakan Amaliyah Hingga Cara Rakit Bom, Enam Anggota Grup WA 'Batalion Iman' Diciduk Densus

Adapun keenam terduga teroris tersebut berinisial J, D, MS, S alias AL, W dan S

YLBHI Nilai Putusan MK Soal UU Cipta Kerja Menggambarkan Kekeliruan Prinsipil
Indonesia
YLBHI Nilai Putusan MK Soal UU Cipta Kerja Menggambarkan Kekeliruan Prinsipil

Maka penting bagi pemerintah untuk menghentikan segera UU ini dan seluruh PP turunannya

Anies Minta Jajarannya Kerja Keras Pulihkan Ekonomi Jakarta
Indonesia
Anies Minta Jajarannya Kerja Keras Pulihkan Ekonomi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jajarannya untuk bekerja keras dalam melakukan pemulihan ekonomi yang mengalami kontraksi akibat hantaman pandemi COVID-19.

Neno Warisman Sebut Sidang Rizieq Shihab Tidak Adil
Indonesia
Neno Warisman Sebut Sidang Rizieq Shihab Tidak Adil

"Ini bisa memicu perasaan ketidakadilan semakin besar, diperlakukan tidak adil. Jadi harusnya menurut para ahli hukum. Hukum yang sama, kasus yang sama dengan perlakuan hukum berbeda itu namanya disparitas," ujarnya.