Anak Tengah Kurang Diprioritaskan, Mitoskah? Orangtua lebih memfavoritkan anak sulung dan bungsu mereka (Foto: pixabay)

SERING kali diperbincangkan tentang kehadiran anak tengah dalam keluarga. Mereka cenderung paling 'sial', karena orangtua mereka kurang memberikan perhatian. Misalnya, orangtua memiliki tiga anak, limpahan kasih sayang cenderung diberikan kepada anak pertama dan ketiga. Sementara itu, anak kedua biasa saja.

Lalu, apa benar setiap orangtua memang pilih kasih kepada anak-anak mereka?

Seperti dikutip laman Independent, hal tersebut memang benar. Mereka yang lahir di tengah-tengah tidak mendapatkan perhatian lebih dari kedua orangtua mereka. Para orangtua mayoritas cenderung menyukai anak bungsu mereka terutama.

Sebuah survei dilakukan oleh Mumsnet dan Grasnet. Mumsnet memiliki sampel 1.185 orang yang memiliki anak dan Grasnet melakukan survei terhadap 1.111 orang yang memiliki anak dan cucu.

Orangtua merasa senang dengan anak yang difavoritkan (Foto: pixabay)

Hasil yang didapat, hampir seperempat orang berdasarkan survei Mumsnet menyayangi anak mereka dan memiliki anak 'favorit'. Ya, benar survei Mumsnet menunjukkan bahwa separuh dari sampel mengatakan lebih menyanyangi anak bungsu mereka.

Selain itu, 42% dari sampel yang diteliti Grasnet menyebut mereka lebih menyayangi salah satu cucu mereka meskipun memiliki anak. Sementara itu, 26% orangtua mengaku sangat menyayangi anak sulung mereka. Survei tersebut tidak menyebut anak tengah mendapatkan prioritas dari orangtua.

Lebih lanjut, orangtua yang memiliki anak 'favorit' (sulung dan bungsu) mengaku anak mereka mengingatkan terhadap diri sendiri, artinya orangtua merasa anak tersebut merefleksikan sosok diri mereka. Selain itu, mereka memfavoritkan anak mereka karena merasa anak mereka lebih membuat senang jika dibandingkan dengan saudara kandung lain.

Anak tengah tetap mendapatkan kasih sayang walaupun dengan cara berbeda (Foto: pixabay)

Terkait dengan hal itu, orangtua yang memiliki anak 'favorit' atau menunjukkan sikap favoritisme (penunjukkan rasa suka terhadap seseorang) juga mengaku sebenarnya sikap mereka tidak 'sehat'. Mereka bahkan mengakui sikap mereka akan membuat anak lain merasa disampingkan jika kasih sayang yang diberikan tidak seimbang. Bisa-bisa mereka yang kurang diperhatikan merasa minder.

"Favoritisme merupakan salah satu tabu terakhir dan bisa memancing banyak rasa bersalah. Jadi penting untuk mengatakan bahwa merasakan afinitas yang lebih besar untuk anak tertentu," kata Justine Roberts, pendiri Gransnet.

Justine juga menambahkan, favoritisme yang ditunjukkan orangtua terhadap salah satu anak mereka akan membuat saudara kandung selalu merasa tidak diperlakukan dengan adil dalam jangka waktu yang panjang. Akan tetapi, bukan berarti anak tengah tidak mendapatkan kasih sayang sama sekali. Perlakuan kasih sayang tetap ad, tapi diberikan dengan berbeda.

Hal positif dan hikmah yang bisa diambil, mereka yang lahir di tengah dapat hidup lebih mandiri dan proses pendewasan bisa lebih cepat. Jadi Sahabat Merah Putih yang merasa demikian jangan minder ya, karena Anda beruntung lo.

"Kebijaksanaan Mumsnet yang disuling dalam masalah ini ialah bahwa banyak orang tua menyukai anak mereka secara berbeda, hal yang penting adalah mencintai mereka semua secara keseluruhan," kata pihak Mumsnent. (Ikh)

Baca juga artikel menarik lainnya di sini 10 Kekeliruan Pola Asuh Anak yang Kerap Dilakukan Orang Tua

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo