Anak STM 'Gadungan' Terduga Pelaku Rusuh di DPR Segera Disidangkan Kerusuhan demo. (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

MerahPutih.Com - Seorang pelajar berinisial LA yang ditangkap polisi lantaran ikut dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPR pada Senin (30/9) akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Adapun LA yang fotonya sempat viral bawa bendera merah putih di tengah kabut gas air mata.

Baca Juga:

Pagar Gedung DPR Hancur Dirusak Massa Aksi

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung mengatakan, kasus tersebut telah dilimpahkan berkas perkara dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

“Ya berkasnya sudah dikirim ke Kejari,” ujar Tahan saat dikonfirmasi, Jumat (15/11).

Demo siswa stm dan pelajar di Gedung DPR
Demosntrasi di jalan tol dalam kota, Penjompongan, Jakarta, Senin, (30/9). (Foto: Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Setelah berkas perkaranya dinyatakan berstatus P21, Kejari Jakarta Pusat bersama pihak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan mengatur jadwal memulai persidangan dengan LA dengan status terdakwa.

“Sudah dijaksa berkasnya, sudah siap disidangkan,” katanya.

Tahan menegaskan, LA statusnya bukan sebagai pelajar, melainkan pekerja swasta.

LA diamankan karena ia diduga ikut melakukan kerusuhan dalam aksi unjuk rasa.

“Itu bukan STM. Ini sudah tamat umurnya aja sudah umur 20 tahun,” tuturnya.

LA ditahan di Polres Jakarta Barat. Lalu, kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Jakarta Pusat.

Sempat dikabarkan La ditangkap lantaran melecehkan bendera Merah Putih saat unjuk rasa.

Baca Juga:

Aksi Massa Depan Gedung DPR Memanas, Polisi Minta Waspadai Provokasi

Namun, hal itu dibantah polisi. Polisi menyebutkan bahwa pelajar berinisial LA ditangkap karena melecehkan bendera Merah Putih saat unjuk rasa pada Senin (30/9) lalu.

Sebumnya, santer dibicarakan di media sosial Twitter terkait tertangkapnya LA ini. Dalam salah satu kiriman akun @kabay4n_, LA disebut-sebut sebagai sosok yang ada dalam foto viral. Dia disebut sudah 24 jam tidak pulang dan tidak ada kabar.(Knu)

Baca Juga:

Brimob Jaga di Rel Kereta, Mahasiswa Tak Bisa Lewat Belakang Gedung DPR

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Harus Jawab Kritik Dinasti Politik dengan Kompetensi
Indonesia
Gibran Harus Jawab Kritik Dinasti Politik dengan Kompetensi

"Sehingga semua anggapan-anggapan negatif dengan sendirinya akan tertepiskan," papar Direktur Indopolling Network itu

Lowongan Rekrutan Polri 2020 Ada Posisi Pramugari
Indonesia
Lowongan Rekrutan Polri 2020 Ada Posisi Pramugari

Kesempatan besar bagi putra-putri bangsa yang ingin berkarier di kepolisian

KPK Deteksi Nurhadi Ada di Jakarta
Indonesia
KPK Deteksi Nurhadi Ada di Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu mantan Sekertaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Kelurahan Lestari Gelar MTQ dan Festival Nasyid Tingkat Kelurahan Lestari Tahun 2020
Indonesia
Kelurahan Lestari Gelar MTQ dan Festival Nasyid Tingkat Kelurahan Lestari Tahun 2020

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Asahan yang menjadikan Asahan Religius, Cerdas, Sehat, dan Mandiri," kata Lurah Lestari Hendy Bakti Pratama Tambunan

RSPI Pulangkan Dua Pasien yang Sembuh Virus Corona
Indonesia
RSPI Pulangkan Dua Pasien yang Sembuh Virus Corona

RSPI Sulianti Saroso bakal memulangkan dua pasien yang sembuh dari virus corona, Kamis (12/3) besok.

Korea Selatan Laporkan Kembali 161 Kasus Virus Corona, Total Sebanyak 763
Dunia
Korea Selatan Laporkan Kembali 161 Kasus Virus Corona, Total Sebanyak 763

Korea Selatan melaporkan lagi 161 kasus virus corona (COVID-19) sehingga menambah jumlah total pasien terinfeksi di negara tersebut menjadi 763.

Tanpa Status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, Pemerintah Enggak Bisa Karantina Wilayah
Indonesia
Tanpa Status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, Pemerintah Enggak Bisa Karantina Wilayah

Pemerintah Indonesia perlu menentukan status hukum secara jelas

Upaya Pemberantasan Kelompok Radikal Dianggap Sumber Kekacauan
Indonesia
Upaya Pemberantasan Kelompok Radikal Dianggap Sumber Kekacauan

Eggi juga menyesalkan soal adanya larangan penggunaan celana cingkrang

Jelang Libur Panjang, Pengawasan Prokes di Terminal Kampung Rambutan Diperketat
Indonesia
 Din Syamsuddin: Kebijakan Menaikkan Iuran BPJS Bentuk Kezaliman
Indonesia
Din Syamsuddin: Kebijakan Menaikkan Iuran BPJS Bentuk Kezaliman

"Bahwa pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan merupakan kebijakan yang tidak bijak. Keputusan itu merupakan bentuk kezaliman yang nyata," kata Din