Anak Nia Daniaty Sebut Hanya Tawarkan Les, Bukan Jasa Penerimaan CPNS Ilustrasi rekrutmen CPNS. (Antara/Ist)

MerahPutih.com - Anak penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania atau Oi membantah tuduhan penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Oi menuturkan, pihaknya hanya menawarkan les untuk mengikuti tes CPNS.

"Perlu saya luruskan di sini, adapun saya menyelenggarakan les untuk masuk CPNS, les ya kita bicaranya, bisa dicek nanti tempatnya ada," ujar Olivia kepada wartawan yang dikutip, Jumat (1/10).

Baca Juga:

Polisi Pegang Bukti Kasus Dugaan Penipuan CPNS yang Diduga Libatkan Anak dan Menantu Nia Daniaty

Oi mengklaim les CPNS itu memiliki tenaga pengajar. Ia juga mengaku menerima uang Rp 25 juta dari penyelenggara les CPNS tersebut.

"Wajar saya punya untung dari situ, tetapi Rp 25 juta ini digunakan untuk les, untuk pengajar, sewa tempat, dan lain-lain," katanya.

Oi menuturkan, sudah ada 50 orang yang mengikuti les CPNS tersebut. Adapun biaya les CPNS itu dipatok Rp 25 juta per orang.

Oi, panggilan akrab Olivia, kemudian menegaskan bahwa salah satu pelapor bernama A bukanlah korban.

Menurutnya, A merupakan bagian oknum yang merekrut para korban untuk ikut dalam les tersebut.

"Mengenai pelapor, saya sampaikan dia bukan korban melainkan dia yang mengajak, ada bukti transfernya juga salah satunya," tambahnya.

Advokat Odie Hodianto (kedua kiri) berikan keterangan kepada wartawan pada Kamis sore (30/9) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan oleh publik figur Olivia Nathania. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Advokat Odie Hodianto (kedua kiri) berikan keterangan kepada wartawan pada Kamis sore (30/9) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan oleh publik figur Olivia Nathania. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Terhadap tudingan terhadap suaminya, Oi juga membantah hal tersebut. Ia mengaku suaminya, Rafly tak mengetahui soal kasus ini.

"Rafly tidak tahu-menahu mengenai ini. Rafly bahkan untuk berbicara ngobrol tentang ini tidak pernah, kalau memang pernah, tolong dibuktikan, karena tidak pernah sama sekali," imbuhnya.

Oi mengatakan, pelaporan tersebut berdampak pada kehidupan pribadinya. Dijelaskan Oi, karena hal ini sekolah anaknya terpaksa terhenti.

"Anak saya masih terlalu kecil dan kondisinya dia masih sekolah dan harus terhenti karena ini," kata Olivia Nathania, seperti dikutip dari tayangan YouTube.

Ia juga meminta untuk tidak ada lagi berita simpang-siur terkait masalah ini. Terlebih dengan membawa-bawa nama sang ibu, Nia Daniaty dan sang suami Rafly.

Dalam kesempatan itu, Oi juga menegaskan, sang suami Rafly yang diketahui bekerja lingkungan Kementerian Hukum dan HAM tidak terlibat dalam kasus ini.

"Jadi buat temen-temen minta beritanya jangan simpang-siur lagi, apalagi bawa nama ibu saya, suami saya, apalagi anak saya," sebutnya.

Seperti diketahui, Olivia Nathania dan suaminya bernama Rafly N Tilaar atau Raf diketahui telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Keduanya dilaporkan atas tindakan penipuan tes CPNS yang telah dilakukan sejak tahun 2019 dengan total korban mencapai 225 orang.

Baca Juga:

Korban Dugaan Penipuan Seleksi CPNS Anak Nia Daniaty Bakal Diperiksa Polisi

Salah satu korban dugaan penipuan terlapor telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Pihak korban kemudian mengungkap modus Olivia menipu para korbannya.

Pengacara korban, Odie Hodianto, mengatakan tiap kali bertemu dengan para korbannya, Olivia selalu memamerkan foto dirinya bersama pejabat.

Foto itu untuk menyakinkan para korban jika transaksi dengan Olivia akan sukses.

"Begini, dari cerita para korban ketika misalnya ada Oli ketemu korban, dia nunjukkin 'nih kemarin saya ketemu sama si ini si A'. Hanya foto saja," kata Odie di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/9).

Namun, Odie enggan memerinci daftar pejabat yang sempat berfoto dengan Olivia.

"Jadi ramai-ramai (foto) para pejabatlah. Ada dianya juga, ada juga yang enggak. (Foto pejabat) ada yang sekelas Eselon I-lah di kementerian," ungkap Odie. (Knu)

Baca Juga:

Ditjen PAS Periksa Menantu Nia Daniaty Terkait Kasus Dugaan Penipuan CPNS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DKI Belum Jadwalkan Vaksinasi Bagi Pekerja Swasta Formal
Indonesia
DKI Belum Jadwalkan Vaksinasi Bagi Pekerja Swasta Formal

Indonesia berharap dapat pasokan vaksin dari Sinovac, Novavax, AstraZeneca, Pfizer, dan COVAX/GAVI

Begini Cara Polres Jakarta Pusat Cegah COVID-19, Delivery Isoman dan Mobile Testing
Indonesia
Begini Cara Polres Jakarta Pusat Cegah COVID-19, Delivery Isoman dan Mobile Testing

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, program ini merupakan fokus Polri untuk membantu pemerintah menekan penyebaran COVID-19.

Pemerintah Nyatakan KKB Papua sebagai Teroris
Indonesia
Pemerintah Nyatakan KKB Papua sebagai Teroris

Pemerintah melalui Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan menyatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai kelompok teror.

ITF Belum Rampung, Pemprov DKI Perpanjang Pengelolaan Sampah Bantargebang
Indonesia
ITF Belum Rampung, Pemprov DKI Perpanjang Pengelolaan Sampah Bantargebang

"Kita kan memang masih harus memperpanjang," ucap Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (21/10).

Impor Beras Dinilai Rawan Terjadi Pelanggaran dan Maladministrasi
Indonesia
Impor Beras Dinilai Rawan Terjadi Pelanggaran dan Maladministrasi

Ombudsman RI menduga adanya indikasi cacat administrasi atau maladministrasi dalam rencana pemerintah mengimpor 1 juta ton beras.

Selama PPKM Level 4, Terminal Kampung Rambutan Berangkatkan 300 Penumpang
Indonesia
Selama PPKM Level 4, Terminal Kampung Rambutan Berangkatkan 300 Penumpang

Kalau awal PPKM Juli 2021 sempat jatuh dengan hanya 100 penumpang per hari

Jika Terjadi Gelombang Ke-2 COVID-19, Beban RS Semakin Berat
Indonesia
Jika Terjadi Gelombang Ke-2 COVID-19, Beban RS Semakin Berat

Berdasarkan update terbaru pemeriksaan Whole Genome Sequencing, per 17 Mei 2020, Indonesia menemukan varian baru COVID-19.

Kata Firli Soal Kabar Novel Baswedan Cs Akan Dipecat pada 1 Oktober
Indonesia
Kata Firli Soal Kabar Novel Baswedan Cs Akan Dipecat pada 1 Oktober

Ia mengatakan KPK akan menjelaskan mengenai nasib Novel Baswedan Cs itu kepada masyarakat pada waktu yang tepat.

Pemprov DKI Baru Terima Vaksin Gotong Royong 500 Ribu Dosis
Indonesia
Pemprov DKI Baru Terima Vaksin Gotong Royong 500 Ribu Dosis

Ketua DPD Gerindra DKI ini pun mengapresiasi program vaksin gotong royong

Umat Kristiani Diminta Tak Liburan saat Perayaan Natal 2020
Indonesia
Umat Kristiani Diminta Tak Liburan saat Perayaan Natal 2020

Perayaan Natal 2020 bakal diadakan secara sederhana dan sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19.