Anak Nia Daniaty Bakal Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Jasa Penerimaan CPNS Ilustrasi rekrutmen CPNS. (Antara/Ist)

Merahputih.com - Anak penyanyi lawas, Nia Daniaty, Olivia Nathania akan diperiksa polisi terkait dengan dugaan penipuan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Oi, sapaan akrab Olivia, akan dimintai keterangannya sebagai terlapor dalam perkara tersebut.

Baca Juga:

Polisi Pegang Bukti Kasus Dugaan Penipuan CPNS yang Diduga Libatkan Anak dan Menantu Nia Daniaty

"Hari Selasa untuk pemanggilannya," ujar pengacara Olivia Nathania, Susanti Agustina saat dikonfirmasi wartawan, Senin (4/10).

Kliennya dijadwalkan dilakukan pemeriksaan pukul 10.00 WIB. Namun belum diketahui secara pasti apakah Oi akan memenuhi panggilan tersebut atau tidak.

Advokat Odie Hodianto (kedua kiri) berikan keterangan kepada wartawan pada Kamis sore (30/9) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan oleh publik figur Olivia Nathania. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Advokat Odie Hodianto (kedua kiri) berikan keterangan kepada wartawan pada Kamis sore (30/9) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan oleh publik figur Olivia Nathania. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Sebagai informasi, Olivia Nathania dan Rafly N Tilaar dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas aksi penipuan dan penggelapan CPNS serta pemalsuan surat sejak 2019 lalu. Terdapat 225 orang yang menjadi korban dugaan penipuan ini.

Laporan tersebut tercacat dengan nomor STTLP/B/4728/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 24 September 2021.

Baca Juga:

Korban Dugaan Penipuan Seleksi CPNS Anak Nia Daniaty Bakal Diperiksa Polisi

Kuasa hukum 225 korban, Odie Hudianto menjelaskan keduanya mengaku dapat memasukkan seseorang untuk lolos posisi PNS melalui jalur prestasi. Yaitu dengan modus menggantikan PNS yang meninggal dunia karena COVID-19.

Oi dan Raf memasang tarif yang beragam untuk satu posisi PNS, mulai dari Rp25-150 juta. Sementara nilai kerugian dari 225 korban yang ditipu mencapai Rp9,7 miliar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jan Ethes Kerap Tanyakan Gibran yang Jarang di Rumah
Indonesia
Jan Ethes Kerap Tanyakan Gibran yang Jarang di Rumah

Ethes mulai bisa memahami kesibukan orang tuanya

RUU PDP Perlu Segera Disahkan Buat Lindungi Warga Dari Pinjaman Online Ilegal
Indonesia
RUU PDP Perlu Segera Disahkan Buat Lindungi Warga Dari Pinjaman Online Ilegal

Transaksi pinjol memang belum signifikan dampaknya ke sistem keuangan nasional tetapi perlu segera diatasi karena menyasar segmen mikro, terutama di pedesaan yang literasi keuangannya rendah.

PKS Nilai Posisi Wamen PAN-RB Mubazir dan Habisin Anggaran Negara
Indonesia
PKS Nilai Posisi Wamen PAN-RB Mubazir dan Habisin Anggaran Negara

“Saya khawatir Wamennya tidak ada kerja alias hanya menghabisi anggaran negara saja,” kata Nassir kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/6).

Obok-Obok Probolinggo, KPK Sita Bukti Gratifikasi Pencucian Uang Bupati Puput
Indonesia
Obok-Obok Probolinggo, KPK Sita Bukti Gratifikasi Pencucian Uang Bupati Puput

Kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari (PTS) .

[HOAKS atau FAKTA]: Link untuk Dapatkan Kuota Internet 35 GB Gratis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Link untuk Dapatkan Kuota Internet 35 GB Gratis

Penyaluran kuota data internet dilakukan selama 4 (empat) bulan dari September sampai dengan Desember 2020.

Gunung Merapi Masih Erupsi, Pemda DIY Pulangkan 187 Pengungsi
Indonesia
Gunung Merapi Masih Erupsi, Pemda DIY Pulangkan 187 Pengungsi

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memulangkan sekitar 187 pengungsi Gunung Merapi ke desa mereka.

Kuasa Hukum Rizieq Sebut Penangkapan Munarman Upaya Pembodohan Umat
Indonesia
Kuasa Hukum Rizieq Sebut Penangkapan Munarman Upaya Pembodohan Umat

Munarman ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait dugaan kasus terorisme

Timses Gibran-Teguh Curiga Ada yang Sengaja Rusak 1.282 Surat Suara
Indonesia
Timses Gibran-Teguh Curiga Ada yang Sengaja Rusak 1.282 Surat Suara

surat suara rusak ini tidak dicoblos sama sekali, tetapi memang sengaja di rusak. Jumlahnya 1.282 surat suara rusak.

Densus 88 Tangkap Dua Anggota Jamaah Islamiyah di Luwu Timur
Indonesia
Densus 88 Tangkap Dua Anggota Jamaah Islamiyah di Luwu Timur

Densus kembali melakukan penangkapan terhadap dua orang anggota JI di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Belum Setahun Menjabat, Kapolri Berikan Ribuah Penghargaan buat Anak Buahnya
Indonesia
Belum Setahun Menjabat, Kapolri Berikan Ribuah Penghargaan buat Anak Buahnya

Penghargaan diberikan Listyo yang sudah menjabat 10 bulan ini atas pengabdian dan dedikasi anggota selama bertugas.