Anak-Anak Masuk Hotel di Tangsel Wajib Tunjukan Hasil Tes COVID-19 Ilustrasi kamar hotel. (Foto: Side.id)

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menerapkan aturan terbaru terkait kunjungan anak di bawah usia 12 tahun ke hotel di wilayah mereka saat pandemi. Kini, anak yang masih berusia di bawah 12 tahun diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif COVID-19 saat masuk ke wilayah hotel.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 443/3488/Huk tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Baca Juga :

Penggunaan PeduliLindungi di Bandara Hindari Pemalsuan Dokumen Kesehatan

"Pengunjung berusia di bawah 12 tahun harus menunjukkan hasil negatif antigen (H-1) atau PCR (H-2)," ujar Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, dalam surat edarannya yang dikutip dari Side.id, Kamis (14/10).

Benyamin mengatakan, hotel non-pengamanan COVID-19 sudah bisa kembali beroperasi meski terbatas, dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat selama masa PPKM level 3. Hotel dapat beroperasi dengan syarat kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal.

Ilustrasi menunjukkan hasil tes COVID-19 saat masuk ke hotel. (Foto: Pexels/shutter_speed)

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga mewajibkan pengelola hotel untuk menyiapkan skrining di setiap pintu masuk hotel dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi baik untuk pengunjung atau pegawai.

"Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung, kemudian kapasitas maksimal 50 persen," tambahnya.

Baca Juga :

Warga Keluhkan Pembaharuan Aplikasi PeduliLindungi

Nantinya, setelah pengunjung melakukan check-in di aplikasi PeduliLindungi dan mendapatkan tanda kategori warna, jika pengunjung yang mendapatkan tanda warna merah maka tidak bisa memasuki hotel, tetapi apabila pengunjung mendapatkan tanda warna hijau maka bisa memasuki hotel.

"Hanya pengunjung dengan kategori hijau dan kuning dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk," lanjutnya.

Benyamin berharap masyarakat tidak terlena dengan euforia dan terus melanjutkan momentum tren kasus COVID-19 yang saat ini mulai menurun. Lalu, masyarakat diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mematuhi aturan yang ada. (nmi)

Baca Juga :

Kafe dan Restoran di Solo Masih Kesulitan Dapatkan QR Code Aplikasi PeduliLindungi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Pemprov DKI Buka Formulir Pendaftaran Imunisasi COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemprov DKI Buka Formulir Pendaftaran Imunisasi COVID-19

Telah beredar pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang menginformasikan adanya formulir yang harus diisi paling lambat pada hari Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 23.00.

DPR Masih Kaji Pilkada Serentak 2024
Indonesia
DPR Masih Kaji Pilkada Serentak 2024

Potensi kerumitan dalam pilkada serentak sangat tinggi. Tidak hanya membebani pemerintah dan penyelenggara pemilu nantinya, partai politik dan masyarakat juga bisa ikut bingung.

Tempat Tidur di RSUD Cengkareng Mulai Banyak Kosong
Indonesia
Tempat Tidur di RSUD Cengkareng Mulai Banyak Kosong

Secara demografi, mayoritas pasien positif berumur 19 sampai 59 tahun dengan jumlah 2.512 kasus

Evaluasi 1 Tahun COVID-19, Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Tenaga Kesehatan
Indonesia
Evaluasi 1 Tahun COVID-19, Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Tenaga Kesehatan

pemerintah masih cenderung kurang memberikan kepedulian lebih kepada petugas yang berhadapan COVID-19.

Pembelaan Pemprov DKI Normalisasi Besutan Ahok Dihapus dari RPJMD Anies
Indonesia
Pembelaan Pemprov DKI Normalisasi Besutan Ahok Dihapus dari RPJMD Anies

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menepis kabar program normanisasi sungai besutan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dicoret dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gubernur Anies Baswedan.

Polisi Periksa Panitia Penyelenggara Acara Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Periksa Panitia Penyelenggara Acara Rizieq Shihab

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan memeriksa beberapa saksi-saksi terkait dalam acara itu.

AJI Desak DPR Hapus Pasal di RUU KUHP dan ITE yang Dinilai Ancam Kebebasan Pers
Indonesia
AJI Desak DPR Hapus Pasal di RUU KUHP dan ITE yang Dinilai Ancam Kebebasan Pers

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat terdapat lebih dari dua puluh pasal yang mengancam kebebasan pers dan dapat mengkriminalkan jurnalis dalam menjalankan fungsinya, serta mengancam demokrasi.

KPK Periksa Legislator Jabar Waras Wasisto Terkait Kasus Suap Banprov Indramayu
Indonesia
KPK Periksa Legislator Jabar Waras Wasisto Terkait Kasus Suap Banprov Indramayu

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota DPRD Jabar Waras Wasisto terkait kasus dugaan suap dana bantuan provinsi (banprov) untuk Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

Aktivis Eggi Sudjana Jalani Pemeriksaan Lanjutan dalam Kasus Dugaan Makar
Indonesia
Aktivis Eggi Sudjana Jalani Pemeriksaan Lanjutan dalam Kasus Dugaan Makar

Eggi diketahui dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka

Warga Solo Digegerkan dengan Penemuan Granat Nanas di Dekat Rel Stasiun Balapan
Indonesia
Warga Solo Digegerkan dengan Penemuan Granat Nanas di Dekat Rel Stasiun Balapan

Seorang pekerja PT KAI digegerkan dengan penemuan sebuah granat nanas dekat rel kereta di Stasiun Solo Balapan, Senin (27/9).