Anak dan Perempuan Tidak Dididik, G7 Siap Tahan Dana Milik Afghanistan Marinir AS memberikan air bersih kepada seorang anak selama proses evakuasi. (Foto: VOAIndonesia/Korps Marinir AS)

MerahPutih.com - Gabungan negara maju yang berhimpun di G7, menyepakati akan terlinbat dalam urusan pemerintahan taliban di Afganistan, dengan syarat Taliban harus mengizinkan perjalanan yang aman bagi warga Afghanistan yang ingin meninggalkan negara itu bahkan setelah tenggat waktu 31 Agustus.

"Apa yang telah kami lakukan hari ini, G7, adalah kami menyepakati tidak hanya pendekatan bersama untuk menangani evakuasi, tetapi juga peta jalan untuk cara kami akan terlibat dengan Taliban," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Selasa (24/8).

Baca Juga:

BIN-Polisi Diminta Binasakan Gerakan Dukung Taliban di Indonesia

Persetujuan itu dilakukan setelah pertemuan virtual darurat para pemimpin negara-negara kaya Kelompok Tujuh itu.

"Beberapa dari mereka akan mengatakan bahwa mereka tidak menerima (syarat) itu, beberapa dari mereka saya harap akan memahaminya, karena G7 memiliki pengaruh ekonomi, diplomatik dan politik yang sangat besar."

Ia menegaskan, kekuatan besar yang dapat dimiliki G7 atas Taliban, setelah kelompok pemberontak itu menguasai Afghanistan lebih dari seminggu yang lalu, termasuk menahan dana yang cukup besar.

"Apa yang kami katakan adalah Afghanistan tidak bisa kembali menjadi tempat berkembang biak teror, Afghanistan tidak bisa menjadi negara narkotika, anak perempuan harus dididik sampai usia 18 tahun," katanya.

Johnson menghindari pertanyaan tentang apakah para pemimpin G7 lainnya telah menyatakan frustrasi kepada Presiden AS Joe Biden atas penanganannya terhadap krisis dan penolakannya untuk memperpanjang batas waktu bagi pasukan AS yang tersisa di Afghanistan.

Istana Kepresidenan Afghanistan. (Foto: Antara)
Istana Kepresidenan Afghanistan. (Foto: Antara)

Presiden Joe Biden berencana tetap mempertahankan tenggat waktu 31 Agustus bagi pasukan AS untuk meninggalkan Afghanistan, kata seorang pejabat pemerintah Selasa (24/8).

Dilansir VOA Indonesia, dengan hanya satu minggu menjelang batas waktu yang ditetapkan Biden, puluhan ribu warga Barat dan Afghanistan yang sebelumnya mendukung upaya AS terpaksa menuju Bandara Internasional Hamid Karzai dengan harapan bisa mencapai gerbang dan selamat terbang keluar dari negara itu.

Gedung Putih Selasa (24/8) mengatakan dalam 24 jam terakhir, 21.600 orang lainnya telah dievakuasi, tetapi ribuan lainnya yang ingin meninggalkan negara itu masih di Afghanistan. Banyak warga Afghanistan mengatakan sulit, bahkan mustahil untuk melewati pos pemeriksaan Taliban yang berjajar di sekeliling bandara.

Baca Juga:

Taliban Kuasai Afghanistan, Sineas Khawatirkan Kondisi Perfilman

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Siap Fasilitasi Warga yang Ingin Adakan Vaksinasi COVID-19 Massal
Indonesia
Kapolri Siap Fasilitasi Warga yang Ingin Adakan Vaksinasi COVID-19 Massal

Listyo menyampaikan siap untuk memfasilitasi seluruh elemen masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan vaksinasi massal.

Dua Lembaga Pendidikan Top Disiapkan untuk Anak Prajurit KRI Nanggala 402
Indonesia
Dua Lembaga Pendidikan Top Disiapkan untuk Anak Prajurit KRI Nanggala 402

Anak-anak prajurit yang gugur akibat tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 bakal diberikan beasiswa.

Datang ke KPK, Ketua DPRD DKI Enggan Beri Pernyataan
Indonesia
Datang ke KPK, Ketua DPRD DKI Enggan Beri Pernyataan

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu terlihat menenteng sebuah map berwarna merah. Prasetio bungkam saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media.

[HOAKS atau FAKTA]: Ibu Kota Dipindah, Separuh Pulau Kalimantan Bakal Dijual
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ibu Kota Dipindah, Separuh Pulau Kalimantan Bakal Dijual

Artinya, luas separuh Kaltim mencapai 6.367.346 hektare

Airlangga Klaim Ekonomi Bakal Tumbuh 7 Persen
Indonesia
Airlangga Klaim Ekonomi Bakal Tumbuh 7 Persen

Dari data yang diklaim pemerintah, realisasi PMA telah mencapai 54,6 persen dan IKK per Maret 2021 untuk kelompok masyarakat pengeluaran di bawah Rp5 juta mencapai 90,1 atau mendekati zona normal 100.

Anak Buah Yasonna: Abu Bakar Ba'asyir Bebas 8 Januari
Indonesia
Anak Buah Yasonna: Abu Bakar Ba'asyir Bebas 8 Januari

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir bakal menghirup udara bebas pada 8 Januari 2021.

Masyarakat yang Sedang Isolasi Mandiri Tak Perlu Panik Borong Oksigen
Indonesia
Masyarakat yang Sedang Isolasi Mandiri Tak Perlu Panik Borong Oksigen

Tabung oksigen langka menyusul peningkatan angka COVID-19

Berikut Prakiraan Cuaca di Semua Wilayah Indonesia
Indonesia
Berikut Prakiraan Cuaca di Semua Wilayah Indonesia

BMKG memprakirakan potensi hujan lebat disertai kilat dan atau angin kencang dapat terjadi di hampir seluruh wilayah di pulau-pulau terbesar di Indonesia.

Puluhan Ribu Pengendara Diputar Balik karena Nekat Mudik
Indonesia
Puluhan Ribu Pengendara Diputar Balik karena Nekat Mudik

Hingga hari kedua penyekatan terkait larangan mudik, Jumat (7/5), sebanyak 29.339 kendaraan diputar balik.

Distribusi Vaksin COVID-19 di Jawa Barat Dilakukan Secara Proporsional
Indonesia
Distribusi Vaksin COVID-19 di Jawa Barat Dilakukan Secara Proporsional

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pendistribusian vaksin COVID-19 di wilayahnya akan dilakukan secara proporsional berdasarkan tingkat penyebaran COVID-19.