Anak Buahnya Intimidasi Wartawan, Kapolda Metro Jaya: Belum Ada Laporan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (AntaranewsLivia Kristianti)

Merahputih.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan para wartawan yang mengalami intimidasi saat meliput jalannya sidang tahunan MPR jumat (16/8) dari anak buahnya belum membuat laporan.

Ia berjanji akan mempelajari kasus intimidasi terhadap beberapa wartawan jika sudah dilaporkan.

Baca Juga: Polisi Intimidasi Wartawan, DPR: Mencederai Pedoman Hidup Polri

"Kan belum tahu tuh karena belum ada laporan secara resmi. Nanti kalau ada kita lihat dan pelajari dulu," ujar Gatot di BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (18/8).

Gatot mengatakan polisi selalu menyosialisasikan baik ke tataran masyarakat maupun anggotanya untuk mengambil langkah persuasif dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan penyampaian pendapat di muka umum.

Ilustrai. (pixabay/Engin_Akyurt)

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, pada Jumat (16/8) Beberapa wartawan baik dari televisi, cetak maupun daring mendapatkan tindakan intimidasi dari beberapa personel kepolisian saat meliput pengamanan kegiatan para buruh yang akan berunjuk rasa di depan gedung parlemen saat sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Para jurnalis terintimidasi oleh polisi dari Polda Metro Jaya, salah satunya jurnalis dari SCTV saat merekam video menggunakan ponselnya dipukul oleh personel polisi sehingga terpental jatuh di depan Stasiun TVRI.

Baca Juga: Intimidasi Wartawan, Polri Gagal Lakukan Integrasi Manajemen Media

Saat dikonfirmasi pada Minggu (18/8) siang, para wartawan yang mengalami tindakan intimidasi ketika melakukan peliputan pengamanan kegiatan buruh pada Sidang MPR tahunan itu berencana melaporkan masalah tersebut kepada PROPAM (Profesi dan Pengamanan) Polri pada Senin (19/8). (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH