Anak Buah Surya Paloh Kritik Rencana Prabowo Beli Pesawat Tempur Eurofighter 'Typhoon' anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Rencana Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk membeli pesawat Eurofighter 'Typhoon' untuk melengkapi Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) mendapatkan kritikan dari anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya.

Willy menganggap pembelian alutsista untuk TNI Angkatan Udara tersebut dilakukan tanpa dasar kebijakan pertahanan justru akan terlihat sebagai belanja serampangan namun hingga saat ini pemerintah belum selesai merevisi kebijakan umum pertahanan.

Baca Juga

Indonesia Minati Pesawat Tempur Eurofighter 'Typhoon'

"Beli pesawat, tank, senjata serbu itu semua harus ada dasarnya apalagi beli pesawat tempur udara jenis superfighter. Salah-salah kita bisa dilihat sedang mengubah strategi defensive aktif menjadi ovensif. Ini bisa jadi soal pertahanan dan politik luar negeri yang terlihat oleh negara lain," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/7)

Dia mengkritik adanya kesan tergesa-gesanya pembelanjaan APBN Kemhan karena belanja alutsista apapun sah saja jika didahului dengan kajian komprehensif sistem pertahanan yang akan dibangun.

Menurut dia, DPR tentu akan mendukung jika belanja alutsista memang merupakan hal yang mendasar dalam rangka pertahanan negara.

"Belanja alutsista semacam pesawat tempur ini bukan seperti belanja rutin lainnya karena merupakan belanja strategis karenanya harus sangat hati-hati, disesuaikan dengan doktrin pertahanan dan politik luar negeri Indonesia. Tidak bisa hanya dengan alasan peremajaan atau alasan pembinaan trimatra," katanya dilansir Antara

Eurofighter
Pesawat Tempur Eurofighter 'Typhoon'

Wakil Ketua F-NasDem DPR itu menyoroti rencana pembelian Typhoon yang hampir sejenis dengan Sukhoi-35 karena pembelian jenis pesawat tempur yang serupa namun dengan model yang berbeda akan menjadi tidak efisien dan akan membengkakkan anggaran.

Willy menilai jenis Thpoon yang mau dibeli, Indonesia sebenarnya sudah punya Sukhoi 35, sistem perawatan, peralatan, suku cadang dan kebutuhan Sukhoi pun sudah disiapkan lalu kenapa justru beli yang berbeda lagi.

"Kalau beli yang berbeda, maka belanja lainnya untuk perbaikan, perawatan, suku cadang dan lainnyapun akan beda. Dampaknya akan juga berkenaan dengan APBN nantinya," katanya.

Willy menilai Menhan Prabowo harus pikirkan juga hal tersebut karena lebih baik beli dari model yang sama saja.

Baca Juga

Miris, Siluman F-35 Lightning II 'Rapuh' Terhadap Petir

Willy meyakini Prabowo sangat memahami ancaman pertahanan negara khususnya di matra darat namun kelebihan Menhan tersebut harus diperkuat dengan kajian-kajian strategis pertahanan negara yang lebih komprehensif.

"Kalau Amerika punya Network Centric Warfare (NCF) sebagai doktrin perangnya agar dapat menyesuaikan dengan kondisi dan perkembangan teknologi informasi. Lantas bagaimana dengan kita menghadapi perang asimetris, ini yang harus dipikirkan lebih matang selain belanja 'rutin' alutsista," pungkasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Antisipasi Tindakan Anarkistis, Belasan Ribu Personel TNI-Polri Jaga Demo PA 212 cs
Indonesia
Antisipasi Tindakan Anarkistis, Belasan Ribu Personel TNI-Polri Jaga Demo PA 212 cs

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana menyebut pihaknya menuturkan ada belasan ribu polisi dan TNI.

Cuaca Berawan Naungi Jakarta pada Jumat
Indonesia
Cuaca Berawan Naungi Jakarta pada Jumat

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprakirakan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Jumat (15/1) pagi didominasi berawan di semua kota dan kabupaten.

Tito Ingin Alat Peraga Kampanye Berupa Masker dan Hand Sanitizer
Indonesia
Tito Ingin Alat Peraga Kampanye Berupa Masker dan Hand Sanitizer

Oleh karena itu, ia berharap pilkada tidak menjadi klaster penyebaran baru COVID-19

Pemulangan WNI Alumni ISIS Bisa jadi Bom Waktu
Indonesia
Pemulangan WNI Alumni ISIS Bisa jadi Bom Waktu

Gagasan untuk memulangkan WNI eks anggota ISIS ke tanah air, mesti dipikirkan secara matang untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara

PSI Puji Anies Soal Aturan Ganjil Genap di Pasar
Indonesia
PSI Puji Anies Soal Aturan Ganjil Genap di Pasar

PSI meminta kepada PD Pasar Jaya untuk menambah waktu operasional pasar.

KAMI Dipersilakan Kritik Pemerintah Tapi Disertai Data Akurat
Indonesia
KAMI Dipersilakan Kritik Pemerintah Tapi Disertai Data Akurat

"Jika melakukan kritik, sebaiknya kritiknya konstruktif, disertai data-data yang akurat dan solusi penyelesaian masalah. Ini lebih baik daripada sekadar menyalahkan dan mencari kesalahan,” terangnya.

 Jadi Menteri Terpopuler, Prabowo Tak Besar Kepala
Indonesia
Jadi Menteri Terpopuler, Prabowo Tak Besar Kepala

"Tidak sama sekali jadi membuat beliau besar kepala, karena itu subyektifitas responden. Pak Prabowo posisinya ingin kerja saja. Selebihnya silakan di nilai positif dan negatifnya," ujar Dahnil

Anies Ajak Pengusaha di Jakarta Bantu Warga Imbas Corona
Indonesia
Anies Ajak Pengusaha di Jakarta Bantu Warga Imbas Corona

Anies melakukan video konferensi bersama 129 perwakilan perusahaan multinasional dan asosiasi bisnis.

Eks Ketua KPK: Peneror Novel Baswedan Harusnya Dituntut Maksimal
Indonesia
Eks Ketua KPK: Peneror Novel Baswedan Harusnya Dituntut Maksimal

Novel Baswedan sebagai penegak hukum yang memiliki integritas dalam memberantas korupsi seharusnya mendapatkan perlakuan layak sebagai korban.

Dianggap Rendahkan Budaya Betawi, Ondel-Ondel Dilarang Ngamen di Jalan
Indonesia
Dianggap Rendahkan Budaya Betawi, Ondel-Ondel Dilarang Ngamen di Jalan

Selain mengganggu ketertiban umum, icon Betawi itu sebagai ajang mengamen dinilai merendahkan kebudayaan Betawi.