Anak Buah Juliari Akui Pernah Beri Uang Rp 1 Miliar ke Anggota BPK Achsanul Qosasih Bekas Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, tiba untuk diperiksa, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Indrianto E Suwarso

MerahPutih.com - Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso mengakui pernah memberikan uang senilai Rp 1 miliar kepada Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasih. Pemberian uang itu melalui staf Achsanul, bernama Yonda.

"Saya berikan kepada orangnya beliau namanya Yonda pada bulan Juli, senilai Rp1 miliar, (dalam bentuk) dolar Amerika," kata Matheus saat bersaksi untuk terdakwa bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (7/6).

Baca Juga:

Usut Kasus Bansos, KPK Periksa Operator Legislator PDIP Ihsan Yunus

Majelis Hakim lalu mendalami sosok Achsanul tersebut. Matheus ditelisik siapa sosok Achsanul Qosasih yang menerima uang Rp1 miliar dari pengadaan bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

"Setahu saya dari BPK, yang mulia," ujar Matheus.

"Uang apa yang saudara berikan ke Achsanul?," tanya Hakim.

Mensos Juliari P. Batubara pakai baju tahanan KPK. (Foto: Antara).
Mensos Juliari P. Batubara pakai baju tahanan KPK. (Foto: Antara).

"Saya ambil dari uang pengumpulan biaya operasional," kata Matehus.

Menurut Matheus, penyerahan uang kepada Achsanul melalui stafnya tersebut merupakan permintaan dari mantan kuasa pengguna anggaran (KPA) Adi Wahyono.

"Saya diminta Pak Adi untuk menyerahkan. Saya serahkan langsung ke Yonda," ujar Matheus.

Diketahui, Juliari didakwa menerima suap dengan total Rp 32,48 miliar secara bertahap. Uang tersebut diperoleh dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan COVID-19. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

Baca Juga:

KPK Dalami Jatah Paket Bansos dari Anak Buah Juliari ke Ketua Komisi VIII

Juliari disebut menerima uang suap secara bertahap. Uang sebesar Rp 1,28 miliar diperoleh dari konsultan hukum Harry Van Sidabukke. Uang tersebut diterima pejabat pembuat komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Kemudian uang sebesar Rp 1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja. Juliari selain itu diduga juga menerima Rp 29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MPR Diminta Pertimbangkan Urgensi Melakukan Amandemen Terbatas UUD 1945
Indonesia
MPR Diminta Pertimbangkan Urgensi Melakukan Amandemen Terbatas UUD 1945

Abdul Fickar juga meminta agar MPR mempertimbangkan faktor kesiapan ekonomi Indonesia

WP KPK Yakin Jokowi Beri Respon Positif Soal Temuan Komnas HAM
Indonesia
WP KPK Yakin Jokowi Beri Respon Positif Soal Temuan Komnas HAM

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberi respon positif terkait temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Ditemui Komjen Listyo, AHY Minta Polri Bertindak Adil
Indonesia
Ditemui Komjen Listyo, AHY Minta Polri Bertindak Adil

Calon tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo menemui Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yuhdoyono (AHY).

Jokowi: Idul Fitri Jadi Momentum Bangsa Indonesia Bangkit dan Menang Lawan COVID-19
Indonesia
Jokowi: Idul Fitri Jadi Momentum Bangsa Indonesia Bangkit dan Menang Lawan COVID-19

“Semoga di hari kemenangan ini menjadi momentum bagi kita semua bangsa Indonesia untuk bangkit dan menang melawan pandemi COVID-19,” tegasnya.

Trauma Gempa, 7.227 Warga Tehoru Masih Ngungsi di Dataran Tinggi
Indonesia
Trauma Gempa, 7.227 Warga Tehoru Masih Ngungsi di Dataran Tinggi

Pascagempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Pulau Seram, Maluku Tengah, pada Rabu (16/6), sebanyak 7.227 warga di kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah masih mengungsi di dataran tinggi.

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin AstraZeneca Rupanya Ditolak di 17 Negara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin AstraZeneca Rupanya Ditolak di 17 Negara

Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penggunaan atau penyebaran vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Wali Kota Bogor Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab
Indonesia
Wali Kota Bogor Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menjadi salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan Rizieq Shihab (HRS) terkait perkara tes Swab RS UMMI Bogor.

PKS: Perda COVID-19 Beri Jaminan bagi Warga yang Isolasi Mandiri
Indonesia
PKS: Perda COVID-19 Beri Jaminan bagi Warga yang Isolasi Mandiri

Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD telah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanggulangan COVID-19 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Intimidasi Saksi Kasus Bansos, Penyidik KPK Dihukum Potong Gaji
Indonesia
Intimidasi Saksi Kasus Bansos, Penyidik KPK Dihukum Potong Gaji

Kedua penyidik KPK dinyatakan melakukan perundungan dan pelecehan terhadap pihak-pihak lain

Waktu Terbatas, TNI Terima Bantuan Luar Negeri Cari Nanggala-402
Indonesia
Waktu Terbatas, TNI Terima Bantuan Luar Negeri Cari Nanggala-402

Proses penerimaan bantuan itu akan dikoordinasikan oleh asisten intelijen panglima TNI dan asisten intelijen kepala staf Angkatan Laut.