Anak Buah John Kei Pakai Narkoba saat Lakukan Penyerangan Jumpa pers penangkapan John Kei cs di Mako Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020). ANTARA/Fianda Rassat

MerahPutih.com - Berdasar hasil pemeriksaan urine, polisi menyebut dua dari anak buah John Kei positif mengkonsumsi narkoba.

"Terakhir semua kita cek urine dan sementara masih lanjut 30 orang ini, baru 2 orang dinyatakan positif narkoba," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa (23/6).

Baca Juga:

Polisi Masih Cari Senpi yang Digunakan Anak Buah John Kei

Meski begitu, polisi belum merinci jenis narkoba yang dikonsumsi 2 anak buah John Kei itu.

Hingga kini, Yusri mengaku pihaknya masih menunggu hasil tes urine anak buah John Kei lainnya yang belum keluar. Hal itu untuk memastikan adakah anak buah John Kei lain yang juga mengkonsumsi narkoba.

"Kita masih tunggu hasil urin lainnya," kata dia.

Ia mengatakan, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei sempat mengajak bertemu Jhon Refra Kei alias John Kei untuk menyelesaikan perselisihan terkait pembagian uang hasil penjualan tanah secara kekeluargaan.

"Kita dapat dari barang bukti yang ada di WhatsApp, sempat Nus Kei sampaikan di situ, 'tolong John kita ketemu saja berdua. Jangan membawa kita punya anggota, ini urusan pribadi kita berdua'. Tetapi tak ditanggapi John Kei (pesan Nus Kei)," ujarnya.

Tersangka kejahatan John Kei dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap 30 orang yakni John Kei beserta anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten pada Minggu 21 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.
Tersangka kejahatan John Kei dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap 30 orang yakni John Kei beserta anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten pada Minggu 21 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

Apalagi, mengingat keduanya masih punya hubungan keluarga. Nus adalah paman dari John.

Sayangnya, John Kei tidak pernah merespons pesan yang dikirim pamannya tersebut. Pesan dikirim bukan cuma sekali.

Baca Juga:

Soroti Kebrutalan John Kei, Bamsoet Tantang Polri Tindak Oknum Beking Preman

Kepada polisi, John Kei mengaku kecewa terhadap pamannya karena merasa dikhianati, namun John belum menjelaskan secara detail pengkhianatan yang dilakukan pamannya.

"Dia (John) akui merasa dikhianati oleh Nus Kei, salah satunya masalah uang atau tanah ini. Masih ada beberapa lain yang belum diungkapkan John Kei. Cuma dia sampaikan setiap ditanyakan itu 'saya dikhianati oleh Nus Kei'," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, polisi melakukan penggerebekan terhadap kelompok John Kei di perumahan Taman Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6) malam. Sebanyak 25 orang diamankan. Penggerebekan ini terkait aksi penyerangan di Green Lake City, Kota Tangerang dan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. (Knu)

Baca Juga:

John Kei Kembali Berulah, Polisi Dinilai Gagal Jaga Kamtibmas Jakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setengah Juta Warga Medan Belum Dilindungi BPJS Kesehatan
Indonesia
Setengah Juta Warga Medan Belum Dilindungi BPJS Kesehatan

Pemkot Medan,saat ini tengah memilah warga yang seharusnya menjadi tanggung jawab si pemberi kerja dan mereka yang tidak mampu akibat berpenghasilan tidak tetap harus mendapat jaminan kesehatan oleh pemerintah daerah.

Wagub Riza Jelaskan Alasan Pemprov DKI Tolak Titah Luhut soal WFH 75 Persen
Indonesia
Wagub Riza Jelaskan Alasan Pemprov DKI Tolak Titah Luhut soal WFH 75 Persen

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghubungi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Setelah berkoordinasi keduanya bersepakat WFH jadi cuma 50 persen.

Pelarangan Eks HTI Ikut Pemilu Dinilai Berlebihan
Indonesia
Pelarangan Eks HTI Ikut Pemilu Dinilai Berlebihan

Eks anggota HTI saat ini mungkin saja juga sudah berubah menjadi orang yang baik dan taat

Update COVID-19 Selasa (8/12): Pasien Positif Bertambah 5.292 Kasus
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (8/12): Pasien Positif Bertambah 5.292 Kasus

Sedangkan kasus sembuh pada hari ini bertambah 4.295 orang

Tiga Menteri dengan Elektabilitas Tertinggi dan Dipercaya Masyarakat Versi ARSC
Indonesia
Tiga Menteri dengan Elektabilitas Tertinggi dan Dipercaya Masyarakat Versi ARSC

Survei tersebut dilaksanakan pada 26 April hingga 8 Mei 2021

23 Maret, PN Jakpus Gelar Sidang Gugatan Anak Buah Moeldoko Terhadap AHY Cs
Indonesia
23 Maret, PN Jakpus Gelar Sidang Gugatan Anak Buah Moeldoko Terhadap AHY Cs

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengumumkan sidang perkara gugatan yang dilayangkan oleh sejumlah politikus, salah satunya, Marzuki Alie, terhadap Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 23 Maret 2021.

13 Hakim Positif Corona, Pengadilan Negeri Medan Ditutup Dua Pekan
Indonesia
13 Hakim Positif Corona, Pengadilan Negeri Medan Ditutup Dua Pekan

"Ke-38 orang yang dinyatakan positif COVID-19 itu terdiri atas 13 orang hakim dan 25 orang pegawai," ujarnya

KPK Sita Uang Tunai Terkait Kasus Bupati Kutai Timur
Indonesia
KPK Sita Uang Tunai Terkait Kasus Bupati Kutai Timur

"Jumlah uang masih akan dihitung dan dikonfirmasi lebih dahulu kepada para saksi-saksi," katanya.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah Positif COVID-19
Indonesia
Gubernur Aceh Nova Iriansyah Positif COVID-19

Hasil tes usap pada Senin (31/5) menyatakan Gubernur Aceh Nova Iriansyah positif COVID-19.

Repatriasi 155 ABK dari Tiongkok, LPSK Siap Beri Perlindungan
Indonesia
Repatriasi 155 ABK dari Tiongkok, LPSK Siap Beri Perlindungan

"Pemeriksaan dimaksudkan untuk memastikan apakah para ABK menjadi korban praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau tidak," kata Wakil Ketua LPSK, Antonius Wibowo