Anak Buah Anies Ogah Terapkan Ganjil-Genap meski Jalanan Jakarta Macet Ganjil genap di Jakarta. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemerintah DKI Jakarta belum punya rencana untuk menerapkan kembali sistem ganjil-genap, meskipun kondisi lalu lintas kembali mengalami kemacetan selama bulan Ramadan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, alasan pihaknya tak memberlakukan ganjil-genap karena semua moda transportasi umum membatasi kapasitas penumpang sebanyak 50 persen.

Jika dilakukan ganjil-genap, dikhawatirkan akan terjadi penumpukan penumpang di transportasi umum karena warga beralih dari mobil pribadi ke angkutan umum.

Baca Juga:

Polda Metro Belum Diajak Bicara Soal Rencana Pemberlakuan Ganjil-Genap

"Kita pahami pemerintah sedang berupaya segera keluar pandemi COVID-19. Tapi di sisi lain, angkutan umun kita batasi penumpang hanya 50 persen. Oleh sebab itu, ganjil-genap belum dioperasikan," papar Syafrin di Jakarta, Rabu (28/4).

Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, lanjut Syafrin, Dishub dan Polda Metro melakukan pengaturan. Mereka mengarahkan agar pengemudi pengguna jalan untuk disiplin dan tertib berlalu lintas.

"Biasanya banyak yang salip-menyalip dan kemudian berusaha menggunakan ruang-ruang yang harusnya bukan untuk ruang kendaraan bermotor dan masuk kembali ke ruang lalu lintas, itulah yang menjadi penyebab kemacetan. Jika kita disiplin, tentu pergerakan kendaraannya akan smooth ke depan," paparnya.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: MP/Asropih)
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: MP/Asropih)

Anak buah Gubernur Anies Baswedan ini mengakui, saat bulan puasa volume kendaraan meningkat. Sebenarnya, lonjakan volume lalu lintas hanya naik 2 persen dari periode sebelumnya. Tapi, ada kepadatan di jam-jam tertentu saat bulan Ramadan. Banyak warga yang melakukan aktivitas di jam yang sama.

"Biasanya, pagi hari orang berangkat jam 5 atau jam 6 pagi. Sekarang semuanya berangkat jam 7, sehingga terjadi kepadatan yang serentak. Jadi, semunya numpuk di waktu yang hampir sama karena rata-rata mereka masuk kerja jam 8 (pagi)," ucapnya.

Baca Juga:

PSBB Transisi Diperpanjang, Ganjil Genap di Jakarta Masih Belum Berlaku

Dilanjutkan Syafrin, begitu pula dengan sore hari. Banyak pegawai yang selesai kerja sekitar pukul 3 sore. Mereka ingin segera pulang karena ingin berbuka puasa di rumah.

"Nah, waktu-waktu puncak inilah yang sangat menimbulkan kepadatan. Tapi dari sisi jumlah volume lalu lintas, peningkatannya tidak mencapai angka yang fantastis," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

Kekhawatiran Polisi Jika Ganjil Genap di Jakarta Kembali Diberlakukan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolda Metro Akan Bentuk Anak Buahnya Jadi Pebisnis Lele Hingga Pisang Goreng
Indonesia
Kapolda Metro Akan Bentuk Anak Buahnya Jadi Pebisnis Lele Hingga Pisang Goreng

Hal ini untuk memperkuat ketahanan ekonomi anggota

50 Ribu Pekerja Migran Indonesia Balik Ke Tanah Air
Indonesia
50 Ribu Pekerja Migran Indonesia Balik Ke Tanah Air

kepulangan ini, perlu diantisipasi, yaitu dilakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan melakukan karantina selama 5 hari di daerah kedatangan serta dilakukan PCR-test kepada masing-masing orang.

TNI AD Bantu Aprilia Manganang Ubah Jenis Kelamin dari Perempuan ke Laki-laki
Indonesia
TNI AD Bantu Aprilia Manganang Ubah Jenis Kelamin dari Perempuan ke Laki-laki

TNI Angkatan Darat (TNI AD) memastikan Sersan Dua (Serda), Aprilia Manganang berjenis kelamin laki-laki.

PB SEMMI Ancam Laporkan Risma ke Ombudsman
Indonesia
PB SEMMI Ancam Laporkan Risma ke Ombudsman

Dengan keputusan itu, PB SEMMI berniat akan melaporkan dan menggugat masalah rangkap jabatan ini kepada Ombudsman dan PTUN.

Menteri Dapat Bintang Mahaputera, Moeldoko: Posisi di Kabinet Belum Aman
Indonesia
Menteri Dapat Bintang Mahaputera, Moeldoko: Posisi di Kabinet Belum Aman

Menurut Moeldoko, penganugerahan tanda kehormatan tidak menjamin posisi seorang menteri aman.

ICW Kritik Deputi Penindakan KPK Sebut Tak Butuh Keterangan Antam Novambar
Indonesia
ICW Kritik Deputi Penindakan KPK Sebut Tak Butuh Keterangan Antam Novambar

Pernyataan jenderal bintang dua itu bertolak belakang dengan pernyataan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, beberapa waktu lalu.

Kubu Rizieq Sebut Putusan Hakim PN Jaksel Sesat
Indonesia
Kubu Rizieq Sebut Putusan Hakim PN Jaksel Sesat

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab menganggap putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sesat.

Audio Jelek, Sidang Perdana Rizieq Shihab Ditunda
Indonesia
Audio Jelek, Sidang Perdana Rizieq Shihab Ditunda

Suparman meminta kepada pihak PN Jaktim untuk memperbaiki sistem persidangan berbasis virtual agar ke depan sidang Rizieq Shihab berjalan baik dan tidak ada gangguan seperti hari ini.

92 RT Terendam Banjir, Pemprov DKI Dirikan 3 Posko Pengungsian
Indonesia
92 RT Terendam Banjir, Pemprov DKI Dirikan 3 Posko Pengungsian

Jumlah warga yang mengungsi akibat rumahnya terendam banyak sebanyak 154 jiwa. Data ini dilaporkan BPBD DKI Jakarta pada pukul 09.00 WIB.

MA Diminta Konsisten Memutus Kasus Korupsi
Indonesia
MA Diminta Konsisten Memutus Kasus Korupsi

Peraturan itu ditetapkan dengan pertimbangan penjatuhan pidana harus memberikan kepastian dan proporsionalitas pemidanaan