Anak Buah Anies Minta Warga Nikmati Banjir, PSI: Hati Rakyat Sakit Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Rian Ernest (Foto: Antaranews)

Merahputih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyayangkan pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah yang meminta warga DKI untuk menikmati saja banjir yang terjadi lantaran dua pertiga tubuh adalah air.

Menurut Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Rian Ernest, Pernyataan itu mencerminkan ketiadaan empati dan kepedulian Pemprov DKI kepada para korban.

Baca Juga:

Diduga Terkait Banjir Jakarta, Dua Anak Buah Anies Mundur

"Tidak pantas keluar dari mulut seorang pejabat. PSI sangat menyesalkan karena menyakiti hati rakyat," kata Rian Ernest, dalam keterangan tertulis yang diterima Merahputih.com, Jumat (28/2).

Rian menegaskan para korban banjir itu sangat menderita. Sehingga mustahil bisa menikmati penderitaan yang diterimanya. Mereka harus mengungsi, barang-barang rusak atau hancur, dan banyak yang terjangkit penyakit.

Pernyataan tersebut, juga merefleksikan ketiadaan konsep dan rencana Pemprov DKI dalam mencegah banjir.

“Jika Pemprov punya konsep, Pak Sekda akan membeberkan panjang-lebar. Karena tidak punya konsep pencegahan, apa boleh buat, pernyataan tidak berkelas semacam itu yang meluncur dari beliau (Sekda DKI)," jelas dia.

Sekda DKI Saefullah keluarkan pernyataan kontroversial terkait banjir Jakarta
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah. (Foto: MP/Asropih)

"Jangan asal menutupi kesalahan Gubernur Anies dengan cara-cara yang menyakiti rakyat," papar Rian.

Seperti Diketahui, Sekda DKI Saefullah mengatakan, banjir sudah terjadi bukan hanya di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saja. Ketika Jakarta memasuki musim hujan, kata Saefullah, air pasti akan memasuki rumah warga.

Baca Juga:

Jika Persoalan Banjir Jakarta Dibawa ke Ranah Politik, Anies Bakal Untung

Karena banjir terjadi setiap tahunnya, Saefullah meminta agar warga menikmatinya. Karena menurut dua pertiga tubuh kita adalah air.

"Diinikmati saja. itu soal manajemen air. Tubuh kita 2/3 persen air. Sering keluar air. Banyak (air di) kepala, atau mana. Air mata saja harus ada manajemen," kata Saefullah. (Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Ungkap Kronologi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Ungkap Kronologi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo

KPK mengungkapkan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

KPK Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi Rp46 M Nurhadi
Indonesia
KPK Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi Rp46 M Nurhadi

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka.

  Pemda DIY Godok SOP Konsep New Normal Pariwisata
Indonesia
Pemda DIY Godok SOP Konsep New Normal Pariwisata

"Umpamanya pandemi ini tidak selesai-selesai ya tidak mungkin kita mau tutup terus. Maka perlu ada SOP new normal dimana pariwisata tetap bisa jalan, tapi tetap tidak mengacuhkan pandemi," kata Singgih

Hasil Tes Swab Jokowi Negatif
Indonesia
Hasil Tes Swab Jokowi Negatif

Kepala Negara menjalani test swab setelah Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo positif COVID-19

Disebut Lindungi Bakrie Group, BPK Laporkan Benny Tjokro
Indonesia
Disebut Lindungi Bakrie Group, BPK Laporkan Benny Tjokro

Benny Tjokro didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp16,8 triliun.

Presiden Jokowi dan Menpora Dijadwalkan Hadiri Pembukaan Liga 1 2020
Berita
Presiden Jokowi dan Menpora Dijadwalkan Hadiri Pembukaan Liga 1 2020

"Kalau untuk Presiden sendiri saya sudah mengirimkan surat dan baru akan mendapatkan jawaban besok,” kata Manajer Media dan Hubungan Publik LIB, Hanif Marjuni.

Mayoritas Warga Jakarta Diklaim Taat Protokol Kesehatan
Indonesia
Mayoritas Warga Jakarta Diklaim Taat Protokol Kesehatan

Heru memastikan personel TNI dan Polri akan diperketat terutama di tempat perbelanjaan yang bakal segera dibuka.

Jepang Beri Pinjaman dan Hibah Rp7,1 Triliun
Indonesia
Jepang Beri Pinjaman dan Hibah Rp7,1 Triliun

Pinjaman diberikan dengan suku bunga sebesar 0,01 persen dengan masa pengembalian 15 tahun dengan masa tenggang selama empat tahun.

 Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 6575 Meninggal 582
Indonesia
Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 6575 Meninggal 582

"Kasus positif 6.575 terjadi penambahan 327 kasus. Sementara 35.644 dinyatakan negatif," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto