Anak Buah Anies Bolehkan Gelar Akad Nikah Tapi Tidak dengan Resepsinya Ilustrasi resepsi pernikahan (Instagram)

Merahputih.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) masih belum mengizinkan acara resepsi pernikahan pernikahan selama penerapan PSBB transisi. Hanya saja Pemprov memperbolehkan kegiatan akad nikah.

"Yang baru boleh acara akad nikah, resepsi belum boleh," ujar Kepala Bidang Industri Pariwisata, Disparekraf, DKI Jakarta Bambang Ismadi di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (12/10).

Baca Juga

Tangani Dampak COVID-19, Stimulus Fiskal Harus Dibarengi Kebijakan Moneter

Bambang menjelaskan, alasan pihaknya tak memperbolehkan kegiatan resepsi pernikahan karena akan menimbulkan kerumunan tamu yang hadir. Hal ini ditakutkan menjadi potensi penularan COVID-19.

"Karena resepsi itu menimbulkan kerumunan sangat banyak makanya kerumunan keruman banyak belum boleh," jelasnya.

Alasan Pemprov DKI hanya memperbolehkan akad nikah. Lantaran acara tersebut hanya di batasi 30 tamu yang datang. Dengan begitu pihak panitia bisa mengatur pengunjung agar tidak berkerumun dan menaati protokol kesehatan.

"Kalau resepsi sih yang pasti belum diizinin kalau akad nikah kan maksimal 30 orang," tutupnya.

Pernikahan
Ilustrasi pernikahan

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerapkan kembali PSBB transisi selama dua pekan dari mulai 12 sampai 25 Oktober 2020.

Diberlakukannya PSBB tersebut karena hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta melihat adanya pelambatan kenaikan kasus positif.

Dengan penerapa PSBB transisi kembali ada 16 sektor usaha yang diizinkan beroperasi.

16 sektor usaha yang diizinkan beroperasi pada PSBB transisi di Jakarta yakni Perkantoran, Pabrik, Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan & Mall, Pergudangan, Pertokoan & Retail dan UKM Terdaftar (Lokbin & Loksem).

Diizinkan pula Restoran atau Rumah Makan atau Café, Taman Rekreasi atau Pariwisata seperti Ancol, Taman Mini, Ragunan dan lain-lain, Pusat Kebugaran, Aktivitas Indoor dengan Pengaturan Tempat Duduk Secara Ketat, Salon atau Barbershop, Wisata Tirta, Produksi Audio/Visual, Fasilitas Olahraga Indoor dan Museum, Galeri Seni serta Tempat Pameran. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bermodal Stiker 'Kemenhub', Satu Unit Bus Bisa Antar Pemudik ke Solo
Indonesia
Bermodal Stiker 'Kemenhub', Satu Unit Bus Bisa Antar Pemudik ke Solo

Bus dengan pelat nomor B 7088 WGA itu diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan

Hakim Kabulkan Permohonan JC Perantara Suap Djoko Tjandra
Indonesia
Hakim Kabulkan Permohonan JC Perantara Suap Djoko Tjandra

Pasal 10 ayat 1 saksi pelaku dapat diberikan penanganan secara khusus dan penghargaan atas kesaksian

78 Wisatawan Reaktif Rapid Test Dalam Operasi Gabungan
Indonesia
78 Wisatawan Reaktif Rapid Test Dalam Operasi Gabungan

78 wisatawan reaktif rapid test dalam operasi gabungan Satgas Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jabar dan kabupaten/kota di 14 daerah.

UMK Bekasi Naik Hampir Rp300 Ribu
Indonesia
UMK Bekasi Naik Hampir Rp300 Ribu

Kenaikan besaran upah ini melalui negosiasi alot berujung pengambilan keputusan lewat pengambilan suara terbanyak.

Polisi Lalu Lintas Duga Orang yang Berkerumun di Kolong Semanggi Kelompok Anarko
Indonesia
Polisi Lalu Lintas Duga Orang yang Berkerumun di Kolong Semanggi Kelompok Anarko

Sambodo belum bisa menjelaskan secara rinci tujuan dari belasan orang yang ditangkap ini

Kemenag Dinilai Kurang Terbuka kepada Pers dan Publik
Indonesia
Kemenag Dinilai Kurang Terbuka kepada Pers dan Publik

Kemenag dinilai kurang terbuka kepada insan pers dan publik.

Respons KPK Dituding Gelar Perkara Skandal Djoko Tjandra Cuma Pencitraan
Indonesia
Respons KPK Dituding Gelar Perkara Skandal Djoko Tjandra Cuma Pencitraan

"Kami menghargai pandangan dari siapapun soal hal tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Dua Anak Buah Anies Terpapar Corona, Komisi A Minta Pejabat DKI Test Swab
Indonesia
Dua Anak Buah Anies Terpapar Corona, Komisi A Minta Pejabat DKI Test Swab

Politikus Partai Demokrat ini menyarankan agar kegiatan rapat kerja dilaksanakan dengan sistem daring atau online.

Penerapan Ganjil Genap Dinilai Gak Nyambung dengan Penanggulangan COVID-19
Indonesia
Penerapan Ganjil Genap Dinilai Gak Nyambung dengan Penanggulangan COVID-19

Kebijakan ganjil genap dibuat dan dilahirkan untuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi agar tidak macet pada masa normal.

Tiba di Lokasi Debat, Bajo Lambaikan Victory dan Gibran Bawa Buku
Indonesia
Tiba di Lokasi Debat, Bajo Lambaikan Victory dan Gibran Bawa Buku

Keduanya kompak memakai seragam putih dan bawahan hitam. Gibran tampak membawa buku pada tangan sebelah kiri saat berjalan masuk ke dalam ruangan debat.