Anak Buah Anies Bantah Penataan Kampung Akuarium Langgar Perda RDTR Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rusun Kampung Akuarium. Foto: @aniesbaswedan

MerahPutih.com - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman membantah bila Pemprov DKI melanggar Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Zonasi dalam penataan Kampung Rusun Akuarium.

"Berdasarkan Perda 1/2014 tentang RDTR dan Zonasi, lokasi pembangunan berada di Sub zona Pemerintah Daerah (P3), dan diijinkan untuk kegiatan rumah susun yang diselenggarakan oleh pemerintah," ujar Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI, Sarjoko Rabu (19/8).

Baca Juga

Anies Berencana Pasang Masker di Patung Jenderal Sudirman

Nantinya, kata dia, jika proyek penataan itu telah rampung, Pemerintah Kota Jakarta Utara bakal melakukan verifikasi terhadap warga kampung akuarium yang akan kembali menempati lokasi tersebut.

"Total kebutuhan anggaran sedang dihitung ulang oleh perencana karena ada perubahan kebutuhan termasuk pembangunan mushola," jelas Sarjoko.

Desain
Desain kampung akuarium. Foto: Istimewa

Adapun, anggaran yang tersedia saat ini bersumber dari dana kewajiban pengembang yakni PT Almaron Perkasa sebesar Rp 62 miliar sesuai Pergub Nomor 112 Tahun 2019 tentang tata cara pemenuhan kewajiban pembiayaan dan pembangunan rusun murah atau sederhana.

"Jika nanti alokasi anggaran belum mencukupi, akan dicarikan sumber pembiayaan dari kewajiban pengembang lainnya," jelasnya.

Kampung Susun itu dibangun di atas lahan sekitar 10,000 meter persegi. Kampung ini nantinya terdiri dari 5 blok, dan diisi oleh 241 hunian dengan tipe 36.

Pembangunan Kampung Akuarium dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 878 tahun 2018 tentang Gugus Tugas Pelaksanaan Penataan Kampung dan Masyarakat.

"Perencanaan desain Kampung Susun Akuarium ini telah melibatkan partisipasi warga Kampung Akuarium dan telah melalui sidang tim ahli cagar budaya dan sidang pemugaran, tim ahli bangunan gedung. Pembanguan ini direncanakan selesai pada Desember 2021 atau kemungkinan lebih cepat,” ungkap Sarjoko.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi A DPRD DKI, Gembong Warsono menilai penataan Kampung Susun Akuarium Penjaringan Jakarta Utara menabrak aturan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Zonasi.

Baca Juga

Warga DKI Diizinkan Rayakan Tahun Baru Islam

Kebijakan penataan itu memang langkah Gubernur Anies dalam menunaikan janji kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

"Menabrak aturan. Kalau saat ini Anies melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampung Aquarium, berarti pak Anies melanggar Perda RDTR, karena sampai saat ini blm ada perubahan RDTR," ungkap Gembong. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hasil Rapid Test Antigen Positif COVID-19, Penumpang KA Dibawa ke Rumah Sakit
Indonesia
Hasil Rapid Test Antigen Positif COVID-19, Penumpang KA Dibawa ke Rumah Sakit

Penumpang yang positif bakal ditindaklanjuti petugas pemeriksa dengan melaksanakan swab test di rumah sakit dan dilakukan isolasi mandiri untuk menunggu hasil.

Ini Dana PNS Yang Dialihkan Pemerintah ke BP Tapera
KPR
Ini Dana PNS Yang Dialihkan Pemerintah ke BP Tapera

Saat ini, tengah melakukan finalisasi seluruh aturan terkait BP Tapera. Dari 10 peraturan terkait BP Tapera, delapan peraturan diantaranya telah selesai diundangkan.

KKB Bakar dan Rusak Alat Milik PT Palapa Ring, Jaringan 4G Tidak Berfungsi
Indonesia
KKB Bakar dan Rusak Alat Milik PT Palapa Ring, Jaringan 4G Tidak Berfungsi

Saat ini komunikasi lebih banyak menggunakan fasilitas yang dimiliki Pemda Puncak

Sambut MotoGP, Bandara Lombok Praya Diperluas
Indonesia
Sambut MotoGP, Bandara Lombok Praya Diperluas

Bandara nantinya menampung 16 pesawat dengan konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 6 pesawat berbadan besar.

Grebeg Besar Ditiadakan, Ratusan Abdi Dalem Terima Gaji dan Daging Kurban
Indonesia
Grebeg Besar Ditiadakan, Ratusan Abdi Dalem Terima Gaji dan Daging Kurban

"Kami pada Idul Adha 1441 H tidak mengadakan adat Keraton Surakarta berupa Grebeg Besar karena masih pendemi," ujar Wandansari.

Komjen Listyo Janji Tindak Tegas Polisi yang Terlibat Jaringan Narkoba
Indonesia
Komjen Listyo Janji Tindak Tegas Polisi yang Terlibat Jaringan Narkoba

Kasus peredaran narkoba menjadi salah fokus calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam penegakan hukum.

Max Sopacua Pastikan KLB Sumut Legal
Indonesia
Max Sopacua Pastikan KLB Sumut Legal

Politisi senior Partai Demokrat Max Sopacua menyebutkan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat sudah sesuai prosedur.

Polisi Selidiki Foto Viral Gerombolan Diduga Tentara Tiongkok di Bandara Soetta
Indonesia
Polisi Selidiki Foto Viral Gerombolan Diduga Tentara Tiongkok di Bandara Soetta

Sebuah foto viral tersebar di media sosial yang memperlihatkan sekelompok orang yang tengah berbaris menggunakan seragam berwarna krem di Bandara Soekarno-Hatta.

[HOAKS atau FAKTA]: Sosok Putih Bercahaya Datangi dan Bersimpuh Depan Rizieq
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sosok Putih Bercahaya Datangi dan Bersimpuh Depan Rizieq

Telah beredar sebuah video dengan klaim narasi muncul sosok putih bercahaya sedang bersimpuh di hadapan Rizieq yang tengah duduk dikursi terdakwa dalam ruang persidangan.

Amankan Uang Pensiunan, Erick Bakal Bikin Holding Dana Pensiun
Indonesia
Amankan Uang Pensiunan, Erick Bakal Bikin Holding Dana Pensiun

holding pengelola dana pensiun di BUMN, diyakininya untuk menyejahterakan para pensiunan serta bisa berkontribusi pada pembiayaan jangka panjang seperti investasi dalam proyek jalan tol.