Anak-Anak Waduk Pluit Jejali Arena Permainan dan Gunting Rambut Gratis Pesta Rakyat Cap Go Meh 2018 Bu Ros sedang mencukur rambut seorang peserta Gunting Rambut Gratis pada acara Pesta Rakyat Budaya Cap Go Meh Waduk Pluit 2018. (Foto: Rizky Ritrianto/MP)

IBU Sintje tersengal-sengal mengabsen nama-nama anak-anak kawasan sekitar Waduk Pluit. Di tangannya, secarik kertas berisi daftar peserta Gunting Rambut Gratis sudah terisi meski baru beberapa menit dibuka.

Begitu nama seorang anak dipanggil, Ibu Sintje langsung mengarahkan si anak ke hadapan Ibu Ros H, ahli tata rambut.

"Adek cantik mau potong gimana? Bagus banget rambutnya," sapa Bu Ros. Si anak perempuan bernama Bunga langsung meminta agar poninya tidak sampai menutupi pandangannya. "Oh iya dek, kalau ketutupan rambut kan matanya jadi enggak keliatan. Ibu potong poninya sama belakangan sedikit biar enggak gerah," rayunya. Bunga pun mengangguk.

Bu Ros sangat cekatan. Sisir di tangan kiri membelah rambut, sementara gunting di tangan kanan memotong bagian demi bagian rambut. Setelah selesai digunting, rambut Bungan lantas disemprot pengharum rambut.

Sebelum potongan rambut Bunga berakhir, beberapa anak lain sempat minta cepat-cepat ditata rambutnya. Mereka tak sabar ingin beroleh tatanan rambut baru.

"Saya kepengen kayak Bunga, Bu," pinta sang teman sepermainannya. Bu Ros kemudian mencoba meyakinkan si anak agar benar-benar ingin rambutnya dipotong serupa tatanan rambut Bunga.

"Saya harus mendengar kemauan si anak. Kalau ibunya sendiri ngatur pun kadang mesti saya yakinkan lagi. Benar anaknya mau potong itu. Yakin enggak akan nyesal. Kalau udah benar-benar yakin, baru saya potong," ungkap Bu Ros.

Sehari-hari Bu Ros membuka salon kecantikan bernama Salon Ros di daerah Bintaro dan Depok. Membuka sesi gunting rambut gratis bukan kali pertama bagi Bu Ros. Dia pernah melakukan hal serupa saat perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. "Ajaib sekali waktu itu, peserta kami kok sama angkanya 72, persis peringatan kemerdekaan waktu itu," ungkapnya.

Selain anak-anak, para petugas kebersihan wilayah sekitar Waduk Pluit pun turut ambil bagian. Beberapa di antaranya sengaja datang untuk sesi Gunting Rambut Gratis.

"Bu, kalo boleh pengen potongan rambut kayak ibu begitu. Model bob namanya ya?," pinta Wati, 63 tahun, petugas kebersihan Waduk Pluit, atau biasa disebut Pasukan Orange.

"Boleh banget bu. Malah bagus kan kerja rambutnya pendek. Jadi enggak cepet gerah. Dan keliatan rapih," tukas Bu Ros. Dia pun melanjutkan mencukur rambut Bu Wati.

"Nah, cakep kan gini. Mirip Luna Maya," goda Bu Ros. Bu Wati pun tertawa lebar.

Sesudah Bu Wati, seorang ibu datang untuk mendaftarkan putranya bernama Iman. "Tapi anak saya lagi main. Saya daftar aja dulu. Nanti saya ajak ke sini. Namanya Iman". Nu Sintje pun menaruh nama Iman di urutan ke 38.

Iman dan puluhan anak lainnya begitu asyk bermain di arena permainan anak tak jauh dari panggung utama Pesta Rakyat Budaya Cap Go Meh Waduk Pluit. Panitia sengaja menyediakan arena permainan khusus anak bagi anak-anak sekitar Waduk Pluit.

"Ini bukti bahwa kami sangat peduli terhadap masa kecil anak. Cap Go Meh kan juga hari menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain. Inilah pesta rakyat!" ujar William Hui, Ketua Acara Pesta Rakyat Budaya Cap Go Meh Waduk Pluit.

Iman dan beberapa anak lainnya asyik bermain perosotan berbahan karet berisi udara. Setelah merosot, anak usia 8 tahun tersebut, berpindah permainan menelusuri anak tangga. Tawa ceria terpancara jelas dari anak-anak tersebut. Cap Go Meh lantas menampakan wajah baru pesta rakyat ramah anak. (*)


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH