Anak-anak Banyak Terpapar, PKS Minta DKI Buka Sekolah Setelah Aman Corona Plt Disdik DKI Jakarta Syaefullah menjadi Pembina Upacara di SMPN 27 Jakarta, Senin (6/1/2020). ANTARA/Devi Nindy/am.

MerahPutih.com - Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M Arifin meminta Pemprov untuk membuka proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah setelah aman dari wabah corona.

Sebab berdasarkan data dari KPAI, lebih dari 800 anak di Indonesia terpapar COVID-19. Bahkan, 129 anak meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) corona dan 14 anak meninggal dengan status terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca Juga:

Wali Kota Solo Minta Kemendikbud Mulai Tahun Ajaran 2020/2021 Pada Januari

"Karena jumlah korban anak usia sekolah yang positif Covid-19 jumlahnya cukup besar," kata Arifin di Jakarta, Jumat (29/5).

Arifin meminta Pemprov DKI berhati-hati dan harus mempertimbangkan dulu bila ingin membuka sekolah di tengah wabah corona. Sebab anak-anak rentan sekali terpapar corona.

Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri Kulati, Wakatob, sebelum pandemi COVID-19 di Tanah Air. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri Kulati, Wakatob, sebelum pandemi COVID-19 di Tanah Air. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

"Ini harus jadi perhatian bersama, mereka adalah generasi penerus bangsa ini, jangan sampai angkanya bertambah semakin banyak, khususnya di Jakarta," jelas Arifin.

Politisi PKS dari daerah pemilihan Jakarta Utara itu meminta Disdik DKI tidak gegabah dan sembrono dalam menentukan pembukaan sekolah di masa pandemik.

Baca Juga:

Upaya Bappenas Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19

Sebab menurut Arifin, anak-anak sekolah khususnya PAUD, TK dan SD juga agak sulit untuk dikontrol misalnya untuk melakukan physical distancing. Anak-anak tersebut terbiasa bersentuhan secara fisik, berangkulan dalam bermain, apalagi lama tidak ketemu relatif lebih sulit untuk diimbau.

“Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di ibukota. Kalaupun harus dibuka proses KBM di sekolah, harus dengan protokol kesehatan yang sangat ketat," tutup Arifin. (Asp)

Baca Juga:

Mensos: Bansos untuk Masyarakat Pedalaman Akan Disalurkan Sekaligus


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH