Anak Amien Rais Akhirnya Minta Maaf Anak ketiga Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais maju di Pilkada Sleman, Yogyakarta (Foto: MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Putra mantan Ketua MPR RI Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, meminta maaf atas kegaduhan yang timbul di publik akibat perselisihan di kabin pesawat Garuda Indonesia.

"Atas nama pribadi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi, menyusul peristiwa di kabin pesawat Garuda rute Gorontalo-Makassar-Jakarta," kata Mumtaz dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (15/8).

Politikus PAN tersebut mengaku sedang kelelahan sehingga mudah terpancing emosi. Namun, menurutnya, tindakan itu tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga:

Berselisih Dengan Mumtaz, Wakil Ketua KPK Serahkan Penyelesaian Pada Polisi

Mumtaz meminta maaf kepada Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango atas tindakannya yang tak pantas itu dan kepada para awak kabin Garuda Indonesia serta pihak Garuda Indonesia.

"Kepada pihak-pihak yang dirugikan dan terganggu karena pemberitaan ini. Juga kepada seluruh masyarakat. Saya menyadari tindakan saya telah menjadi contoh yang tidak baik," ujar dia.

Ahmad Mumtaz Rais, terlibat cekcok dengan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, dalam penerbangan Garuda Indonesia GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/8).

Mumtaz tidak terima ditegur oleh kru kabin, pramugari, dan Nawawi yang duduk tak jauh darinya karena memakai HP di pesawat yang tengah proses refuelling atau mengisi bahan bakar. Nawawi akhirnya melaporkan kejadian ini kepada Pos Polisi Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga:

Anaknya Amien Rais, Mumtaz Rais "Nyalon" Jadi Cakada Kabupaten Sleman

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK-Kemenag Terbitkan Buku Gratifikasi dalam Perspektif Agama, Gratis Unduh!
Indonesia
KPK-Kemenag Terbitkan Buku Gratifikasi dalam Perspektif Agama, Gratis Unduh!

Gratifikasi juga berbeda dengan suap dan pemerasan

Suap Proyek BHS, KPK Garap DIrektur Keuangan Angkasa Pura II
Indonesia
Suap Proyek BHS, KPK Garap DIrektur Keuangan Angkasa Pura II

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan dua tersangka

COVID-19 Solo Melonjak, Kasus Tambahan Terbanyak dari Klaster Mahasiswa UNS
Indonesia
COVID-19 Solo Melonjak, Kasus Tambahan Terbanyak dari Klaster Mahasiswa UNS

"Sebagian besar tambahan ini berdasarkan hasil tracing dari kasus sebelumnya. Proses tracing masih terus kita lakukan," ujar Ning

Sekjen MUI Sebut RUU Haluan Ideologi Pancasila Sekuler dan Ateistis
Indonesia
Sekjen MUI Sebut RUU Haluan Ideologi Pancasila Sekuler dan Ateistis

Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengkritik rancangan undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang diusulkan oleh DPR RI.

Nelayan Tulungagung Ditangkap Polisi karena Jual Lumba-lumba
Indonesia
Nelayan Tulungagung Ditangkap Polisi karena Jual Lumba-lumba

Aparat kepolisian di Tulungagung menangkap seorang nelayan setempat yang kedapatan membunuh sembilan ekor lumba-lumba.

Wagub Riza: PSBB Transisi Jakarta Kemungkinan Diperpanjang
Indonesia
Wagub Riza: PSBB Transisi Jakarta Kemungkinan Diperpanjang

Namun, Riza Patria tak menyampaikan sampai kapan kebijakan itu akan diperluas.

Bertemu Kepala BNPT, Ustaz Gunawan Serahkan Rompi Panglima Kelompok Radikal JAS
Indonesia
Bertemu Kepala BNPT, Ustaz Gunawan Serahkan Rompi Panglima Kelompok Radikal JAS

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menemui eks panglima Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Gunawan, Jumat (25/9) pagi.

Libur Nataru, 12.993 Penumpang Berangkat dari Bandara Halim
Indonesia
Libur Nataru, 12.993 Penumpang Berangkat dari Bandara Halim

Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb TNI Nandang Sukarna mengatakan lonjakan penumpang diperkirakan masih akan terjadi pada Sabtu ini.

Ada 600 WNI Eks ISIS, BNPT: Berawal dari Informasi Intelijen
Indonesia
Ada 600 WNI Eks ISIS, BNPT: Berawal dari Informasi Intelijen

Kepala BNPT Suhardi Alius mengatakan, pihaknya memang menjalin kerja sama regional dan global.

 Disebut Bagian Politik Dinasti, PDIP: Hak Gibran Maju di Pilkada
Indonesia
Disebut Bagian Politik Dinasti, PDIP: Hak Gibran Maju di Pilkada

"Itu kan hak asasi tiap orang. Kalau dia merasa cocok dia maju masa dia anak presiden anak ini nggak boleh,"kata Trimerdya