Amien Rais Enggak Sekuat Saat Era Reformasi, Partai Barunya Diragukan Bisa Lolos PT Amien Rais. (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo meragukan partai baru yang akan didirikan Amien Rais buntut dari kisruh di PAN bakal lolos presidential threshold.

Sosok Amien memang dianggap populer di masa reformasi, tapi seiring dengan waktu dinamikanya telah berubah. Amien dinilai tak sekuat dulu.

"Figur Amien sulit diandalkan untuk memperluas spektrum dukungan politik karena pengaruhnya tidak lagi seperti di era reformasi," tutur Karyono kepada wartawan, Senin (18/5).

Baca Juga

Anak Sulung Amien Rais Mundur dari PAN di Atas Materi Rp6.000

Dia menilai, Partai baru sempalan dari PAN yang akan didirikan tidak cukup mengandalkan figur Amien Rais.

"Yang bakal terjadi justru kedua partai hanya akan berebut pada ceruk pemilih yang sama, yaitu mengandalkan basis dukungan kalangan Muhammadiyah ditambah sedikit kalangan di luar Muhammadiyah,"

Di sisi lain, para loyalis Amien Rais sungguh naif bila hanya mengandalkan figur pendiri PAN itu. Pasalnya, figur Amien Rais sudah kehilangan momentumnya untuk dijadikan vote getter.

Dia menyatakan, sejak pertama kali ikut pemilu perolehan suara PAN tidak pernah melampaui 8%. Perolehan suaranya mengalami pasang surut. Pada Pemilu 1999 PAN meraih 7.528.956 suara atau 7,12 persen.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (dua kanan) dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tiga kanan) dalam pembukaan rakernas PAN di Hotel Milenium, Jakarta, Sabtu (7/12/2019) (ANTARA News/Fathur Rochman)

Pada Pemilu 2019, PAN memperoleh suara sah 9.572.623. Jika dilihat dari perolehan suaranya naik tapi persentasenya menurun menjadi 6,84%. Posisinya kembali berada di bawah PKS yang memperoleh suara sah 11.493.663 (8,21%).

"Namun posisi PAN di atas PPP yang terpuruk akibat perpecahan yang melanda partai berlambang Ka'bah itu. Sehingga menjadi salah satu penyebab perolehan suaranya menurun tajam yang hanya meraih suara sah 6,323.147 (4,52%)," terang Direktur Indonesia Public Institute ini.

Ia melihat peta kekuatan PAN dalam pemilu yang mengalami pasang surut dan belum mampu menembus 8 persen suara, menggambarkan posisi PAN sangat rawan jika mengalami perpecahan.

Baca Juga

Zulhas Pasrah Hadapi Pertarungan Parpol Berebut Kursi Ketua MPR

Menurutnya, jika muncul partai sempalan atau partai baru, maka posisi PAN bisa mengalami nasib buruk seperti PPP yang nyaris tidak lolos Parlementary Thershold (PT) pada Pemilu 2019 lalu karena mengalami konflik internal.

"Itupun perpecahan PPP baru tahap sengketa, belum sampai muncul partai sempalan yang sama-sama ikut pemilu. Apalagi, jika muncul partai baru yang sama-sama menjadi perserta pemilu maka PPP dan partai sempalannya bisa terancam tidak lolos PT," ujar Karyono. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH