Amerika Serikat Diduga Bakal Bekukan Bantuan untuk Palestina Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dalam sebuah reli di Pensacola, Florida, Amerika Serikat ( ANTARA FOTO/REUTERS/Carlo Allegri)

MerahPutih.Com - Sikap keras Amerika Serikat terhadap Palestina masih terus berlanjut. Setelah pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, kini Amerika Serikat kembali ‘menghukum’ Palestina melalui pembekuan bantuan.

Sebagaimana dilansir Axios, Sabtu (6/1) Amerika Serikat membekukan bantuan senilai 125 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,6 trilyun kepada badan PBB, yang mengurus pengungsi Palestina. Kabar Pembekuan itu muncul beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam menghentikan semua bentuk bantuan kepada Palestina.

Namun, sumber dari Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa belum ada keputusan terkait dana untuk Palestina.

Dana itu, yang nilainya setara dengan sepertiga bantuan tahunan Amerika Serikat kepada badan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA), seharusnya dikirimkan pada 1 Januari, namun ditunda hingga pemerintah di Gedung Putih menyelesaikan peninjauan ulang kebijakan bantuan untuk Otoritas Palestina, kata Axios mengutip sumber diplomat.

Sementara itu, sumber dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, mengatakan, "Berita itu sangat menyesatkan."

"Hanya karena mereka berharap uang itu akan dikirim pada 1 Januari, dan mereka tidak mendapatkannya tepat waktu, tidak berarti dana tersebut dibekukan atau dibatalkan," kata Sumber yang tak mau menyebutkan identitasnya.

Sumber Kemenlu AS menyatakan sampai saat ini pihaknya masih terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

"Hingga kini kami masih meninjau ulang kebijakan (bantuan terhadap Palestina), dan kami punya waktu sampai pertengahan Januari untuk mengambil keputusan akhir," kata dia.

Saat ditanya apakah keputusan sementara sudah diambil, sumber itu menjawab, "tidak. Dan berita (Axios) itu oleh karenanya salah." Trump pada Selasa mengatakan bahwa dia akan menahan semua uang bantuan untuk Palestina, dan menuding mereka "tidak mau lagi merundingkan perdamaian" dengan Israel.

"Kami telah membayar ratusan juta dolar setiap tahunnya dan tidak pernah dihargai atau pun dihormati. Mereka bahkan tidak mau lagi merundingkan pakta perdamaian dengan Israel," kata dia dalam Twitter resmi.

"Mengingat Palestina tidak lagi berniat untuk merundingkan perdamaian, lalu untuk apa kami harus terus-menerus membayar mereka," kata Trump.

Menurut laman resmi UNRWA, Amerika Serikat adalah penyumbang terbesar badan PBB tersebut dengan bantuan sekitar 370 juta dolar AS sepanjang 2016.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH