Amerika Serikat Batalkan Semua Bantuan untuk Pengungsi Palestina Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan anggota pasukan West Palm Beach Fire Rescue (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

MerahPutih.Com - Konstelasi politik Timur Tengah khususnya konflik Palestina dan Israel diprediksi bakal semakin panas menyusul penghentian bantuan Amerika Serikat untuk pengungsi Palestina.

Dalam pernyataan terbaru yang dikeluarkan pihak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan bahwa Amerika tidak akan menggelontorkan dana sebesar 45 juta dolar untuk bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Palestina.

Amerika Serikat sudah lama terlibat dalam proyek kemanuasian di Timur Tengah melalui lembaga UNRWA yang dipelopori PBB.

Departemen Luar Negeri mengatakan pada Selasa bahwa Washington akan menahan pendanaan 65 juta dolar terpisah, yang sebelumnya direncanakan untuk membayar badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang melayani warga Palestina. Amerika Serikat mengatakan bahwa UNRWA perlu melakukan reformasi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert membantah menahan dana 65 juta dolar itu untuk menghukum rakyat Palestina, yang telah sangat kritis terhadap pengumuman Trump pada bulan lalu bahwa dia akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem dari Tel Aviv.

Dalam sebuah surat bertanggal 15 Desember kepada Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krähenbühl, Pengawas Keuangan Departemen Luar Negeri Eric Hembree telah menjanjikan bantuan sebesar 45 juta dolar untuk Seruan Darurat Tepi Barat/Gaza.

"Amerika Serikat berencana untuk menyediakan dana ini untuk UNRWA di awal 2018," kata surat tersebut, yang dilihat oleh Reuters pada Kamis.

"Surat tambahan dan paket kontribusi yang mengkonfirmasikan kontribusi ini akan dikirim pada atau sebelum awal Januari 2018," katanya.

Sebagaimana dilansir Antara, Jumat (19/1) Amerika Serikat telah menjelaskan kepada UNRWA bahwa bantuan senilai 45 juta dolaritu adalah sebuah janji yang bertujuan membantu badan tersebut dengan "prediksinya" tapi itu bukan jaminan, kata Nauert kepada wartawan pada briefing rutin Kementerian Luar Negeri.

"Pada saat ini, kami tidak akan menyediakannya, tapi itu tidak berarti - saya ingin menjelaskannya - itu tidak berarti bahwa itu tidak akan diberikan di masa depan," kata Nauert.

Dia mengulangi pandangan Amerika Serikat bahwa UNRWA memerlukan reformasi, dengan mengatakan bahwa ada lebih banyak pengungsi dalam program ini daripada sebelumnya, dan bahwa "uang yang masuk dari negara lain perlu ditingkatkan juga untuk terus membayar semua pengungsi tersebut".

Keputusan untuk menahan bantuan membuat sulit upaya menghidupkan kembali perundingan damai Israel-Palestina. Selain itu, negara-negara Arab bakal tidak akan lagi menggandeng Amerika Serikat sebagai juru damai dalam konflik Palestina dan Israel.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH