Amendemen Konstitusi Ke-5 Diyakini Percepat Jalan Indonesia Emas 2045 Ketua DPD RI LaNyalla. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

MerahPutih.com - Tahun 2045, Indonesia akan mencapai usia emas. Pemerintah telah menyusun roadmap dengan visi "Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur".

Menurut Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, untuk mewujudkan hal itu, diperlukan keberanian untuk mengoreksi kelemahan tata negara Indonesia.

Caranya, dengan meninjau ulang amendemen konstitusi yang dilakukan tahun 1999 hingga 2002 lalu.

“Tujuan amendemen konstitusi tahap ke-5 agar roadmap yang telah disusun pemerintah dapat lebih cepat terwujud dan Indonesia ke depan lebih baik,” ujar La Nyalla ditulis Jumat (29/10).

Baca Juga:

Kaji Wacana Amendemen UUD 1945, Kelompok DPD di MPR Soroti Presidential Threshold

La Nyalla menegaskan, roadmap yang disusun pemerintah menuju Indonesia 2045 sangat baik, dengan adanya 4 pokok pembangunan prioritas. Yakni, pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan di luar Jawa, dan pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan.

“Visi besarnya sangat bagus. 'Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur'. Karena pemerintah ingin mencakup adanya semua ciri negara yang berdaulat, maju, adil dan makmur. Artinya daulat pangan, daulat atas sumber daya alam, daulat energi dan daulat wilayah. Maju dalam peradaban, pendidikan, kesehatan dan teknologi. Adil dalam ekonomi dan pelayanan serta hak warga negara,” katanya.

Namun, La Nyalla menilai hal itu tidak mudah diimplementasikan. Karena setiap kata dalam visi tersebut mengandung konsekuensi untuk dipastikan terjadi. Faktanya hari ini, terjadi ketimpangan penguasaan kekayaan, di mana kurang dari 2 persen penduduk Indonesia menguasai hampir 40 persen kekayaan Indonesia.

“Hasil dari amendemen UUD 1945 dalam 4 tahap perubahan juga malah menjadikan Indonesia negara liberal kapitalistik. Kita lihat ekonomi yang disusun para pendiri bangsa yang awalnya berasas kekeluargaan, ekonomi Pancasila serta koperasi kini hampir semua diserahkan ke mekanisme pasar. Termasuk terhadap cabang-cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak,” jelasnya.

Ilustrasi - Kondisi pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar di SD 11 Grogol Jakarta Barat, Senin, (30/8/2021). (ANTARA)
Ilustrasi - Anak-anak SD 11 Grogol, Jakarta Barat sedang belajar tatap muka, Senin, (30/8/2021). (ANTARA)

Belum lagi di tahun 2045 akan terjadi bonus demografi. Saat itu, penduduk usia produktif yang berusia antara 15 hingga 64 tahun mencapai 71 persen. Di mana jika tidak tertangani, khususnya terkait lapangan pekerjaan, maka bukan bonus demografi yang kita dapat, tetapi bisa bencana demografi yang kita hadapi.

Bagi La Nyalla, hal itu harus ditangani dengan baik. Kemudian adanya ancaman perubahan iklim global. Jika tidak diantisipasi dengan serius, akan menjadi bencana global yang bisa mengancam masa depan bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia.

“Karena itulah wacana amendemen konstitusi tahap ke-5 harus didorong sebagai sebuah momentum untuk melakukan refleksi dan koreksi arah perjalanan bangsa sekaligus sistem tata negara kita. Sehingga tujuan Indonesia Emas 2045 lebih mudah terwujud,” tegasnya.

Dengan berbagai tantangan ke depan, termasuk pandemi COVID-19, La Nyalla mengajak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), khususnya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mempersiapkan generasi masa depan melalui lembaga pendidikan. Karena salah satu yang ditempuh pemerintah untuk menuju Indonesia Emas 2045 adalah percepatan pendidikan rakyat Indonesia secara merata.

“Ini peluang sekaligus tantangan karena strategi pembangunan pendidikan juga berubah. Sukses pendidikan akan ditentukan kepada profesionalisme guru dan perubahan metode pembelajaran. Pola pendidikan akan lebih dititikberatkan kepada pendidikan vokasi, pembekalan entrepreneurship dan pendidikan karakter," ujarnya.

Baca Juga:

Usulan Presiden Tiga Periode Muncul Berbarengan Dengan Amendemen UUD

Pasalnya, kata dia, situasi perubahan global menjadikan pekerjaan yang ada hari ini menjadi tidak ada di masa depan. Sebaliknya, pekerjaan yang tidak kita bayangkan, akan menjadi pekerjaan lazim di masa mendatang

La Nyalla juga menginginkan agar PTKIN menjadi penjaga moral dan akhlak, dalam menghadapi arus perubahan global. Sekaligus sebagai jembatan komunikasi dan hubungan antar-negara Islam di dunia.

Keunggulan kompetitif itu, lanjutnya, harus dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh UIN di Indonesia. Terutama dalam menyongsong kebangkitan ekonomi syariah dan industrialisasi produk halal di dunia.

“Jadi, mulailah berpikir global. Tetapi dengan tetap membumikan karakter kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia. Dengan tetap berpegang teguh kepada cita-cita luhur para pendiri bangsa,” ujarnya. (Pon)

Baca Juga:

Ketua DPR: Amendemen UUD Hanya Bahas Soal GBHN

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kabar Baik, Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia Anjlok Selama Agustus
Indonesia
Kabar Baik, Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia Anjlok Selama Agustus

Turun drastis apabila dibandingkan Juli 2021.

Jelang Lebaran, Take Off Landing Pesawat di Bandara Soetta Sudah Capai 900 Pergerakan
Indonesia
Jelang Lebaran, Take Off Landing Pesawat di Bandara Soetta Sudah Capai 900 Pergerakan

Angkasa Pura memastikan kesiapan fasilitas infrastruktur Bandara dengan mengaktifkan kembali sejumlah terminal setelah sebelumnya ditutup adanya pandemi COVID-19.

Polda Jatim Tahan Pelaku Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren
Indonesia
Polda Jatim Tahan Pelaku Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren

MSAT sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun 2020, namun yang bersangkutan terus mangkir dari panggilan pemeriksaan di Polda Jatim.

Komisi II Pertanyakan Alasan Betty Epsilon Idroos Tidak Proses Pencalonan M Taufik
Indonesia
Komisi II Pertanyakan Alasan Betty Epsilon Idroos Tidak Proses Pencalonan M Taufik

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mempertanyakan alasan Betty yang saat itu menjabat sebagai Ketua KPU DKI Jakarta, tidak memproses pencalonan M Taufik sebagai caleg dari Partai Gerindra di Pileg DKI Tahun 2019.

Vaksinasi Tidak Merata, Kemenkes Fokus Distribusi ke Daerah Dengan Stok Sedikit
Indonesia
Vaksinasi Tidak Merata, Kemenkes Fokus Distribusi ke Daerah Dengan Stok Sedikit

Melalui situs resmi Kemenkes pada 31 Agustus 2021 kemarin, terdapat setidaknya 315 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki stok vaksin cukup untuk 14 hari kedepan.

Pesan Megawati ke Ganjar Dkk: Jadilah Pemimpin, Bukan Pejabat
Indonesia
Pesan Megawati ke Ganjar Dkk: Jadilah Pemimpin, Bukan Pejabat

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri meminta para kepala dan wakil kepala daerah menjadi pemimpin bukan sekadar pejabat.

MUI Kota Bengkulu Nonaktifkan Dua Pengurus Diduga Terlibat Terorisme
Indonesia
MUI Kota Bengkulu Nonaktifkan Dua Pengurus Diduga Terlibat Terorisme

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu akhirnya mengambil kebijakan untuk menonaktifkan dua pengurusnya yaitu RH dan CA yang beberapa hari lalu ditangkap oleh tim Densus.

BNPT Gencarkan Vaksinasi Lawan Radikalisme
Indonesia
BNPT Gencarkan Vaksinasi Lawan Radikalisme

Komjen Boy Rafli Amar menganalogikan radikalisme sebagai virus yang menyebar sangat cepat karena kemajuan teknologi.

Pakar Hukum Ini Prediksi Vonis Penjara Terdakwa Kasus Asabri Akan Nol
Indonesia
Pakar Hukum Ini Prediksi Vonis Penjara Terdakwa Kasus Asabri Akan Nol

Secara aturan, hakim memutuskan perkara berpegang pada surat dakwaan

Jadi Komut TransJakarta, Sudirman Said Punya Harta Rp 4,6 Miliar
Indonesia
Jadi Komut TransJakarta, Sudirman Said Punya Harta Rp 4,6 Miliar

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengangkat Sudirman Said sebagai Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (Komut TransJakarta).