Amankan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, TNI dan Polri Siagakan Pesawat Tempur Serta Kendaraan Taktis

MerahPutih.Com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau pasukan TNI-Polri yang berjaga menjelang pelantikan Presiden-Wakil terpilih periode 2019-2024.

Peninjauan anggota ini dimulai dari kantor Hadi di Jalan Medan Merdeka Barat, lalu menuju sepanjang jalan Sudirman, DPR dan Gedung Graha Jala Puspita, Benhil.

Baca Juga:

Mungkinkah Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Berpotensi Dirusak Aksi Teroris?

Hadi dan Tito menyalami satu per satu anggota TNI dan Polri. Hadi mengaku, semua anggota TNI-Polri telag siap di pos masing-masing.

"Semua pada di posisi di tempat, dan semua siap mengamankan pelaksanaan prosesi pelantikan Presiden-Wakil Presiden," katanya di lokasi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Tito Karnavian meninjau pasukan pengamanan pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat meninjau pasukan pengamanan pelantikan Jokowi-Ma'ruf (MP/Kanu)

Lebih lanjut Hadi mengaku, kalau anggota telah siap menjalani Standar Operasional Prosedur (SOP) apabila ada ancaman yang menonjol saat pelaksanaan.

"SOP mereka semua bisa menjawab apabila terjadi penonjolan di wilayah-wilayah pos yang mereka monitor. Maka siaga apabila menghadapi ancaman, dan mereka sudah siap termasuk ring satu, ring dua, ring tiga, termasuk koordinasi TNI-Polri dan stakeholder lainnya," jelas dia.

Soal potensi bakal ricuh, Hadi mengaku sudah mendapatkan informasi dari BIN dan BSSN bahwa kondisi aman terkendali.

Hadi menambahkan, TNI menurunkan segala alutsista dalam pengamanan pelantikan Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024. Salah satunya pesawat tanpa awak atau Drone CH4 yang akan memantau segala pergerakan yang dinilai rawan keamanan.

Hadi Tjahjanto mengatakan, kalau pesawat tanpa awak itu mampu terbang 8 hingga 9 jam lamanya.

"Kalau pesawat tanpa awak itu ada 2 flight karena masing-masing pesawat terbang 8 hingga 9 jam," kata Hadi.

Hadi menjelaskan prihal kemampuan khusus pesawat tanpa awak itu. Menurutnya, Polri-TNI telah menerjunkan sniper diberbagai titik. Pesawat tanpa awak ini akan mendeteksi sniper apabila disebuah lokasi tak menempatkan anggota dari Polri-TNI.

"Pesawat tanpa awak ini kita terbangkan ada infra red, sehingga kalau ada sniper di atas gedung yang bukan kita tempatkan kita curigai di sana walaupun itu bukan sniper tapi ada metal ada orangnya itu kita curiga," tegasnya.

Dengan adanya curigaan itu, lanjut Hadi, informasi akan disampaikan ke helikopter yang memantau mengintari Jakarta. Dari informasi itu, anggota Polri-TNI bergerak untuk mengecek lokasi yang dicurigai tersebut.

"Kalau untuk drone operasinya Jakarta semua. Kemudian helikopter itu khusus wilayah yang kita curiga, jadi tidak begitu luas, jadi kalau di atas gedung DPR/MPR sedang survei di sana. Sedangkan boeing langsung dari ketinggian 16ribu tembak setiap pos-pos yang sebutkan tadi, kemudian diyakinkan oleh helikopter," jelasnya.

Kawasan Monas ditutup sementara untuk wisatawan
Kawasan Monas ditutup sementara untuk wisatawan (Foto: antaranews)

"Jadi pesawat tanpa awak itu memiliki kemampuan khusus dalam pengamanan. Di mana memiliki sensor yang mampu mendeteksi sensor ancaman," jelas dia.

Monas Ditutup Sementara Untuk Wisatawan

Sementara itu, tempat wisata Monumen Nasional (Monas) ditutup selama pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma'ruf Amin yang berlangsung di Gedung MPR RI, Minggu (20/10).

Kapolsek Metro Gambir Kompol Wiraga Dimas Tama mengatakan, penutupan Monas ini semata-mata demi alasan keamanan.

"Karena kan di Istana nanti ada sejumlah tamu negara yang datang dan kegiatan - kegiatan. Jadi demi alasan keamanan maka kami tutup," kata Wiraga kepada merahputih.com di Jakarta, Minggu (20/10).

Wiraga mengatakan, jalanan di seputaran Istana Negara bakal ditutup.

"Penutupan sampai jam 20.00 malam. Kami pasang anggota lalin anggota polsek dan polres yang mengamankan agar tak teejadi kemacetan," kata Wiraga.

Baca Juga:

Semua Lapisan Masyarakat Diminta Kawal dan Awasi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Kepala Seksi Ketertiban UPT Monas, Yayang Kustiawan, mengatakan kawasan wisata ini dilakukan penutupan hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Alasannya demi membantu aparat TNI-Polri menjaga keamanan karena Monas termasuk bagian Ring 1 yang berdekatan dengan Istana Negara.

"Jadi tadi hasil rapat dengan pihak TNI Polri dalam rangka mengantisipasi keamanan baik sebelum maupun saat mengingat monas itu termasuk area ring 1 yang jaraknya dekat dengan Istana Negara maka diminta Monas untuk ditutup sementara untuk kunjungan umum jadi atas dasar pertimbangan keamanan TNI-Polri," kata Yayang saat dihubungi hari ini.

Seluruh wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Monas, hanya aparat TNI-Polri dan petugas Monas yang berada di dalam wisata bersejarah ini. Setidaknya ada 300 petugas kebersihan yang disiagakan di Monas.(Knu)

Baca Juga:

Spanduk Ucapan Selamat Kepada Jokowi-Ma'ruf Mulai Bertebaran di Ruas Jalan Ibu Kota



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH